
"Bagaimana ke adaan Kevin.??" tanya ibu Susi ketika sampai di ruangan Kevin.
"Sudah membaik." jawab Mawar yang memang menemani Kevin sadari tadi.
"Kenapa kamu masih ada di sini ?? apa tidak ada pasien yang kamu rawat.?? tanya ibu Susi lagi.
"Hari ini aku ambil cuti, aku inggin menjaga Kevin." jawab Mawar seraya tersenyum.
"Usaha terus sampai dia luluh." bisik ibu Susi di telinga mawar.
"Tante merestui...?? tanya Mawar tak percaya apa yang ia dengar.
"Asalkan kamu bahagia." ucap ibu Susi yang masih berbisik.
"Terima kasih." sahut Mawar langsung memeluk ibu Susi.
Ratih berjalan perlahan lahan ke arah Kevin, dia melihat Kevin terbaring lemas di atas ranjang. tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut Ratih dia terus saja menatap Kevin.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu...??" tanya Kevin yang sadari tadi melihat Ratih terus menatapnya.
"Ehm, maaf gara gara bapak mau nolong saya bapak jadi di patok ular." ucap Ratih merasa bersalah.
"Kevin tersenyum mendengar perkataan Ratih." Kenapa kamu mintak maaf, sudah menjadi kewajiban ku bukan melindungi calon istri dari bos ku sendiri." tutur Kevin yang masih terus saja mengembangkan senyuman di bibirnya.
"Tetap saja itu salah saya, seharusnya itu yang di patok saya bukan bapak." ucap Ratih masih merasa tidak enak hati.
"Ha...ha...ha... Sudah tidak perlu menyalahkan dirimu lagi. lagi pula aku sudah lama tidak tidur di rumah sakit, aku juga ingin menikmati bagaimana sekarang makanan di sini. jadi tidak apa apa." sahut Kevin merasa lucu melihat raut wajah Ratih.
Mawar yang mendengar Kevin tertawa saat berbicara dengan Ratih mendengus nafas kesalnya.
"Sok akrab." batin Mawar.
"Nak bagaimana keadaanmu sekarang apa sudah mendingan.??" tanya ibu Susi yang kini berada di samping Kevin.
"Sudah nyonya, ini hanya sakit kecil saja." jawab Kevin.
__ADS_1
"Syukurlah kalau kamu baik baik saja." tutur ibu Susi.
***
"Bos kami sudah menangkap ularnya dan ini CCTV yang memperlihatkan ada dua wanita yang berprofesi sebagai OB yang memang sengaja membawa ular dari luar bos." ucap anak buah Ricko seraya memberikan hasil CCTV.
"Mereka." tutur Ricko yang sudah mengepal tangannya.
"Bawa mereka ke hadapanku sekarang." terdengar suara Ricko dengan sorot mata mematikan.
"Baik." Jawab mereka serentak.
Tak berlangsung lama Rani dan Lilis berhasil di tangkap dan segera di hadapkan dengan Ricko langsung. tubuh Rani dan Lilis sudah gemetar ketika mereka mendengar kalau mereka dibawa menghadap Ricko.
"Brukkk...." Rani dan Lilis di dorong menghadap di depan Ricko.
"Kenapa kami di bawa kesini pak...??" tanya Rani dengan keringat sudah bercucuran.
"Masih ingin tanya kenapa di bawa kemari." jawab Ricko melempar laptop di depan Rani.
"M-maksud pak Ricko a-apa...??" tanya Rani yang kini mendongakkan kepalanya menatap Ricko.
"Aku tanya kenapa kau ingin mencelakai Ratih...??" tanya Ricko seraya mencengkram rahang Rani dan menghempas dengan sangat kasar.
"Aaaaa...." teriak Rani kesakitan dengan rahangnya sudah mengalir darah segar.
"Katakan..." teriak Ricko yang sudah hampir meluapkan emosinya.
Lilis duduk terdiam di samping Rani jangankan menatap Ricko mendongakkan kepala saja dia tidak berani.
"K-kami h-hanya ingin m-memberi R-Ratih sedikit p-pelajaran." jawab Rani terbata bata sambil menunduk kepalanya tidak berani lagi menatap Ricko.
"Pelajaran kalian bilang. kalau begitu aku juga akan memberi kalian sedikit pelajaran. lempar mereka ke kandang harimau." ucap Ricko seraya melirik ke arah anak buahnya.
Mendengar kata harimau sontak saja membuat Rani sujud di kaki Ricko." Pak Ricko m-maafkan saya." terdengar suara Rani ketakutan.
__ADS_1
"Pak Ricko saya c-cuma di suruh p-pak. s-saya tidak bersalah." ucap Lilis memberanikan diri.
"Penjarakan mereka, biar Kevin saja yang akan memutuskan hukuman apa yang layak untuk orang yang suka bermain api." ucap Ricko lalu berlalu pergi.
***
"Kakak...." teriak Tania ketika melihat Ratih baru turun dari mobil di halaman rumahnya.
langsung saja menghamburkan pelukan hangat kepada Ratih.
"Kak, aku sangat takut mendengar kakak hampir saja di patok ular." tutur Tania yang masih berpelukan dengan Ratih.
"Kakak tidak apa apa." sahut Ratih seraya meregangkan pelukan.
"Sayang Tante pulang dulu ya." ucap ibu Ratih yang masih di dalam mobil.
"Terima kasih banyak." sahut Ratih seraya memberi senyuman manis.
"Jangan bergadang langsung istirahat." tutur ibu Susi sambil melambaikan tangan.
"Kak kenapa bisa ada ular di kantor kakak...??" tanya Tania seraya melangkah masuk ke dalam rumah.
"Kakak juga tidak tahu kenapa tiba tiba ada binatang geli itu." jawab Ratih sambil mengangkat kedua bahunya.
"Besok adalah hari pernikahan kakak dan pak Ricko. aku tidak tahu harus membawa hadiah apa." tutur Tania.
"Tidak perlu membawa hadiah segalak, asal kamu hadir saja itu sudah membuat kakak senang." sahut Ratih.
"Kakak memang the best." ujar Tania seraya mengajukan jempol.
**Bersambung......
🌹🌹🌹🌹🌹
maaf kalau ada typo kak 🙏🙏
__ADS_1
👉👉 sangat di tunggu vote dan like 👇👇**