Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 65


__ADS_3

Kini semua orang tengah berdiri berbaris di are pinggir pantai sang pemandu pantai pun segera memberi beberapa instruksi kepada mereka.


"Apa kalian semua sudah siap...??" tanya Rahmat sang pemandu wisata pantai.


"Siap..." jawab mereka serentak kecuali Ricko dia merasa sedikit risih ketika melihat Ratih yang sadari tadi terus memperhatikan Rahmat.


"Jangan menatapnya seperti itu, tatap kesini tatap aku saja." gerutu Ricko.


"Kalau saya tidak menatap orang nanti saya tidak mengerti apa yang dia bicarakan." sahut Ratih sekilas menatap Ricko.


"Biar aku saja yang akan menjelaskannya." tutur Ricko cepat.


Ratih mendengus kesal lebih baik dia mengalah pikirnya dari pada membuat masalah menjadi besar. Ratih hendak berbalik menatap Ricko namun dengan cepat Rahmat memanggilnya.


"Nona, nona yang memakai baju putih." tutur Rahmat seraya menatap ke arah Ratih.


Ratih pun kembali melirik ke arah Rahmat." Anda memanggil saya." sahut Ratih menunjukan dirinya.


"Ya, nona, boleh saya tahu siapa anda nona...??" tanya Rahmat.


"Ra--"


"Ramlah, ya nama istriku Ramlah." potong Ricko cepat seraya tersenyum penuh paksaan.


Perkataan Ricko berhasil membuat semua orang menoleh cepat ke arahnya dengan tatapan bingung.


"Sejak kapan kakakku ganti nama." guma Tania masih menatap Ricko dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Iya sejak kapan kak Ratih ganti nama...??" tanya Mawar yang sama di buat bingung oleh Ricko.


Ricko tidak menjawab pertanyaan mereka dia hanya melirik ke arah Tania dan juga Mawar seraya melototi mereka berdua.


"Kak Ricko teryata pria posesif." guma Mawar lagi namun kali ini suaranya mengecil.


"Baiklah nona Ramlah ada ada semua sekarang bisa menikmati hari libur anda sekarang." tutur Rahmat seraya memberi hormat lalu dia langsung pergi memantau dari jarak jauh.


Ratih bersorak gembira dia merasa sangat senang seolah olah sebahagian jiwanya yang hilang kini telah kembali, ya, sejak dari kecil Ratih selalu di ajak jalan jalan mengelilingi pantai oleh kedua orang tuanya. bermain pasir menikmati makanan di pinggir pantai, membangun rumah pasir, bahkan sampai mencari ikan di laut itu semua hal yang di lakukan Ratib ketika dia pergi ke pantai.


"Sepertinya kamu sangat senang bermain di pantai." tutur Ricko menghampiri Ratih yang kini sedang asik bermain pasir di sela-sela ombang laut yang terus bergelombang menghampiri pesisir pantai.


Ratih membalas dengan senyuman" Iya, karena sejak dari kecil saya sudah terbiasa pergi ke pantai." sahut Ratih.


"Bukan seperti itu membuatnya tapi seperti ini." tutur Ricko langsung mengambil alih apa yang di lakukan Ratih.


"Hey, kenapa kau menghancurkan pasir ku, kau tidak suka aku membuat pasir di sini." teriak Ricko ke arah gelombang laut yang terus bergelombang mendekatinya.


"Ha..ha...ha..." Ratih tertawa terbahak bahak saat melihat Ricko yang nampak begitu kesal sampai sampai Ratih memegang perutnya karena tidak sanggup lagi ketawa.


"Semoga anda bahagia nona, semoga hidup anda jauh lebih baik dari pada sebelumnya. tau muda adalah pria yang tepat untuk anda saya yakin tuan muda pasti bisa melindungi anda. andai saja perasaan ini tidak pernah singgah di hati pasti perasaan ini tidak akan ada. walau hanya sekilas tapi cukup menyakitkan nona. mungkin saya pria yang kurang beruntung, yang bisa memiliki anda seperti tuan muda sekarang memiliki anda seutuhnya.ckckck.


"Pak Kevin kemari..." Tutur Tania kini tengah bermain air gelombang kecil.


Kevin tersenyum sekilas arah Tania lalu dia melepaskan sepatunya mencoba melangkah mendekati Tania, mungkin dengan bermain dia bisa menenangkan hati yang rapuh ini pikirnya.


"Kevin..." teriak Mawar dari arah berlawanan Mawar mengandeng kan dua buah kelapa segar di tangannya.

__ADS_1


"Pak kemari kesini saja aku mau mengatakan sesuatu kepada bapak." teriak Tania tak mau kalah sama Mawar.


Kevin pun menoleh ke arah mereka secara bergantian seraya menggaruk kak kepalanya yang tak gatal.


"Kevin ayo cepat kemari aku tidak sanggup memengangnya lagi." teriak Mawar.


Tania mendengus dengan kesal." pak Kevin cepat kemari aaaa sepertinya kaku keram." Tania memegang kakinya.


"Aaaaa..." teriak Tania pura pura terjatuh ke dalam gelombang air laut hingga berhasil membuat Kevin segera berlari menghampirinya.


"Eeee..." Mawar merapatkan giginya saat melihat Kevin berlari menghampiri Tania bahkan kini Kevin mengendong Tania membawa Tania ke tepi pantai.


"Hahaha... ada sangat lucu nona ketika sedang marah." tutur Kasim Han tertawa kecil kini berada di samping Mawar.


"Ambil ini buat kamu saja. ayo cepat temani aku minum." gerutu Mawar seraya meyerahkan satu buah kelapa ke pada Han.


"Nah sekarang aku sudah berhasil kan membuatnya." tutur Ricko yang memang dia sudah berhasil membuat pasir berbentuk love dia bahkan menulis kata I love you di atas pasir itu.


"Ye... akhirnya bapak berhasil. bapak memang hebat." Ratih menepuk tangannya.


"Tentu, aku memang hebat kalau tidak hebat bagaimana aku bisa menikahimu." sahut Ricko membanggakan dirinya.


"Ada satu hal lagi yang paling hebat aku lakukan apa kamu tahu...??" tanya Ricko. sedangkan Ratih menggelengkan kepalanya pertanda kalau dia tidak mengerti.


"Membuat kamu tidak berdaya di atas ranjang." bisik Ricko di telinga Ratih dengan suara seksinya. Ratih pun langsung menundukkan kepalanya pipinya kini sudah merah merona seperti buah tomat.


"Buk Ramlah...." teriak seseorang di belakang Ratih.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2