
"Apa yang harus aku lakukan." terdengar suara Ratih berat.
"Kau tidak pulang...??" tanya seseorang membuyarkan lamunan Ratih.
Ratih menoleh ke arah suara." Sebentar lagi pak." terdengar suara seduh.
"Apa kau mempunyai masalah...??" tanya lagi Kevin yang kini duduk di depan Ratih.
"Tidak pak saya hanya kurang enak badan saja." jawab Ratih seraya tersenyum tipis.
"Baiklah kalau begitu, saya pulang dulu." tutur Kevin seraya berdiri melangkah pergi.
"Tumben sekali pamit enggak biasanya." ucap Ratih masih melihat punggung Kevin hingga menghilang dari pandanganya.
Sudah lebih dari dua jam Ratih masih belum memberi jawaban dari apa yang dia bicarakan tadi dengan ibu Susi. Ratih pulang ke rumah setelah semua para karyawan pulang dia tidak berani pulang saat masih ada karyawan mengingat pakaian yang ia kenakan terlalu seksi dan bagus dia takut terjadi gosip lebih panas lagi dari yang kemaren ia dengar.
setelah tiba di rumah Ratih di kejutkan dengan keadaan Tania.
"Nia...."
"Kakak...."
"Hey apa yang kalian lakukan kenapa kalian menangkap adikku...??" tanya Ratih sambil berlari menghampiri Tania yang sudah di borgol oleh beberapa orang. salah satu dari mereka adalah Kasim Han yang merupakan pelayan pribadi Ricko.
"Maaf nyonya Ratih kami harus segera membawa nona Tania ke kantor polisi segera." jawab Kasim Han lalu berusaha menyeret Tania.
"Kantor polisi." ucap Ratih tampang terkejutnya.
"Hentikan, adikku tidak bersalah kenapa kalian menangkapnya...??" tanya Ratih lagi yang kini sedang memeluk adiknya erat erat.
"Kerena dia sudah melakukan kesalahan fatal." jawab seseorang yang keluar dari rumah Ratih dengan penuh gaya elegannya.
"Tante Susi." ucap Ratih lebih terkejut lagi dengan bibir gemetar.
__ADS_1
"Tania sudah melakukan kesalahan fatal, dia sudah membuat kerugian besar di hotel saya. salah satu saham saya amjlok itu gara gara adikmu Tania." tegas ibu Susi dengan seraya melirik ke arah Tania.
"Nyonya maafkanlah adik saya, dia mungkin tidak sengaja saya mohon nyonya jangan penjarakan Tania." ucap Ratih dengan tangisan tidak bisa di bendung lagi. Ratih kini sudah berlutut di hadapan ibu Susi.
"Kamu tahu Ratih berapa kerugian yang di sebabkan oleh adikmu ini. lebih dari 20 milyar kerugian yang saya dapat dari adikmu ini. saya bisa pastikan kalau Tania akan di penjara selama 20 tahun." ujar ibu Susi.
Ratih yang mendengar uang 20 milyar mendongkak kepalanya menatap ke arah Ibu Susi. dia seolah olah tidak percaya apa yang ia dengar barusan.
"Nyonya saya mohon nyonya saya akan melakukan apapun perintah nyonya kalau perlu nyawa saya sekalipun asalkan nyonya tidak memenjarakan adik saya." ucap Ratih dengan air mata membasahi pipi.
"Sepertinya kamu sangat sayang ke pada adikmu, baiklah Tante akan memaafkan adikmu asalkan kamu bersedia menjadi istri Ricko. bukankah Tante sudah bilang kalau kamu menolak ajakan Tante jadi dengan terpaksa Tante harus melakukan ini semua. karena dalam kamus Tante tidak ada kata penolakan. ucap ibu Susi tegas namun terlihat wibawa dan elegan.
"Bagaimana kamu setuju." sambung ibu Susi lagi karena tidak mendapat jawaban dari Ratih.
Ratih menunduk menatap tanah yang nampak kering dan kusam. dengan berat hati Ratih harus menerima tawaran dari wanita tua di hadapannya sekarang. Ratih sudah berjanji dalam dirinya kalau dia akan selalu menjaga adiknya baik susah maupun senang. tidak ada pilihan lain sekarang selain mengikuti bagaimana ke adaan meminta. Ratih mengambil nafas dalam dalam dan mengeluarkannya perlahan lahan.
"Kalau itu memang yang nyonya kan. dengan segenap hati Ratih bersedia menjadi menantu sekaligus istri dari pak Ricko. tutur Ratih.
Sebuah senyuman kemenangan terukir manis di bibir ibu Susi. dia sebenarnya tidak tega melakukan hal semacam ini apalagi ke pada calon mantunya tapi apa boleh buat dia terpaksa melakukan ini karena takut mendapat penolakan dari Ratih.
Ratih yang mendapat perlakuan hangat dari ibu Susi segera bangkit dan berdiri di hadapan ibu Susi. tak berlangsung lama tiba tiba saja ibu Susi memeluknya dengan erat.
"Maafkan Tante, Tante terpaksa melakukan ini semua. Tante takut kalau kalau kamu nanti akan menolak menjadi menantu Tante." ucap ibu Susi sambil menepuk-nepuk bahu Ratih.
Ratih meregangkan pelukannya seraya berkata," Saya seharusnya meminta maaf bukan Tante. karena saya sudah banyak merepotkan Tante. saya juga minta maaf atas apa yang di lakukan Tania nanti kalau uang saya sudah terkumpul saya janji, saya akan membayar semua kerusakan yang di sebabkan oleh Tania." ucap Ratih sambil menghapus air mata di pipinya.
"Jangan pikirkan masalah uang, semuanya tidak berarti sekarang yang berarti adalah kamu. maaf karena Tante sudah membuat kamu menangis hari ini." sahut ibu Susi yang diiringi senyuman manis.
"Terima kasih banyak Tante karena Tante sudah memaafkan Tania." ucap Ratih yang membalas senyuman ibu Susi.
"Sudah jangan pikirkan lagi di sini Tante yang salah kok. kalau begitu Tante pulang dulunya soalnya Tante harus mempersiapkan segera acara pernikahanmu dengan Ricko." pamit ibu Susi yang kini melangkah pergi meninggalkan Ratih dan Tania.
"Kakak, kakak tidak apa apa...??" tanya Tania dengan nada khawatirnya.
__ADS_1
Brukkk...... ( Ratih memukul bahu Tania dengan keras.)
"Apa yang kamu lakukan..?? kenapa kamu sampai bisa melakukan hal gila sampai milyaran." tutur Ratih dengan nada kesalnya.
"Kak itu. aku sungguh tidak sengaja, beneran." sahut Tania bergelayu manja di lengan Ratih.
"Apa itu sebabnya kamu sampai di pecat...??" tanya Ratih yang mendapat anggukan dari Tania.
"Sekarang hidup kakak di pertaruhkan. orang kaya memang suka sekali bermain main dengan hidup." ketus Ratih kesal.
"Maafkan Nia kak. gara gara Nia kakak harus menikah dengan laki laki ****** itu." ucap Tania merasa menyesal.
"Sudahlah jalani saja hidup bagaikan air mengalir." sahut Ratih pasrah.
"Apa kakak menyukai laki laki itu." tiba tiba saja pertanyaan itu terlintas di dalam pikiran Tania.
"Kakak juga tidak tahu Nia, jujur walaupun nyebelin, kasar dan menjengkelkan tapi kakak merasa sangat nyaman berada di dekat pak Ricko. entah kenapa apapun yang pak Ricko lakukan pada kakak, kakak tidak bisa marah ke padanya walau kakak memaksa membencinya tetap saja tidak bisa." ucap Ratih dengan suara nampak berat.
"Jangan jangan kakak sudah jatuh cinta lagi sama pak Ricko." tutur Tania.
"Jangan asal bicara mana mungkin Kakak bisa segitu mudahnya jatuh cinta pada laki laki seperti pak Ricko." sahut Ratih cepat.
"Cinta itu tidak mengenal usia kak, cinta itu juga tidak mengenal baik buruk dan cinta bisa datang kapan aja." tutur Tania dengan penuh senyuman.
"Adik kakak sudah dewasa rupanya ya." ucap Ratih yang mengacak-ngacak rambut Tania.
"Kakak..." rengek Tania tidak terima rambutnya di rusakin.
**Bersambung.......
🌹🌹🌹🌹🌹
Maafkan kalau banyak typo maklum baru belajar.
__ADS_1
👉👉 Bantu vote dan like dong kak please 👇👇**