
"Papa ingin berbicara bisakah kamu tolong bantu Papa." tutur Amitabh Bachchan menatap hangat ke arah Rahul.
"Kakek mau ke mana?? biar Ratih saja yang bantu." Amitabh Bachchan langsung tersenyum. "Tidak apa-apa sayang kakek bisa jalan sendiri hanya kadang keram sedikit saja." Amitabh langsung di bantu berdiri oleh Rahul.
"Papa mau ke mana...??" tanya Rahul seraya berjalan mengikuti Amitabh Bachchan di belakang, takut terjadi sesuatu pada ayah angkatnya ini apalagi di usianya yang tidak lagi muda.
Amitabh Bachchan terus berjalan hingga kini dia sudah berada di atas panggung. "Tes... tes..." suara Amitabh Bachchan kini memegang mix. semua orang langsung terdiam menoleh ke sumber suaran suasana pun menjadi hening.
"Hadirin semuanya, selamat datang di acara ulang tahun ku. maaf karena aku tidak menyambut kedatangan kalian semua tapi dalam hatiku aku ucapkan terima kasih atas kedatangan kalian semua." tutur Amitabh Bachchan di ikuti tepukan tangan meriah semua orang nampak senang. "aku tidak menyangka di usiaku yang seperti ini aku mendapatkan hadiah yang paling berharga dalam hidupku. aku sempat berpikir kalau aku tidak akan pernah mendapat kesempatan lagi, tapi Tuhan berkehendak lain. Tuhan akhirnya mengabulkan doa yang ku pinta selama ini. kalian pasti sudah tau bukan kalau aku kehilangan anak dan cucuku belasan tahun yang lalu. hari ini, di acara ini, aku bertemu kembali dengan cucuku." mata Amitabh Bachchan berlinang menatap ke arah Ratih dan Tania. " Aku pernah bersumpah jikalau nanti aku dikasih kesempatan bertemu dengan anak dan cucuku lagi maka aku akan menyumbangkan lima juta Rupee ke yayasan pundi amal, lima juta Rupee ke setiap sekolah, 5 juta Rupee ke anak yatim-piatu dan lama juta Rupee ke panti asuhan. maka hari ini aku akan membayar semua sumpah ku itu. Ratih Tania kemari nak." perintah Amitabh Bachchan seraya menyapu air mata yang membasahi ujung pelipis matanya.
"Sayang berikan Alif pada Ibu, kasian dia baru tidur." Ucap Ibu Susi kini mengambil alih Alfin dari pangkuan Ratih.
"Sayang aku ikut ya, aku sebagai suamimu harus selalu menemani istrinya." tutur Ricko mengekor di belakang Ratih.
Ratih dan Tania kini sudah berdiri tepat di samping kakeknya itu, kedua wanita itu juga ikut berlinang air mata "Terimakasih Tuhan, Terimakasih engkau telah mempertemukan kami dengan keluarga kami lagi. aku berjanji kalau aku akan selalu menjadi Kakek dan adikku agar kami tidak terpisah lagi."
"Bro sekarang kita sudah jadi soudara, jadi aku harus memanggilmu apa tidak mungkin kan aku sebut namamu dengan sebutan Rahul lagi kan di sini kamu lebih tua dariku." bisik Ricko di telinga Rahul. dua laki-laki itu berdiri sedikit jauh dari Amitabh Bachchan, Ratih dan juga Tania.
"Ricko apa yang kamu bicarakan kita ini sudah berteman sejak lama, panggil saja aku dengan sebutan yang biasa kamu panggil." Rahul tersenyum tipis mendengar perkataan Ricko barusan.
"Tidak mungkin, kau ini kan anaknya Paman Ami sedangkan aku hanyalah suami dari cucunya jadi aku harus memanggilmu dengan sebutan Om, Om Rahul hahahaha..." Ricko tertawa kecil ia merasa sangat aneh jika harus memanggil Rahul dengan sebutan Om jelas-jelas di sini dia lebih tua dari pada Rahul, ya walaupun terpaut satu tahun tapi tetap saja Ricko lebih tua.
"Jangan menertawakan ku dari dulu kamu selalu saja menertawakan ku." gerutu Rahul.
__ADS_1
"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa sampai bertemu dengan cucuku kan, kalian tau wanita itu." tunjuk Amitabh Bachchan ke arah Ibu Susi. semua orang pun ikut melirik ke arah yang di tunjukkan oleh Amitabh Bachchan. "Dia adalah teman baikku sekaligus mertua dari cucuku Ratih. aku tidak pernah menyangka kalau dia akan memberikanku hadiahkan sebesar ini. hadiah bertemu dengan cucu-cucu ku, tidak ada hadiah satupun yang membuatku bahagia selain kembalinya cucuku. khukkk... khukkk..."
"Kakek tidak apa-apa." Tania dan Ratih langsung memegang bahu Amitabh Bachchan, khawatir akan kesehatan kakeknya itu.
"Tidak apa-apa sayang, Kakek sudah biasa seperti ini Kakek sudah tua jadi wajar kalau kakek sakit-sakitan" sahut Amitabh Bachchan sesaat setelah ia menjauhkan mix dari mulutnya.
"Kakek... jangan bicara seperti itu, Kakek pasti akan sembuh mulai sekarang Ratih akan merawat Kakek." ucap Ratih merasa sangat kasihan pada kakeknya itu, apalagi di usia sangat tua seperti ini. Ratih sangat menyesal kenapa tidak dari dulu ia ke India sewaktu Ibu Susi pergi waktu itu.
"Tapi aku juga masih kurang beruntung karena Tuhan tidak mengizinkan aku bertemu lagi dengan anakku, Suram. hik... dia sudah pergi lebih dulu meninggalkanku mungkin Tuhan lebih sayang padanya." kini suara Amitabh Bachchan pilu bayang-bayang Suram tergiang di kepalanya. laki-laki tua itu berusaha menghapus air matanya. (Di sini Ratih sudah menceritakan pada kakeknya kalau ibunya dan ayahnya sudah meninggal, maaf ya author singkat ceritanya sesingkat mungkin. maklum author sangat sibuk apalagi membuat dua novel)
"Maafkan aku Ami seharusnya aku dari dulu memaksa Ricko dan Ratih berbulan madu di India, kalian pasti tidak akan terpisah selama ini. tapi tidak apa-apa lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali."
"sekarang aku ingin menebus semua kesalahanku. dengar semuanya ini adalah pengumuman penting kepada semua rekan bisnisku. aku sudah putuskan kalau aku mewarisi semua hartaku pada cucu dan anakku Rahul. masing-masing dari mereka mendapatkan tiga puluh persen dari semua hartaku. semua investor dan saham ku yang ada di India aku berikan pada anakku Rahul."
"Rahul anakku kamu harus tetap mendapatkankanya tenanglah Ratih dan Tania tidak akan sanggup menghabiskan semua hartaku jadi jangan menolak pemberianku ini. ini sudah jadi keputusan Papa. kamu akan tetapi mengambil alih semua perusahaan Papa yang ada di India. biar Ratih dan Tania mengambil perusahaan Papa yang lain di luar negeri." Amitabh Bachchan memegang erat tangan Rahul, membuat laki-laki itu tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menerima semua apa yang sudah di katakan oleh Papanya ini.
"Iya kamu berhak kok menerimanya. lagian aku dan Tania tidak tau masalah perusahaan apalagi dunia bisnis. aku memang belum sepenuhnya mengenal kamu tapi aku yakin kamu adalah orang yang tepat mengurus perusahaan." ucap Ratih menyakinkan.
"Kakek senang mendengarnya, teryata kamu tidak tergiur dengan harta Kakek pikir kamu akan marah." Amitabh Bachchan tersenyum penuh kagum pada Ratih, teryata dia memiliki cucu baik hati. "Suram kamu telah merawat cucuku dengan baik, aku sangat bangga."
"Kakek... untuk apa aku tergiur dengan harta, harta suamiku saja aku sangat susah menghabiskannya. apalagi di tambah harta Kakek yang sangat banyak ini. siapa yang mau menghabiskannya." ucap Ratih "Kalau bisa harta Ratih kasih saja pada Tania seperti dia bisa menghabiskannya." sambung Ratih lagi kini melirik ke arah Tania.
"Enak saja, Kakak pikir aku perempuan matre apa. uang yang di beri kak Ricko saja tidak habis-habis padahal aku sudah ratusan kali mentraktir temanku tapi tetap saja uangnya tidak habis-habis. hehhh..." tolak Tania cepat.
__ADS_1
"Hahahaha..... rupanya cucuku sangat di manja oleh oleh keluarga Adiningrat ya, baiklah kalau begitu semua warisan Kakek, Kakek serahkan pada suami kalian masing-masing. biar mereka saja yang memikirkan bagaimana cara menghabiskan uang."
"Tapi Tania tidak punya suami Tania kan belum menikah." sahut Tania.
"Kalau begitu berikan saja pada Kevin dia kan pacarmu tidak lama lagi kalian juga nantinya akan menikahi." ucap Ratih memberi solusi.
"Tapi..."
"Kevin, dia pria yang baik Kakek sangat setuju kalau kamu menikah dengannya kalau begitu Kakek akan segera menyiapkan pernikahan kalian khuk... tidak usah di tunda lagi mumpung Kakek masih bernafas."
"Kakek...."
"Orang kaya memang aneh ya, kadang mereka bertengkar gara-gara harta kadang mereka tidak mau berusaha dengan harga sungguh membingungkan." bisik tamu A.
"Kalau mereka bertengkar itu namanya orang kaya jadi-jadian ini mah beda, kalau ini bukan orang kaya lagi tapi sultan. beda sultan ama orang kaya." bisik tamu B.
"Iya benar sultan memang aneh. suamiku boro-boro ngasih aku harta, aku minta di beliin tas baru aja harus bertengkar dengannya baru di beliin." sahut tamu C.
"Hadeh..... tidak di Indonesia tidak di India namanya ibu-ibu pasti suka gosip wkwkwk...
Bersambung.....
Maaf terlambat.
__ADS_1