Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 75


__ADS_3

flashback


Selfi berjalan anggun memasuki cafe dengan tangannya yang selalu di genggam oleh seorang pria membuat wanita itu tak henti hentinya tersenyum. namun senyuman Selfi seketika langsung memudar tak kala saat melihat sosok wanita yang sangat ia kenal.


"Ratih...." guma Selfi setelah itu matanya beralih ke arah pria yang menggenggam jemarinya.


"Sayang kamu duduk duluan nanti aku akan menyusul. aku mau bertemu temanku sebentar." ucap Selfi sedangkan laki laki itu hanya mengangguk pertanda kalau dia mengerti.


"Wanita ****** pembalasanku akan segera datang aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia setelah apa yang telah kamu lakukan kepadaku wanita sialan." membatin Selfi seraya berjalan menghampiri resepsionis cafe.


"Permisi." ucap Selfi dengan nada ramahnya.


"Iya nona ada yang bisa kami bantu." jawab resepsionis tersebut juga dengan nada ramahnya.


"Apa boleh saya tau makanan apa yang di pesan wanita itu." tanya Selfi seraya menunjuk ke arah Ratih yang asyik dengan ponsel di tangannya.


"Maksud anda pesanan atas nama nyonya Ratih." jawab resepsionis.


"Iya benar sekali."


"Sebentar nona saya lihat dulu."


"Nona, nyonya Ratih Adiningrat memesan mie goreng aceh dan jus lemon masam." ucap resepsionis.


Sebuah senyuman licik pun terukir indah di bibir Selfi." tolong taburkan ini ke pada makanannya." ucap Selfi seraya mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Maaf nona kalau saya boleh tahu anda siapanya nyonya Ratih ya...??"


"Saya ini kakaknya, adik ku Ratih sedang sakit dia sangat susah minum obat jadi kalau setiap makan kami harus menaburkan ini di makannya agar dia mau minum obat." jawab Selfi mencoba menyakinkan.


"Baiklah nona akan kami lakukan. sebelum itu apa saya boleh tahu nama anda siapa...??"


"Namaku Mawar. dr. Mawar aku bekerja di rumah sakit xxx." jawab Selfi lagi.

__ADS_1


"Sekali tepuk dua nyamuk mati. kalian berdua akan menerima pembalasanku."


"Baiklah nona kalau begitu anda boleh melanjutkan makanan anda." tutur resepsionis.


"Terimakasih."


"Bukan kah tidak seru jika tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu." membatin Selfi seraya melangkah mendekati Ratih.


*****


"Cepat siapkan mobil." gerutu Ricko lalu dengan sigap mengendong tubuh Ratih yang nampak lemas tak berdaya. ya, kini Ratih sudah pingsan.


"B-Baik." ucap Han dengan bibir gemetar.


"Bos. nona Ratih kenapa bos...??" tanya Kevin saat melihat tiba tiba Ricko sudah mengendong tubuh Ratih.


"Jangan banyak tanya cepat siapkan mobil." bentak Ricko kini wajah Ricko tidak bisa di artikan.


"Sayang cepat bangun jangan membuat aku tambah takut." ucap Ricko seraya mengelus tangan Ratih lembut.


"Vin apa kamu tidak bisa mengendarai lebih cepat lagi."


"B-Baik bos."


Mata Ricko langsung membulat penuh ketika melihat baju Ratih sudah di penuhi darah di area pahanya.


"Apa ini kenapa baju Ratih mengeluarkan darah." ucap Ricko panik laki laki itu bahkan sudah tidak bisa berpikir dengan jelas.


"Sepertinya nona Ratih pendarahan."


"Pendarahan apa itu pendarahan...??"


"Saya juga kurang tahu bos."

__ADS_1


"Kalau begitu cepat, aku tidak mau terjadi sesuatu pada istri dan calon anakku."


"Sayang dengarkan aku, aku mohon cepat buka matamu. sayang...." ucap Ricko kini matanya sudah berkaca kaca.


Di rumah sakit.


"Dokter..."


"Dokter..." teriak Ricko kini mengendong Ratih.


Suster yang mendengarkan teriakan Ricko pun segera berlari menghampirinya.


"Tuan silahkan bawa kemari." ucap suster itu seraya menunjukkan ruangan UGD


Suster yang lain pun segera memencet tombol merah pertanda telah terjadi sesuatu yang darurat. para dokter pun segera berlari menghampiri ruangan UGD.


"Tuan muda Ricko." ucap salah satu dokter baru tiba di ruangan UGD seraya menundukkan kepalanya, dokter yang lain pun mendengar nama Ricko juga ikut menundukkan kepalanya.


"Cepat selamatkan istriku dan calon anakku." teriak Ricko nampak Frustasi.


"B-Baik taun muda."


"Tuan maaf atas kelancangan saya, tapi saya harap anda bisa menunggu di ruangan tunggu biarkan kami melakukan tugas kami disini." ucap salah satu suster memberanikan diri.


"Menunggu kamu bilang, aku tidak bisa menuggu sementara Istriku terbarik lemas di sini." teriak Ricko seraya meremas kedua bahu suster yang berbicara dengannya tadi.


"Ricko...." ucap sesorang di belakang Ricko.


"Ibu...."


🌹🌹🌹🌹🌹


Maaf pendek pikiran author lagi buntu ini, mohon di maklum, kalau di paksa takut entar malah nyasar kemana mana 😔🙏

__ADS_1


__ADS_2