
Selfi turun dari mobil dengan terburu buru dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ricko. pesan yang ia dapat dari Aldi sungguh membuat suasana hatinya sangat buruk sekarang. dengan langkah panjang Selfi memasuki acara gedung resepsi pernikahan Ricko dan Ratih.
"Maaf apa anda punya kartu undangan...??" tanya penjaga pintu, yang memang khusus untuk menjaga ke amankan Ricko dan keluarganya.
"Aku tidak perlu surat undangan untuk masuk. jadi cepat menyingkir dari hadapanku." terdengar suara Selfi penuh penekanan.
"Maaf anda tidak di izinkan masuk jika anda tidak memiliki kartu undangan. silahkan pergi." ucap penjaga satunya lagi yang masih dengan nada ramahnya.
"Apa?? kalian mengusirku. berani sekali kalian mengusir kekasih dari tuan kalian sendiri. aku Selfi, Selfi Rahayu kekasih Ricko Adiningrat." sahut Selfi dengan sedikit berteriak.
Kedua penjaga itu saling pandang mereka saling berpikir dalam pikiran mereka masing masing.
"Maafkan kami nona Selfi tidak mengenali anda." ucap penjaga tadi seraya menundukkan kepalanya. penjaga itu baru ingat kalau beberapa waktu lalu sekretaris Kevin pernah menyebutkan kalau wanita bernama Selfi adalah ke kasih Ricko.
"Jangan pernah kalian menampakkan wajah kalian lagi di hadapanku." tutur Selfi merapatkan giginya sambil melangkah masuk.
Selfi begitu terkejut saat melihat siapa yang memakai baju pengantin. keningnya berkerut, matanya menatap tajam pria yang berada di samping wanita yang memakai baju pengantin itu.
"Hentikan ini..." teriak selfi di aula pernikahan Ratih dan Ricko. bahkan dia menghancurkan makanan yang ada di situ dan melemparnya sembarang arah.
selfi melangkah mendekati Ratih dan Ricko yang sedang menyalami tamu.
"Plakkk......"
Sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi mulus Ratih.
"Dasar wanita b****** berani beraninya kamu menikah dengan ke kasihku." teriak Selfi berhasil membuat semua para tamu melihat ke arahnya.
"Selfi apa yang kamu lakukan." tutur Ricko dengan tatapan tajam.
"Kenapa kamu menikahinya Ricko, bukankah kamu sudah berjanji kalau kamu akan menikahi ku."
Plakkk.....
Sebuah tamparan balas berhasil mendarat mulus di pipi Selfi.
__ADS_1
"Dasar wanita ular berani beraninya kamu menampar menantuku." teriak ibu Susi yang tak kalahnya dengan Selfi.
"Sekarang aku tahu Ricko. sekarang aku tau kalau kamu lebih takut pada ibumu ketimbang dengan janjimu." tutur Selfi dengan tangan kanan memegang pipinya yang sudah bengkak.
"Apa yang kalian tunggu, cepat bawa wanita ular ini keluar dari sini sekarang juga." teriak ibu Susi sambil melirik ke arah pengawal yang sadari tadi mematung di tempat.
Dengan gerak cepat dua pengawal dengan tubuh yang besar mencoba memegang tangan Selfi dan berusaha menyeretnya ke luar.
"Lepaskan aku. dengar aku akan memberimu pelajaran wanita sialan." teriak Selfi yang kini tengah di seret keluar.
"Sayang apa kamu baik baik saja...??" tanya ibu Susi yang sadari tadi melihat Ratih hanya diam membisu.
"Saya baik baik saja Tante." jawab Ratih berusaha tersenyum ramah.
"Ricko apa yang kamu lakukan cepat bawa istrimu ke kamar dan kompres pipinya." perintah ibu Susi sedikit kesal saat melihat Ricko hanya diam saja.
"Cepat...." sambung ibu Susi lagi sambil melotot.
Dengan gerak cepat Ricko berjalan mendekati Ratih dan langsung memangpanya masuk ke dalam kamar.
"Maaf nyonya saya tidak tahu. saya tadi keluar sebentar." jawab Kevin.
"Pasti ada seseorang yang memberitahu ular itu, kalau tidak mana mungkin dia bisa tahu kalau Ricko menikah hari ini." guma ibu Susi sambil berpikir.
Kemudian ibu Susi melirik ke arah Aldi dengan lirikan penuh penyelidik. Aldi yang menyadari kalau ibu Susi tidak henti hentinya menatap ke arahnya membuat Aldi menelan ludah dengan kasar.
"Maaf Tante aku tidak sengaja memberitahu Selfi kemaren." ucap Aldi yang takut mendapat amukan dari ibu Susi.
"Tidak sengaja bagaimana...??" tanya ibu Susi yang kini mulai mendekati Aldi.
Aldi menggaruk kepalanya yang tidak gatal." Maafkan Aldi Tante." tutur pria itu merasa bersalah.
"Lain kali jangan ulangi lagi." tegas ibu Susi lalu melangkah pergi.
"Baik Tante." sahut Aldi seraya menunduk kepalanya.
__ADS_1
"Hahhh.... aku pikir hidupku akan berakhir di sini." sambung Aldi dengan tangan mengelus-ngelus dadanya.
***
"Apa masih sakit...??" tanya Ricko yang kini berada di dalam kamar yang memang di sediakan khusus untuknya dan Ratih.
"Saya tidak apa apa." jawab Ratih sambil mencoba melepaskan bahunya dari tangan Ricko.
"Pipimu terlihat bengkak. tunggu sebentar aku akan mengambil air dingin untuk mengompres pipimu." tutur Ricko lalu berbalik melangkah pergi.
"Kenapa dia tiba tiba sangat perhatian. batin Ratih.
Selang beberapa saat Ricko kembali dengan membawa baskom kecil dan sapu tangan di tangannya. Ricko berjalan mendekati Ratih yang kini duduk di sofa, Ricko menaruh baskom di tangannya dengan sangat kasar di atas meja sehingga percikan air baskom mengenai wajah Ratih.
"Sekarang bersihkan sendiri aku tidak punya banyak waktu mengurus mu." tegas Ricko.
"Jangan pikir aku menikahi mu itu karena aku mencintaimu. dan jangan pikir kalau aku perhatian ke padamu selama ini itu karena aku suka kepadamu, itu salah. aku melakukan ini semua karena terpaksa." sambung Ricko lagi.
Hati Ratih terasa perih ketika mendengar perkataan Ricko barusan. ia tahu kalau pernikahan yang ia jalani ini bukan atas kemauan Ricko melainkan karena paksaan. tapi entah kenapa hatinya begitu sakit menusuk jantung saat mendengar perkataan Ricko.
"Bapak pikir saya mau menikah dengan bapak, asal bapak tau ya saya juga terpaksa menikah dengan bapak. saya juga tidak mencintai bapak." ucap Ratih yang kini berdiri dia juga tidak mau kalah dengan Ricko.
Entah kenapa hati Ricko juga seakan akan tercabik-cabik Ketika mendengar perkataan Ratih barusan.
"Kalau begitu mari kita membuat kesepakatan. di depan ibuku kita bersikap layaknya suami istri tapi selain itu tidak. hanya di depan ibuku." terdengar suara Ricko penuh penekanan.
"Baik. kalau itu kemauan anda dengan senang hati saya akan melakukannya. tapi saya minta satu hal pada bapak. bapak jangan mintak saya melakukan hal yang suami istri lakukan." sahut Ratih dengan berat hati tapi entah kenapa Ratih sampai mengatakan hal seperti itu.
"Itu tidak masalah. tapi aku ingatkan kepadamu jangan pernah kamu bersentuhan dengan laki laki lain di saat kamu masih menjadi istriku. karena aku tidak suka sesuatu yang menjadi milikku di sentuh oleh orang lain." sahut Ricko yang merasa tidak rela jika Ratih bersentuhan dengan laki laki lain.
**Bersambung......
🌹🌹🌹🌹🌹
Maaf kak kalau ada typo maklum lah baru belajar. mohon dukungannya dan saran dari reader agar author bisa memperbaiki mana yang salah.
__ADS_1
👉👉 Ayo bantu vote biar makin maju hehehe 🤭😁 👇👇**