Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 121


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu tiga jam pesta kini acaranya berakhir sudah, semua orang sudah pulang ke rumah mereka masing-masing hanya tersisa keluarga Adiningrat dan Amitabh Bachchan saja dalam aula gedung.


"Ayo kita kembali ke hotel ini sudah larut." tutur Ibu Susi mengajak mereka semua.


"Tidak Susi kalian tidak boleh kembali ke hotel, kalian semua akan pulang ke mansion ku." sahut cepat Amitabh Bachchan.


"Kamu yakin ingin menampung kami semua??" tanya Ibu Susi.


"Kenapa?? kamu meragukan mansion ku??" tanya balik Amitabh Bachchan.


"Bukan. aku hanya tidak ingin merepotkan mu."


"Hahaha... kamu ini bicara apa Susi. kita sudah berteman sejak lama dan kita sekarang besan jadi mana mungkin kalain merepotkan ku. sudah ayo kita pulang sekarang." Amitabh Bachchan langsung memimpin jalan.


"Tunggu." ucap Tania tiba-tiba membuat semua orang menghentikan langkahnya.


"Nia ada apa??" tanya Ratih seraya menghampiri Tania masih mematung di belakang melirik setiap sudut ruangan.


"Aku dari tadi tidak melihat Kevin dan Mawar apa Kakak melihat mereka??" Ratih juga ikut melirik setiap sudut ruangan. "Iya ya Kakak juga dari tadi tidak melihat mereka kemana mereka??"


"Aku akan mencoba menghubunginya." Ricko sontak mengambil ponselnya mencari nama Kevin setelah dapat laki-laki itu langsung menghubungi Kevin. satu, dua bahkan sudah tiga kali Ricko berusaha menghubungi Kevin tapi tidak ada tanda tanda kalau panggilannya akan di angkat.


"Masih belum di angkat..??" tanya Ibu Susi khawatir.


"Belum Bu." jawab Ricko kini mencoba menghubungi Kevin lagi.


"Mungkin mereka sudah kembali duluan ke hotel, apalagi kalian habis dari perjalanan jauh pasti kelelahan." ucap Rahul menerkam-nerka.


"Dia kembali ke kamar bersama Mawar, apa yang mereka lakukan??" batin Mawar.


"Begini saja kalian duluan saja pulang ke mansion biar aku yang memanggil Kevin dan Mawar." tutur Rahul.

__ADS_1


"Aku ikut..." kata Tania cepat.


"Tania cucuku kita pulang saja biar Rahul saja yang akan mencari mereka." sahut Amitabh Bachchan melarang Tania ikut serta.


"Tapi Kek."--- "Biarkan saja dia ikut, biar dia bertemu dengan kekasihnya mungkin dia lagi rindu." ucap Ibu Susi memotong pembicaraan Tania.


"Hah... iya kamu benar Susi, anak zaman sekarang sangat susah di atur apalagi masalah percintaan. ya sudah ayo kita pulang." Amitabh Bachchan langsung memimpin kembali jalan. semua para staf langsung menunduk kepada mereka ketika mereka melihat rombongan Amitabh Bachchan. serasa seperti menjadi raja dan ratu hehehehe.


Tania dan Rahul bergegas hendak menaiki lift kini mereka hampir sampai di pintu lift. Rahul langsung mengangkat tangannya menekan tombol lift. tak berlangsung lama pintu lift pun terbuka dan mereka langsung di kejutkan dengan adanya Kevin dan Mawar di dalam suasana pun menjadi hening.


"Tania..." Kevin begitu terkejut ketika melihat Tania berada tepat di depannya lalu matanya langsung melirik ke arah Rahul.


"Kalian mau ke mana...??" tanya Kevin cepat dengan tatapan tidak kesukaannya saat melihat Tania bersama Rahul.


"Kami baru saja ingin menyusul kalian ke kamar hotel." jawab Kevin cepat.


Sementara Tania mengerutkan keningnya ketika ia memperhatikan Kevin dan Tania merasa sedikit ganjil. "Apa sedang yang mereka lakukan? kenapa rambu kak Mawar terlihat berantakan dan apa itu." Tania menangkap tanda merah di leher Mawar.


"Mawar tunggu." ucap Rahul menyusun Mawar pergi.


"Sayang katakan kenapa kamu pergi bersama Rahul?? kalian mau kemana sebenarnya..??" tanya Kevin berjalan mendekati Tania masih mematung di tempat.


"Jangan bertanya yang tidak perlu. jawab aku kalian habis ngapain??" tanya Tania dengan tatapan penuh penyelidik.


"Jangan membalikkan pertanyaan ku sayang. kenapa kamu dan Rahul bisa bersama. kalian akan pergi ke mana sebenarnya ??"


Mata Tania langsung membulat penuh saat melihat dada Kevin memerah seperti tomat seperti habis di cakar. "Kenapa dada kamu bisa merah seperti itu." Tania langsung teringat apa yang ia lihat tadi pada Mawar, merah di leher dan rambut acak-acakan.


"Ini bukan apa-apa." Kevin sontak mengancing bajunya kembali sempat terbuka.


"Jawab aku kalian habis ngapain kenapa Mawar bisa memiliki tanda merah di lehernya dan kamu juga bekas cakaran siapa ini.??" Tania seakan tidak bisa sabar lagi merobek paksa kerah kemeja Kevin agar dia bisa melihat dengan jelas.

__ADS_1


"Sayang apa yang kamu lakukan. ini itu bukan apa-apa tadi aku jatuh di closed dan dadaku terkena shower mandi makanya merah seperti ini."


"Oh, jadi maksudmu Kak Mawar juga terpeleset di closed hingga di memiliki tanda merah sama sepertimu." wajah Tania tidak bisa di artikan lagi.


"K-Kalau Mawar aku tidak tau."


"Kakak pikir aku wanita bodoh apa, yang bisa menerima alasan konyol seperti itu. ini bukan bekas terpeleset melainkan bekas cakar. hah... sekarang Tania baru paham kemana kalian pergi dari tadi."


"Sayang dengerin penjelasan aku dulu. a-aku--"


"Jangan menyentuhkan, aku sudah tau apa yang terjadi kalian pasti sudah...." mata Tania langsung berkaca-kaca.


"Sayang...."


"Aku bilang jangan menyentuhku, tangan kotor mu itu tidak pantas menyentuhku sama sekali." kini air mata jatuh sudah.


Dada Tania seakan sesak membayangkan apa yang di lakukan Kevin dan Tania. wanita itu langsung membalikkan badannya pergi meninggalkan Kevin namun Kevin dengan cepat memeluk erat Tania.


"Sayang maafkan aku dengarkan aku dulu aku mohon. percayalah padaku aku tidak melakukan apapun dengan Mawar." bujuk Kevin.


"Lepasin... mulai sekarang kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi." teriak Tania meluapkan emosinya.


"Sayang apa yang kamu katakan. tidak, aku tidak bisa berpisah denganmu." ucap Kevin mulai panik takut kehilangan sosok wanita yang paling berharga dalam hidupnya.


"lepasin...."


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu. kamu adalah milikku. kamu milikku, aku akan membuat kamu menjadi milikku seutuhnya."


**Bersambung.....


Jangan Kevin kamu berdosa banget**....

__ADS_1


__ADS_2