Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 124


__ADS_3

Kevin membuang nafas kasarnya sebelum sesaat ia akan memberitahu semua apa yang terjadi saat ia meninggal acara pesta Kakek Ami. Laki-laki itu menatap lembut ke arah Tania, dari pada masalahnya semakin rumit lebih baik ceritakan saja lagi pula hanya Tania yang mendengarkannya tidak ada orang lain. Kevin pun mulai bercerita dari awal semenjak ia hendak pergi mengikuti Tania dari belakang dan bertemu dengan Mawar. (Ceritanya aku sambung aja ya biar enggak bertele-tele.)


Flashback on.


"Sudah jangan nangis ayo kita ke acara pesta tuan muda Ricko dan Ibu Susi pasti mencari kita sekarang." ajak Kevin setelah merenggangkan pelukannya menatap hangat ke arah Mawar.


Mawar pun menghapus semua air matanya berusaha membuat keadaan seperti semula. "Iya kamu benar Tante pasti sedang menunggu kita." ucap Mawar seraya bangkit dari lantai. Kevin dan Tania pun bersamaan keluar dari kamar setelah sesaat mereka merapikan kembali baju mereka yang sedikit berantakan dan Kevin memakaikan jas dan dasinya kembali.


Mereka berdua beriringan melangkah hendak menaiki lift namun langkah Mawar terjeda seketika tak kala merasakan sakit karena rambutnya sudah di tarik seseorang di belakang dengan kasar.


"Aaauuu...."


"Kurang ajar, ini semua gara-gara kamu perempuan sialan. Gara-gara kamu Ricko jadi menikah sama OB murah itu, aku tidak akan mengampunimu." teriak orang itu menarik kasar rambut Mawar hingga membuat tubuh Mawar tergusur ke lantai.


"Selfi..." guma Kevin tak percaya sesaat setelah ia membalikkan badan dan mendapati Selfi sedang menarik kasar rambut Mawar. "Apa yang kau lakukan?? lepasin Mawar!!" Kevin bergegas menolong Mawar.


"Hahahaha dia tidak akan pernah aku lepaskan gara-gara dia aku kehilangan orang yang aku cintai." ucap Selfi seraya tertawa dengan tangan masih menarik kasar rambut Mawar. "Lepasin kak aaaaaa... lepasin." Mawar berusaha keras melepaskan rambutnya.


"Kau benar-benar sudah gila." kini Kevin membantu Mawar dari amukan Selfi, Kevin berusaha keras melepaskan rambut Mawar dari tangan Selfi hingga membuat dirinya juga kenak amukan dari Selfi.


"Cepat pergi dari sini aku akan menanganinya." tutu Kevin setelah berhasil melepaskan rambut Mawar dari dekapan Selfi


"Tapi Vin." ucap Mawar hendak ingin membantu Kevin.


"Sudah jangan pikirkan aku, cepat pergi dari sini." Kevin berusaha keras mengunci tubuh Selfi hingga membuat laki-laki itu mendapat beberapa berkas cakaran.


"Itu dia nona Selfi ayo kita tangkap." ucap beberapa orang laki-laki mengunakan stelan kemeja seragam putih polos.

__ADS_1


"Lepasin aku... lepasin..." teriak Selfi tak kala tangannya sudah di pengang erat oleh beberapa orang laki-laki bertubuh besar menggunakan seragam putih polos itu. Kevin langsung melepaskan dirinya ia sontak mundur beberapa langkah.


"Maaf tuan atas kelalaiannya kami." ucap salah satu dari mereka. Lalu membawa Selfi pergi secara paksa


"Lepasin... lepasin... kalian semua tidak akan aku ampuni aku pasti akan membuat kalian membayar semuanya." teriak Selfi.


"Selfi..." guma seorang wanita paruh baya dengan suara lantang. "Cepat bawa dia pergi jangan sampai dia membuat onar lagi." perintah wanita paruh baya itu.


"Baik nyonya."


"Kevin kau tidak apa-apa....??" Mawar langsung menghampiri Kevin.


"Aku baik-baik saja tidak usah khawatir." jawab Kevin santai seraya merapikan kemejanya.


"Tapi Vin tangan kamu berdarah." Mawar merasa sesak melihat tangan Kevin mengalir darah segar.


"Kevin kamu tidak apa-apa nak...??" tanya wanita paruh baya itu seraya berjalan ke arah Kevin dan Mawar.


"Tante Balqis." Kevin sedikit terkejut sontak langsung menyalami wanita tua itu.


"Kamu tidak apa nak...??"


"Tidak Tante, Kevin baik-baik saja."


"Syukurlah. Selfi benar-benar keterlaluan dia sudah tidak bisa di kendalikan lagi." Tante Balqis membuang nafas gusar.


"Memangnya kenapa dengan Selfi Tante...??" tanya Kevin membuat Tante Balqis menatap Kevin dengan tatapan lesu.

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat, setiap hari sikap Selfi semakin emosional dia sangat susah di kendalikan, dia terus saja menyebut nama Ricko dan Ratih. Tante sangat khawatir entah apa yang akan dia lakukan kalau sampai dia bertemu dengan Ricko dan Ratih." Ucap Tante Balqis dengan tatapan berkaca-kaca. "Berjanji pada Tante kalau kamu tidak akan memberitahu siapa-siapa kalau kamu melihat Selfi, apalagi sampai Ricko tau, Tante sangat malu terhadapnya hik..." Tante Balqis memegang erat tangan Kevin.


"Iya Tante, Kevin janji. Kevin dan Mawar tidak akan bercerita masalah ini pada siapapun." sahut Kevin menyakinkan.


"Kevin Tante pergi dulu ya, Tante harus segera membawa Selfi kembali ke Australia, Tante takut dia akan membuat onar lagi." pamit Tante Balqis.


"Iya Tante hati-hati di jalan, kalau Tante butuh apa-apa telepon saja Kevin." ucap Kevin melambaikan tangannya.


Flashback off.


"Sekarang bagaimana aku sudah memberitahumu semuanya bahkan janjiku aku ingkar dengan Tante Balqis gara-gara kesalahpahaman yang tidak jelas ini." ucap Kevin melipatkan kedua tangannya di belahan dada. "Kamu harus menanggung semua dosaku, aku sudah berdosa pada Tante Balqis.


"Tapi tetap saja kak Kevin pria bajin***. kak Kevin berencana ingin memerkosa kak Mawar kan hik..hik..."


"Astaga sayang." Kevin menjambak rambutnya kasar. "Harus bagaimana lagi aku jelaskan padamu, aku melakukan itu semua karena aku ingin Mawar berbicara padaku, aku tidak bisa melihat dia mendiami ku terus menerus."


"Hik... Tetap saja kak Kevin pria tidak bermoral masih banyak cara lain kenapa mesti memakai cara itu." Tania mencoba menghapus air matanya, kini perasaannya sedikit lega karena Kevin tidak melakukan seperti apa yang ia pikirkan.


"Saat itu aku tidak punya pilihan lain pikiranku kacau a-aku tidak tau harus melakukan apa. Ku mohon percayalah aku tidak berbohong." Kevin mengatupkan kedua tangannya.


"Berikan aku sarapan, aku ingin memakainya." ucap Tania mengantikan topik lain.


"Apa itu artinya kamu memaafkan ku." Kevin tersenyum senang.


"Satu kesempatan lagi setelah itu tidak ada lagi."


"Benarkah terimakasih sayang." Kevin sontak melompat memeluk Tania erat.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2