Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
Kakek Ami


__ADS_3

"Nyonya..."---


"Di mana Alfin...??" tanya Ratih memotong perkataan pelayan pengasuh Alfin, yang kini berdiri tepat di depannya.


"Tuan muda Alfin bersama nyonya besar nyonya." jawab pelayan itu cepat.


"Apa Alfin menangis...??" tanya lagi Ratih,ia merasa resah kalau tidak melihatnya sendiri.


"Sayang sudah lebih baik kita pergi menemui ibu sekarang." ucap Ricko mengandeng tangan Ratih.


"Hem."---


"Papa..." Rahul sontak berlari menuju Amitabh. "Papa kenapa?? kenapa Papa menangis...??" tanya Rahul dengan tampang khawatirnya.


"Tante sebenarnya apa yang terjadi...??" kini Rahul menoleh ke arah Ibu Susi.


"Sepertinya Papa kamu teringat masa lalu." jawab Ibu Susi. "Ami dengarkan aku, aku tau kamu punya masa lalu yang buruk tapi itu sudah terjadi Ami. maksudku apa yang sudah terjadi tidak mungkin kita bisa merubahnya." ucap Ibu Susi berusaha menenangkan Amitabh Bachchan dengan lembut.


"Hik... kamu tidak tau Susi bagaimana aku merindukan anakku bertahun tahun lamanya, aku merindukan mereka setiap detik setiap menit bahkan setiap jam aku selalu memikirkan mereka. aku benar-benar menyesal karena kebodohan ku aku kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupku. aku benar-benar menyesal Susi...hik... hik..." Amitabh Bachchan tidak henti-hentinya menangis.


"Kau tau dulu aku menggendong Suram dan Sonia seperti ini." sambung Amitabh Bachchan lagi seraya memperagakan apa yang ia lakukan ketikan mengedong Suram dan Sonia waktu masih bayi.


"Mereka terus menangis kalau aku tidak mengendong mereka.ha... mereka bahkan tidak mau tidur kalau aku tidak di sampingnya ha... bukankah itu aneh Susi. seharusnya mereka lebih akrab pada ibu mereka." Amitabh Bachchan tersenyum membayangkan masa lampau.


Sorot mata Amitabh Bachchan tidak berpaling sama sekali ia terus saja menatap lembut Alfin, hidungnya yang mancung matanya yang sipit dan rambutnya yang tebal. mengingatkan Amitabh Bachchan kepada Suram. namun tampa sengaja bola mata Amitabh Bachchan menangkap sesuatu yang nampak bercahaya di leher Alfin, benda itu terasa sangat familiar baginya.


Dengan cepat Amitabh Bachchan menurunkan Alfin dari pangkuannya, meletakkan Alfin di atas sofa yang ia duduki.


"Ini...." ucap Amitabh Bachchan setelah sesaat ia mengambil kalung dari leher Alfin dan memperhatikan dengan sangat cermat.


"Di mana kamu mendapatkan kalung ini..." tanya Amitabh pada Ibu Susi, ia terkejut setelah mencoba mengingat-ingat.

__ADS_1


"Papa... mungkin---." ucap Rahul mengantungkan ucapannya karena Amitabh sudah mengisyaratkan diam.


"Kalung..." Ibu Susi menaikkan alisnya. "Aku tidak pernah menghadiahkan kalung kepada Alfin. Apa mungkin Ratih..??" terka Ibu Susi karena memang ia tidak pernah menghadiahkan kalung untuk Alfin.


"Sini coba aku lihat." tutur Ibu Susi seraya mengambil liontin dari tangan Amitabh Bachchan. "Astaga..." ibu Susi menutup mulutnya rapat-rapat. "Ini adalah berlian kohinoor." guma Ibu Susi merasa tidak percaya apa yang ia lihat. "Kenapa berlian langkah ini ada pada Alfin...??" guma ibu Susi masih terkejut.


"Kamu tau itu punya siapa..??" tanya Amitabh Bachchan sementara Ibu Susi menggeleng cepat kepalanya.


"Itu adalah liontin yang aku berikan kepada cucuku Sonia saat ia berulang tahun. aku memesan kalung itu di London dan butuh waktu setahun untuk membuat kalung itu. di dalam berlian itu ada nama Sonia." jelas Amitabh Bachchan yang masih meneteskan air mata.


"hahhhh... sungguh Ami aku tidak tau kenapa berlian semahal ini ada sama Alfin. aku benar-benar tidak tau."


"Berikan kalung itu padaku." pinta Amitabh Bachchan. "Sonia apa kamu ada di sini nak."


"Alfin..." Ratih langsung menghampiri Alfin yang masih tertidur di sofa. "Hahhh... teryata kamu sudah tidur." seraya tersenyum. suasana pun menjadi hening tidak ada satu orang pun yang berbicara mereka masing-masing berpikir dalam pikiran mereka masing-masing.


"Paman maaf sudah merepotkan." tutur Ratih melirik ke arah Amitabh Bachchan yang sadari tadi terus menatapnya. kemudian mata Ratih tertuju pada kalung yang di pegang oleh Amitabh Bachchan.


"Iya itu kalung ku, Kakekku yang memberikannya saat aku ulang tahun." jawab Ratih santai.


"Sonia..." guma Amitabh Bachchan dengan bibir gemetar.


"Aaaahhh... kenapa paman bisa tau nama kecilku...??" tanya Ratih bingung, karena setau Ratih tidak ada satu orang pun yang tau tentang nama kecilnya itu. bahkan Tania saja tidak tau.


"Berarti kamu adalah..." sontak Amitabh Bachchan memeluk Ratih erat seraya menumpahkan seluruh air matanya. ini adalah suatu kejadian yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali. di hari acara ulang tahunnya yang terakhir ia di pertemukan dengan cucu yang selama ini ia cari.


"Paman apa yang kau lakukan." ucap Ricko dengan emosi berusaha memisahkan Ratih dan Amitabh Bachchan.


"Ricko, Ricko diam kamu tidak tau permasalahannya jadi diamlah." Ibu Susi berusaha mencegah mencegah Ricko.


Setelah beberapa saat kemudian Amitabh Bachchan berlutut dihadapan Ratih ia ingin memohon ampun atas apa yang telah ia perbuat.

__ADS_1


"Maafkan kakek Sonia hik... maafkan kakek yang kakek yang bersalah kakek sudah menyakiti kamu dan ibumu hik... maaf kak kakek." Ucap Amitabh Bachchan menangis tersedu-sedu.


"Paman apa yang Pama Katakan." Ratih semakin di buat bingung ia lalu mencegah Amitabh Bachchan berlutut. "Paman jangan berlutut di kaki ku seperti ini Paman. kaki ku ini bau. waktu kecil aku sering menginjak taik lembu." jelas Ratih.


"Tidak Sonia kakek pantas seperti ini karena kakek sangat berdosa pada kalian."---


"Ibu maksudnya apa ini aku tidak mengerti...??" tanya Ratih kini melirik ke arah Ibu Susi.


"Sayang..."..."Teryata kamu itu cucu Pama Ami. kalung itu, itu adalah kalung yang ia berikan kepada cucunya Sonia di hari ulangtahunnya." jelas Ibu Susi.


sementara Ratih setelah mendengar hal itu ia sontak langsung menatap ke arah Amitabh Bachchan. "Kakek..."


"Sonia..." pelukan rindu pun terjadi di antara mereka, mereka saling menjatuhkan air mata.


"Ibu katakan dengan jelas Bu. aku tidak bisa mencernanya dengan benar Bu." gerutu Ricko.


"Anak tenggik, istrimu ini sudah ketemu sama Kakeknya."


"Bentar-bentar berati dari panggilan Paman di ganti dengan kakek...??"


"Anak tenggik. sudah tau banyak lagi." Ibu Susi menjitak kepala Ricko kasar.


"Aaauuu...."


 


author pending sementara ya


 


TERIMAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA SELAMAT INI AUTHOR UCAPKAN TERIMA KASIH SEKALI LAGI 😘😘😘😘😘😘😘😘😘. MAAF AKU SINGKAT CERITA DI PART INI KARENA AUTHOR SIBUK BENAR, BENAR-BENAR SIBUK GAK TIPU-TIPU 😁😁😁 MAAF 🙏🙏🙏 SEMOGA KALIAN TERHIBUR YA 😘😘

__ADS_1


__ADS_2