Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 53


__ADS_3

Selama membaca 😊


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Han bangun..." ucap Ratih sedikit keras karena melihat Han masih menatap dirinya sayup sayup.


Ratih melirik ke arah nakas dia melihat ada gelas yang di isi dengan air putih. dengan cepat Ratih meraih gelas itu dan langsung menyirami Kasim Han.


"Apa yang kamu lakukan...??" tanya Ricko.


"Saya seharusnya bertanya sama bapak apa yang bapak lakukan...??" tanya Ratih balik.


"Bapak mau operasi wajah Kasim Han." sambung Ratih lagi.


"Siapa yang mau operasi wajah si Han. aku hanya merubah sedikit saja." sahut Ricko mencoba membela diri.


"Merubah bagaimana emang bapak mau merubah seperti apa...??" tanya Ratih kini mengacak kan pinggangnya.


"Aku hanya menambahkan sedikit poles, itu saja kok. kalau di polos kan bagus wajahnya jadi lebih bagus." jawab Ricko cepat.


"Tidak perlu di poles segalak, dia sudah tampan seperti ini tidak perlu di polos lagi." sahut Ratih merasa jengkel dengan sikap Ricko sudah seperti anak anak.


"Kenapa kamu membelanya, dia itu pelayan pribadiku jadi suka ati aku dong mau ngapain dia." tutur Ricko tidak mau kalah dengan Ricko.


"Tapi sayangnya itu dulu. sekarang Kasim Han sudah sah menjadi pelayan pribadi saya. jadi saya berhak atas Kasim Han karena dia telah menjadi pelayan pribadi saya sekarang. lagi pula wajah Kasim Han sudah sangat tampan jadi tidak perlu di poles lagi." gerutu Ratih.


"Siapa bilang Kasim Han itu pelayanmu...?? semenjak dia bekerja di sini dia sudah menjadi pelayan ku. bahkan sampai sekarang."


"Maaf ya pak Ricko yang terhormat tapi ibu Susi Adiningrat telah memerintahkan Kasim Han menjadi pelayan pribadi saya mulai malam ini. jadi saya selaku majikannya tidak mengizinkan Kasim Han di oplas." tutur Ratih sedikit tegas.


"Kenapa kamu terus membelanya dan memujinya sih, kamu itu istriku. seharusnya kamu membela diriku bukan dirinya." ucap Ricko mulai emosi.


"Bodo amat." ucap Ratih lalu pergi keluar seraya menarik tangan Han dengan kuat tenaga.


Kevin dan Tania hanya diam membisu mereka tidak berani berbicara apa lagi ikut campur. mereka hanya bisa menyaksikan pertempuran mau antara suami sama istri yang memperebutkan seorang pelayan.


"Kamu lihat Vin dia malam membela laki laki lain di depan suaminya sendiri. apa dia tidak menganggap ku sebagai suaminya." gerutu Ricko kini menatap ke arah Kevin dengan perasaan kesal.


"Maaf bos tapi apa boleh saya tahu kenapa bos ingin merubah wajah Kasim Han...??" tanya Kevin memberanikan diri.


"Kamu tidak akan tahu karena kamu belum menikah." jawab Ricko cepat.


Kevin mengerutkan keningnya sangat dalam dia tidak tahu apa yang di maksud oleh Ricko.apa urusannya dengan menikah pikir Kevin.


"Kakak..." panggil Tania berlari menghampiri Ratih.


"Ada apa." sahut Ratih seraya berjalan.


"Apa yang kakak lakukan, kenapa kakak membuat pak Ricko marah..??" tanya Tania.


"Aku tidak membuat dia marah." jawab Ratih singkat.

__ADS_1


"lalu kenapa kakak bersikap seperti itu di depan pak Ricko..??"


Ratih menghentikan langkahnya." Emang kamu tidak lihat tadi apa yang di lakukan pak Ricko. dia mau mengoperasi wajah Kasim Han. emang dia pikir wajah Kasim Han ini boneka apa yang bisa di ubah seenaknya." Ratih merasa jengkel sendiri mendengar perkataan Tania.


"Ada apa ini kenapa kalian pada ribut...??" tanya ibu Susi menghampiri mereka.


"Ibu. mas Ricko Bu dia mau mencoba oplas wajah Kasim Han." jawab Ratih.


"Apa...!!, anak Tenggik itu." gerutu ibu Susi.


"Tias bawah Han ke kamarnya, biarkan dia istirahat sampai malam ini." tutur ibu Susi seraya melirik ke arah Han.


"Sekarang kalian berdua cepat ke meja makan makanan malam sudah siap." tutur ibu Susi lagi ke pada Ratih dan Tania.


Ratih dan Tania langsung pergi ke meja makan, sedangkan ibu Susi menghampiri Ricko. namun di saat ibu Susi hendak melangkah tiba tiba Ricko datang.


"Ricko apa yang ingin kamu lakukan...??" tanya ibu Susi.


"Ricko tidak melakukan apa apa." jawab Ricko.


"Tidak usah berbohong kamu, ngapain kamu mau oplas wajah si Han...??"


"Aku hanya ingin merubah sedikit saja."


"Merubah kamu bilang...!! wajah kamu mau ibu rubah."


"Ibu..."


"Jangan seperti anak kecil, jam sepuluh malam nanti ibu akan berangkat ke India ada pekerjaan yang harus ibu selesaikan di sana. satu lagi, ibu sudah membeli tiket bulan madu untuk mu dan Ratih. kalian akan berbulan madu di Sidney ibu sudah menyiapkan semuanya. jadi perlakukan lah Ratih sebaik mungkin kalau kamu masih menganggap ibu ini sebagai ibumu." tutur ibu Susi lalu membalikan badannya hendak pergi.


"Kenapa semua orang suka sekali memarahiku sih." gerutu Ricko.


"Itu karena bos bertingkah seperti anak kecil." sahut Kevin.


"Kau..." Ricko hendak menonjok bahu Kevin namun keburu Kevin lari.


"Saya duluan bos." ucap Kevin langsung lari saat melihat pergerakan tangan Ricko hendak memukulnya.


***


Semua orang sedang menikmati makan malam tak terjadi percakapan sama sekali di antara mereka hanya keheningan sadari tadi, hanya terdengar suara sendok dia antara mereka. sesekali Ricko mencuri pandan ke arah Ratih namun Ratih tidak menggubrisnya sama sekali. Ratih sadari tadi terus memasang wajah masam dan datar dia hanya melihat ke arah yang ia rasa perlu saja.


"Sayang setelah ini ibu langsung berangkat." tutur ibu Susi menatap Ratih.


"Kenapa cepat sekali.." sahut Ratih.


"Ibu mau bertemu teman ibu sebentar jadi ibu harus pergi sekarang." ucap ibu Susi.


"Ricko akan mengantar ibu sampai bandara." ujar Ricko mencoba berbicara.


"Tidak perlu, Kevin saja yang akan mengantar ibu kalian tetap di rumah." sahut ibu Susi.

__ADS_1


****


Ratih bolak balik dari kamar mandi terasa perutnya mules sekarang. sementara Ricko yang kini berada di atas ranjang terus memperhatikan istrinya yang nampak acuh ke padanya.


"Kamu kenapa...??" tanya Ricko saat melihat Ratih baru keluar dari mandi.


Ratih tidak menjawab pertanyaan Ricko dia malah meraih bantal dan selimut dan membawanya ke arah sofa. Ratih masih merasa jengkel dengan sikap Ricko dia merasa lebih baik kalau dia tidur di sofa mungkin itu akan membuat moodnya sedikit tenang.


"Apa kau tuli...!! tidak bisa menjawab pertanyaanku." ucap Ricko sedikit keras.


Ratih malah menutup kepalanya dengan selimut dia seakan akan sangat malas mendengar suara Ricko.


Karena Ratih tidak kunjung menjawab pertanyaan Ricko hal itu membuat Ricko geram dia tidak bisa di acuhkan seperti ini. Ricko langsung bangkit dari ranjang dan berjalan ke arah Ratih. dengan gerak cepat Ricko mengendong tubuh Ratih dan membawanya ke atas ranjang.


Ratih yang terkejut dengan Ricko tiba tiba mengendongnya pun berusaha memberontak.


"Diam jangan bergerak atau ku jatuhkan." ancam Ricko sedikit tegas.


Ricko menaruh tubuh Ratih perlahan lahan di atas kasur. setelah itu dia langsung merebahkan tubuhnya di samping Ratih.


"Jangan mendekatiku." teriak Ratih.


"Diam dan tidur lah." sahut Ricko lalu dengan cepat membawa Ratih ke pelukannya.


"Apa yang bapak lakukan." Ratih berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Ricko.


"Sudah aku bilang jangan bergerak atau aku akan menerka mu sekarang. tidur dengan tenang besok aku akan mengajakmu ke sesuatu tempat."


"Kenapa bapak tidak peka sih, saya sedang marah sekarang." gerutu Ratih.


"Justru karena kamu marah aku memelukmu, bukankah kalau istri marah berati dia butuh di manja oleh suaminya."


"T-tapi saya tidak seperti itu."


"sudah diam, jangan bergerak lagi atau kamu sengaja lagi ingin membangunkan pistol ku,


besok aku harus bangun pagi ada pertemuan penting aku lagi tidak ingin bergadang sekarang."


"T-tapi --"


"Suttt... besok kita akan pergi ke bioskop menonton film kesukaanmu jadi cepat tidur."


"Benarkah..." sahut Ratih nampak semangat.


"Iya, apapun yang kamu inginkan besok akan terujud semuanya."


"Aku tidak akan bergerak lagi." tutur Ratih merasa senang tampa sadar Ratih memeluk Ricko erat. dia menanamkan wajahnya di dada sixpack Ricko bahkan sedikit bermanja di sana.


Sebuah senyuman terukir indah di bibir manis Ricko. dia tidak menyangka kalau Ratih akan semudah itu Lulu dengannya.


"Jangan membuat pistol ku bangun." ucap Ricko merasa bergairah saat Ratih bermanja di dadanya.

__ADS_1


**Bersambung .......


🌹🌹🌹🌹🌹**


__ADS_2