Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 83


__ADS_3

Tok... tok... tok... (Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Ratih dan Ricko hingga membuat membuat mereka mendengus kesal terutama Ricko, laki laki itu mengerutkan keningnya dalam.)


"Aaagggrrr... menganggu saja." gerutu Ricko meremas seprei kuat.


"Mas cepat buka pintunya kali aja ada yang penting." ucap Ratih seraya tanganya menarik selimut mencoba menutupi tubuhnya masih polos.


"Aku akan memberinya pelajaran." Ricko beranjak dari ranjang segera meraih handuk yang tergantung di dinding tembok, melilitkan handuk itu menutupi area pinggangnya hingga lutut. lalu langsung melangkah membuka kan pintu.


"Ada apa...??" tanya Ricko setelah sesat ia membuka kan pintu dan melihat Tias sudah berdiri tegak di sana menampakkan gigi putihnya.


"T-Tuan muda."


"Aku bertanya ada apa kamu mengutuk pintu?? menganggu saja." ketus Ricko merasa jengkel karena aktifitasnya terganggu.


"Tuan dan nyonya di panggil nyonya besar." ucap Tias cepat." matanya tak berkedip sekalipun bagaimana tidak belahan dada sixpack Ricko terlihat sangat jelas di mata Tias, bahkan wanita itu menelan ludahnya sangat kasar.


"Hahhh.... ibu tidak bisa melihat anaknya senang sedikitpun. bilang sama ibu aku dan Istriku mau istirahat kami sangat capek." tutur Ricko lalu segera menutup pintu.


"Menganggu saja tidak tau orang lagi enak enakan apa." gerutu Ricko seraya berjalan mendekati ranjang.


"Siapa mas...??" tanya Ratih merasa heran saat melihat Ricko nampak kesal.


"Bukan siapa siapa sayang ayo kita lanjutkan lagi." ajak Ricko hendak menaiki ranjang namun belum sesaat ketukan pintu kembali terdengar.


"Aaagggrrr...." Ricko menjambak rambutnya sendiri." Tias kali ini aku benar benar tidak akan menggampunimu." seraya melangkah mendekati pintu.


"Dasar wanita tua sudah mulai bosan hidup kau." ketus Ricko seraya membukakan pintu, dia tidak menyadari kalau yang mengetuk pintu adalah ibunya sendiri.

__ADS_1


Sebuah tatapan menusuk menatap ke arah Ricko." Anak ingusan beraninya kamu mengatai ibumu wanita tua." teriak ibu Susi mengacak pinggang.


"I-Ibu.


"Apa kamu ingin jadi anak durhaka." ucap ibu Susi masih menatap tajam ke arah Ricko.


"I-Ibu b-bukan begitu maksud Ricko." seraya menggelengkan kepala.


"Lalu apa, aku wanita bau tanah hah, wanita tua tak layak lagi hidup hahhh..." gerutu ibu Susi sementara Ricko dengan menggelengkan kepalanya.


"Cepat turun." perintah ibu Susi.


"Tidak Bu, aku dan Ratih mau istirahat." tolak Ricko.


"Istirahat kamu bilang, istirahat apa tidak memakai baju seperti ini. ingat Ricko istri kamu itu lagi sakit kandungannya itu sangat lemah sangat berbahaya untuk berhubungan sekarang. kamu mau Ratih masuk rumah sakit lagi." tutur ibu Susi.


"Tunggu sampai istrimu selesai melahirkan." sahut ibu Susi cepat.


"Melahirkan, itu sangat lama."


"Resiko, udah cepat keluar tidur sana di kamar tamu jangan ganggu istrimu."


"Tias..." panggil ibu Susi.


"Iya nyonya."


"Perketat kamar ini jangan biarkan anak Tenggik ini masuk." tutur ibu Susi.

__ADS_1


******


Sudah 5 bulan semenjak Ratih keluar dari rumah sakit Ricko masih tetap tidak di izinkan masuk ke kamar Ratih, bukan tampa alasan memang mengigat kandungan Ratih masih saja lemah. bahkan setiap Ricko masuk kamar Ricko harus di awasi oleh pengawal yang di sediakan ibu Susi. kadang kadang Ricko geram sendiri dengan dengan tingkah laku ibunya itu menurutnya sangat berlebihan seperti.


Kini kandungan Ratih sudah memasuki enam bulan perutnya pun juga sudah mulai membuncit Permintaan rasa ngidam setiap hari Ratih minta bahkan sampai tengah malam pun permintaan Ratih harus tetap di penuhi biasalah ibu hamil.


Ratih dan Ricko kini tengah berada di salah satu cafe ternama di kota itu mereka sedang menikmati kepiting rebus karena sadari tadi pagi Ratih selalu meminta kepiting rebus. setiap tawa dan candaan Ratih layangkan entah kenapa hari ini Ricko sangat lucu hingga tawa Ratih terdengar di telinga seseorang yang cukup mereka kenal.


"Wanita sialan berani beraninya dia tertawa sedangkan aku menderita di sini. cihhh.... sampai kapan pun aku tidak akan pernah melupakan ini kau harus membayar mahal atas semua ini Ratih. gara gara kamu aku harus terus bersembunyi setiap saat dari satu kota ke kota lain itu semua gara gara kamu wanita sialan sampai sekarang wanita tua itu bahkan tidak mencabut tuntutannya.


"Mas aku ke toilet dulu ya." ucap Ratih di sela sela makannya.


"Ehm, jangan lama lama." sahut Ricko.


"Iya.


***


"Aaaaa......"


"Wanita sialan terimalah pembalasanku, mati lah kau wanita ******."


"Aaaaaa...."


🌹🌹🌹🌹🌹


😔😔😔😔

__ADS_1


maafkan author telat update 😔😔😔


__ADS_2