
"Pak Ricko..." ucap Ratih saat melihat Ricko menatapnya terus menerus.
"Hello...." ucap Ratih lagi sambil melambai tangan di wajah Ricko, namun tetap sama Ricko tidak menggubris.
Brukkk.... ( Ratih menepuk bahu Ricko )
"Pak Ricko kenapa sih di panggil juga dari tadi...??" tanya Ratih.
"Ooohhh.... ya, ayo kita masuk." jawab Ricko salah tingkah karena kepergok Ratih.
"Pak Ricko sih lama amat bukannya dari tadi gak tau apa pegel ni kaki berdiri aja dari tadi." ketus Ratih.
Ricko membalas dengan senyuman Ricko langsung meraih pinggang Ratih dan berjalan, sementara Ratih sempat terkejut dengan apa yang di lakukan Ricko ia ingin protes tapi keduluan Ricko.
"Jangan protes biarkan seperti ini." ucap Ricko dengan senyuman menggoda.
Ratih yang tadinya ingin menepis tangan Ricko malah diam, jantungnya kini sudah tidak beraturan tapi Ratih berusaha untuk bisa mengontrol diri.
Mereka berdua berjalan di atas karpet merah yang khusus di sediakan untuk para tamu undangan.
Ratih berjalan pelan pelan yang dirangkul pinggangnya oleh Ricko hal itu membuat aura kecantikan Ratih semakin terpancar dan juga membuat aura karismatik Ricko semakin cerah. mereka berdua berjalan layaknya Romeo dan Juliet.
Semua para tamu undangan bersorak sorak mereka begitu mengagumi ke elegannya Ratih apa lagi di dampingi pengusaha tertampan di negeri ini, hati semua wanita yang melihat keromantisan Ricko dan Ratih pasti tercabik cabik, banyak para tamu undangan wanita merasa sangat iri ke pada Ratih banyak juga yang memuji muji Ratih mengatakan bahwa mereka sangatlah cocok.
"Hay.... bro akhirnya loe datang juga." ucap Aldi sambil berjabat tangan dan berpelukan.
"Tentu gue kan udah janji." sahut Ricko.
"Cui.. Cui... cantik juga cewek yang loe bawa." ucap Aldi sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Ratih.
"Tentu dong..." sahut Ricko sambil tertawa.
"Hai cantik..." ucap Aldi hendak memegang pipi Ratih namu keburu Ratih tepis.
"Maaf pak, sepertinya saya harus ke toilet, kalau boleh tau toiletnya di mana ya..??" tanya Ratih yang sudah sangat muak.
__ADS_1
"Boleh juga, lurus aja persimpangan belok kiri." ujar Aldi sambil menunjukan arah jalan.
"Jagan lama lama ya cantik, aku menunggumu." bisik Aldi dengan genitnya.
Setelah itu Ratih langsung buru buru pergi dia sudah tidak ingin berlama lama.
"Dasar laki laki ******** seenaknya saja ingin menyentuhku, kalau saja dia bukannya teman pak Ricko sudah aku pecahkan telornya biar tau rasa tu orang heeeeee." umpat Ratih penuh kekesalan yang kini berada di dalam toilet.
Setelah merasa paus karena umpatan Ratih keluar dari toilet dia tidak ingin menemui Ricko sekarang karena dia begitu kesal dengan Aldi, Ratih memilih menuju meja makan dia mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
"Wah enaknya..." ucap Ratih yang sudah ngiler melihat banyak makan lezat.
Tampa menunggu lama Ratih langsung menyambar makanan itu dan mengunyahnya dengan cepat.
"Enak ya..." ucap seseorang di belakang Ratih.
Ratih menoleh ke arah sumber suara saat berpaling Ratih begitu terkejut saat melihat siapa yang berbicara.
"Pak Kevin..." ujar Ratih dengan makan penuh di mulutnya.
Uhuk....uhuk....
Kevin yang melihat Ratih tersedak langsung mengambil minuman dan menyerahkannya ke pada Ratih.
"Lain kali jangan berbicara saat masih ada makan di mulut, lihatlah apa yang terjadi sekarang." ucap Kevin dengan sedikit keras.
"Aaaa..... saya tidak apa apa kok pak, ini tersedak biasa jangan terlalu khawatir." ucap Ratih sesudah menelan semua makanan.
"Siapa yang khawatir aku hanya memperingatkan mu saja." sahut Kevin dengan segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kok pak Kevin ada di sini, ah saya tau pasti pak Kevin kesini bersama pasangan bukan, tunjukan ke saya yang mana pasangan bapak saya ingin melihatnya." ucap Ratih sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
"Tidak usah kepo." ketus Kevin.
"Aaahhh bapak, saya kan cuma ingin melihat bagaimana selera seorang ubi karet yang di takuti di kantor." ucap Ratih.
__ADS_1
Sementara Kevin menatap tajam ke arah Ratih, Ratih yang menyadari kalau dia mendapat tatapan mematikan dari Kevin menelan ludahnya dengan kasar.
"Saya hanya bercanda, jangan di anggap serius." ucap Ratih sambil tersenyum kencur.
Setelah itu Kevin langsung pergi begitu saja.
"Eeeehhhh...... arogannya ubi karet satu ini, bahkan buaya darat pun bisa kalah dengan dia." ketus Ratih yang memperhatikan Kevin menghilang dari pandangannya.
Waktu pun semakin larut Ratih yang menyadari kalau dia harus pulang sekarang pergi mencari Ricko dia ingin berpamitan pulang.
"Hebat... loe Ko, gue enggak nyangka kalau loe bisa menyelesaikan tantangan yang gue suruh." ucap Aldi sambil menepuk tangan.
"Bukan Ricko namanya kalau gue enggak bisa menerima tantangan kecil seperti itu." sahut Ricko.
"Tapi loe enggak takut kalau sampai Selfi tau bagaimana..." tanya Aldi.
"Dia enggak bakalan tau lah orang dia sekarang berada di Dubai, mana mungkin dia tau kecuali kalau loe yang beritahu." jawab Ricko.
"Ha..ha..ha... loe tenang aja gue enggak bakalan kasi tau asalkan." ucap sambil tersenyum licik ya.
"Loe mau mobil..." tanya Ricko yang mendapat gelengan dari Aldi.
"Gue lagi enggak butuh itu sekarang, gue butuh.... gue butuh gadis yang loe bawa tadi, apa boleh gue bermain main dengan ya malam ini...??" tanya Aldi.
"Kalau loe mau ambil aja, gue juga enggak butuh dia lagi sekarang. tapi sekarang gue menagih janji loe mana kapal pesiar gue...??" tanya Ricko.
"Loe tenang aja semua itu udah gue urus." jawab Aldi sambil tertawa bersama Ricko.
sementara dari tadi di samping pojok seorang gadis malang mendengar semuanya.
**Bersambung........
🌹🌹🌹🌹🌹
Ini enggak di gantung ya ceritanya 😁
__ADS_1
Tapi batu author vote dan like dong kak biar makin semangat 🤭😊😊😘😘😘**