Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 43


__ADS_3

Kini semua orang telah pulang ke mansion keluarga Adiningrat tak terkecuali Tania yang di ajak ikut tinggal bersama oleh ibu Susi. Tania begitu terkejut saat memasuki wilayah komplek mansion yang begitu luas dan megah. semua para pelayan sudah berdiri di ambang pintu seraya menundukkan kepalanya menyambut ke datangan Ratih dan Ricko selaku pengantin baru.


"Tias." panggil ibu Susi yang kini berada di ruangan keluarga.


"Iya nyonya." sahut Tias cepat.


"Carikan pelayan khusus untuk melayani menantuku ini." tutur ibu Susi sambil melirik ke arah Ratih.


"Ratih sayang kemari nak." sambung ibu Susi lagi.


Ratih bangkit dari duduknya berjalan mendekati ibu Susi dan duduk di sampingnya sesaat sesudah ibu Susi menepuk sofa samping kanannya.


"Sayang minumlah ini." ucap ibu Susi sambil menyodorkan minuman berwarna kunig pekat.


Ratih mengerutkan keningnya saat menatap minuman yang di beri buk Susi. dia berpikir minuman ini sama sekali tidak terlihat seperti jus jeruk maupun jus mangga.


"Sayang ini jamu anti biotik yang ibu buatkan khusus untukmu, jamu ini akan meredakan rasa sakit mungkin kalian akan bertempur hebat malam ini. bukan kah ibu sudah bilang kalau ibu akan menyiapkan jamu anti biotik." Bisik ibu Susi setalah itu tersenyum lebar kearah Ratih."Ini resep dari mertua ibu, dulu ibu juga di berikan ini saat baru menikah dengan ayah Ricko dan hasilnya top markotop." sambung ibu Susi lagi seraya mengajukan jempolnya.


Ratih menelan ludahnya dengan kasar setelah itu bola matanya melirik ke arah Ricko yang asyik memainkan ponselnya sadari tadi.


"Top markostop apanya. orang kami tidak akan melakukan apapun Tante. batin Ratih kemudian kembali menatap ibu Susi.

__ADS_1


"Sayang cepat minumlah ini rasanya tidak pahit." tutur ibu Susi sambil menyodorkan minuman itu ke mulut Ratih. Ratih yang merasa tidak punya pilihan lain mencoba mengambil minuman itu dan meminumnya dengan tangan sebelah kiri menutup hidung.


"Bagaimana sayang apa rasanya enak...??" tanya ibu Susi yang sudah tidak sabar.


Ratih menggigil sambil menutup matanya dalam dalam."Sangat pahit Tante." jawab Ratih yang masih menutup matanya.


"Hahhh. padahal ibu sudah berusaha membuatnya manis tapi kenapa tetap tidak bisa selalu saja gagal." ucap ibu Susi dengan tangan memijat kepalanya tidak sakit.


"Kak apa yang kakak minum tadi...??" tanya Tania yang merasa heran karena dia tidak mendapat minuman yang sama seperti Ratih.


"Bukan apa apa hanya jus kesehatan saja." potong ibu Susi.


"Jus kesehatan, berati itu sangat bagus dong untuk tubuh. Tante aku mau juga dong jus kesehatannya." rengek Tania dengan wajah sudah di buat sedih.


Tania menaikan alisnya dia begitu bingung dengan perkataan ibu Susi."Tante rawa rawa itu apa...??" tanya Tania dengan polos.


Ibu Susi dan Ratih saling pandang mereka mereka berpikir dalam pikiran mereka masing masing.


"Nia." panggil panggil Ratih sambil meletakkan telunjuk di bibirnya pertanda diam.


"Bu aku tidur duluan." ucap Ricko yang kini sudah bangkit dari duduknya dan melangkah berjalan.

__ADS_1


Ibu Susi melirik ke arah Ratih dengan pola mata mengisyaratkan untuk segera bangkit dan mengikuti Ricko.


"Sayang semoga efeknya jauh lebih kuat ketimbang yang ibu minum dulu." bisik ibu Susi di telinga Ratih sesaat sebum Ratih bangkit dari duduknya.


"Tania sekarang kamu juga tidur sana jangan bergadang enggak baik buat kesehatan kamu. Tias akan menunjukan kamar untukmu." tutur ibu Susi pada Tania yang memegang hanya mereka berdua di situ.


"Baik Tante, terima kasih atas kebaikannya." sahut Tania bangkit dari duduknya setelah itu berjalan mengikuti Tias.


***


Ratih duduk di samping ranjang dengan perasaan sudah uring-uringan. dia mondar mandiri duduk di atas ranjang menunggu Ricko selesai mandi di kamar mandi.


"Aku harus apa sekarang apa aku tidur seranjang dengannya atau aku tidur di sofa. tapi suami istri kan biasanya tidur seranjang berdua. Aaaggrrr." batin Ratih meninju bantal di sampingnya.


"Kamu kenapa....??" tanya Ricko yang baru keluar dari kamar mandi melihat Ratih sudah seperti orang kesurupan memukul bantal.


Ratih berpaling menatap ke arah Ricko. dia tidak langsung menjawab matanya melotot melihat roti sobek Ricko yang begitu mengairahkan apalagi masih ada tetesan air di dadanya. Ricko yang kini memakai handuk kecil yang menutupi bagian pusat hingga lututnya saja. Ratih menelan ludahnya sangat kasar ingatannya kembali teringat saat Ricko memaksanya waktu itu.


Sebuah senyuman miring terukir di bibir seksi Ricko, dia berjalan ke arah Ratih mencoba mendekatinya dan.....


**Bersambung......

__ADS_1


Maaf nanggung soalnya author mau nyuci dulu.😁🤭🙏


👉👉 Bantu vote dan like author tunggu 👇👇**


__ADS_2