
"Pak Ricko..." ucap Ratih ketika menyadari ada seseorang yang berdiri di hadapannya sekarang.
Ricko hanya diam menatap sosok wanita yang sangat ia kenal berada di hadapannya sekarang, Ricko berdecak lalu pergi keluar dengan terburu buru.
"Pak Ricko... Hahhh, pak Ricko ada disini." guma Ratih tak percaya.
Kevin mengikuti kemana Ricko pergi sekarang dia sangat takut terjadi sesuatu yang di luar kemampuannya sekarang.
Dengan gerak cepat Ricko melangkah pergi ke kamar ibu Susi, dia ingin mendengar sendiri apa yang telah terjadi. Ricko ingin masuk ke kamar ibu Susi namu pelayan melarangnya masuk.
"Maaf tuan, nyonya besar sedang tidak bisa di ganggu sekarang." ucap salah satu pelayan yang menundukkan kepalanya.
"Menyingkir dari hadapanku sekarang...!!" tegas Ricko dengan tampang emosinya.
"Tuan...." ucap pelayan itu.
Namun Ricko tidak menggubris sama sekali, dia menepis pelayan itu dengan tangannya lalu masuk ke kamar ibu Susi tampa berpamitan lebih dulu.
Ricko masuk ke kamar ibu Susi dan melihat ibunya tegah duduk bersandar di atas ranjang sambil membaca buku sejarah kesukaannya.
"Ibu tau kamu pasti akan kemari." ucap ibu Susi tampa memalingkan pandangannya dari buku.
"Apa maksud ini semua Bu...??" tanya Ricko dengan sedikit tegas, tapi Ricko berusaha menenangkan dirinya karena dia tidak mungkin menyakiti ibunya sendiri.
"Seperti apa yang kamu lihat, Kevin sudah mengatur acara pernikahanmu dengan Ratih jadi bersiaplah." Jawab ibu Susi yang masih menatap bukunya.
__ADS_1
"Apa ini semua rencana ibu...??" tanya Ricko lagi.
"Ibu tidak pernah memikirkan rencana seperti ini, tapi ini sudah di tentukan oleh takdir, takdir yang mempertemukan ibu dengan Ratih dan takdir juga menyuruhmu menikah dengan Ratih." jawab ibu Susi yang kini berpaling menatap Ricko.
"Kenapa ibu melakukan ini semua...?? apa ibu segitu bencinya kepada Selfi sehingga melakukan hal gila seperti ini." tegas Ricko yang hampir meluap emosinya.
"Dia wanita ular, dia tidak pantas jadi menantuku." Tegas Ibu Susi yang tak kalah suara dengan Ricko.
"Apa salah Ricko Bu...?? kenapa ibu tidak inggin melihat Ricko bahagia." ucap Ricko dengan suara nampak sedih.
"Tidak ada seorang pun ibu di dunia ini yang tidak ingin melihat anaknya bahagia Ricko." teriak ibu Susi yang kini sudah bangun dari ranjang.
"Kebahagian ibu bilang, Aku tidak akan pernah bahagia kalau aku menikah dengan perempuan Mura*** itu." teriak Ricko memenuhi ruangan.
Sebuah tamparan keras tepat mengenai pipi mulus Ricko.
"Ibu tidak pernah mengajarimu berbicara kasar seperti itu ke pada perempuan Ricko...!!" teriak ibu Susi yang tak kalah suara dengan Ricko.
sementara Kevin, Tias dan para pelayan lain hanya menonton layaknya pertunjukan di drama India, jangankan menghentikan pertengkaran memasuki kamar saja mereka tidak berani.
"Apakah sikap ini yang kamu dapatkan dari wanita ular itu...??" tanya ibu Susi dengan muka yang sangat marah.
"Cukup Bu, Cukup ibu merendahkan Selfi...!! kenapa ibu sangat membencinya dan menghinanya, sementara aku tidak boleh menghina gadis yang ibu sayangi itu." ucap Ricko yang membalas tatapan mematikan dari ibunya.
"Karena dia memang pantas dengan sebutan itu Ricko, Kamu ini sudah di butakan oleh cinta kamu juga sudah di pengaruhi oleh wanita jahanam itu." ucap Ibu Susi.
__ADS_1
"Pernahkan kamu curiga selama ini kemana ia pergi, pernahkan kamu bertanya kemana uang yang kamu berikan kepadanya, pernahkan kamu bertanya kenapa dia begitu lama di luar negri...!!" teriak lagi ibu Susi.
"Seharusnya kamu menyelidiki semua itu, seharusnya kamu merasa curiga terhadap itu semau dan menyelidiki agar kamu bisa tau tentang kebenaranya Ricko, Tapi apa yang kamu lakukan hahhh..... kamu itu hanyalah kucing kecil baginya yang bisa diperalat dan di buang kapan saja. seharusnya kamu itu sadar kalau kamu itu hanyalah ATM berjalan baginya Ricko." ucap ibu Susi dengan suara paro karena sudah dari tadi ia berteriak.
"Itu semua hanyalah omong kosong, ibu mencoba menipuku kan agar aku menikah dengan wanita pilihan ibu kan." ujar Ricko.
"Ricko kau ini bodoh atau apa sih, kenapa sebuah kebenaran saja kamu sangat susah mengerti." sahut ibu Susi.
"Pokonya ibu ingin kamu menikah dengan Ratih Minggu depan, kalau tidak..... maka kamu akan melihat jasad ibu besok pagi. tidak ada lagi gunanya aku hidup di dunia ini karena putraku sendiri darah dagingku membantah perintahku, lebih baik aku mati saja." ucap ibu Susi yang kini duduk lemas di atas ranjang.
"Sekarang pilihanmu berada pada tanganmu sendiri, menikah dengan Ratih atau menikah dengan wanita jahanam itu." ujar ibu Susi sambil menatap tepat tidur.
Ricko mengacak-ngacak rambutnya karena frustasi sekarang pilihan yang sangat sulit harus ia ambil.
"Aaahhh....." teriak Ricko lalu pergi ke luar dari kamar ibu Susi.
"Jika kamu mengambil keputusan yang salah maka kamu akan menyesal Ricko." guma ibu Susi ketika melihat Ricko sudah pergi.
**Bersambung........
🌹🌹🌹🌹🌹
Ayo kak bantu vote dong dan like biar makin maju 😁😁😁
happy weekend buat para reader 😘😘😘**
__ADS_1