
Terlihat di sebelah timur matahari sudah menampakkan dirinya bahkan dia berjalan seakan akan sangat cepat, semua orang sibuk dengan aktivitas mereka masing masing tak terkecuali di dalam mansion besar milik keluarga Adiningrat. terlihat semua orang sibuk membersihkan mansion, semua orang juga memiliki pekerjaan mereka masing-masing. semua penghuni mansion nampak sudah bangun terkecuali sepasang suami istri ini yang masih saja terlelap dalam mimpi mereka masing-masing siapa lagi kalau bukan Ricko dan Ratih mereka sepertinya enggan sekali bangun dari tempat tidur.
Bagaimana tidak pertempuran yang di lakukan Ricko tadi pagi cukup memuaskan sampai sampai membuat Ratih kewalahan menghadapi suaminya itu. Ricko sebenarnya ingin melanjutkan aksinya itu sampai matahari terbit tapi niatnya terurung tak kala melihat Ratih sudah sangat kewalahan. akhirnya sudah sekian lama Ricko memendam hasrat itu kini tercapai juga. sudah hampir lima bulan baik Ratih maupun Ricko berpuasa mereka sama sama tidak melakun hal suami istri bukan tampa alasan, semenjak pasca Ratih hampir keguguran yang di sebabkan oleh Selfi dan kandungan Ratih di vonis lemah semenjak itulah mereka berpuasa.
"Jam berapa sekarang, kenapa Ricko dan Ratih belum terun juga." ucap ibu Susi menghentikan sejenak sarapan paginya.
"Jam delapan pagi nyonya." sahut Tias.
"Apa, sudah jam delapan mereka belum turun juga." guma ibu Susi.
"Aku sudah siap." tutur Tania setalah ia menghabiskan sarapan paginya.
"Ibu aku pergi kuliah dulu." pamit Tania mencium telapak tangan ibu Susi.
"Iya hati-hati di jalan ingan jangan nakal-nakal." ucap ibu Susi menasehati.
"Iya..." sahut Tania lalu langsung berlari keluar.
"Hehhh.... lihatlah Tias anak gadis jaman sekarang harus setiap hari kita nasehati kalau tidak dia pasti akan lupa. sangat berbeda saat gadis ku dulu." ucap ibu Susi sementara Tias membalasnya dengan senyuman.
"Selamat pagi nyonya, mbak Tias." sapa Kevin tiba tiba datang dari arah belakang ibu Susi.
"Kevin. baguslah kamu datang cepat duduk tamani ibu makanan." ujar ibu Susi.
"Tidak nyonya saya sudah makan, saya sudah sangat kenyang." tolak Kevin.
"Kevin entah harus berapa kali sudah ibu bilang jangan panggil lagi ibu dengan sebutan nyonya panggil ibu saja sama seperti apa yang Ricko panggil. kamu itu sudah ibu anggap sebagai anak ibu sendiri Kevin, jadi janga panggil dengan sebutan nyonya lagi. panggil i-ibu kamu mengerti." tegas ibu Susi.
"Terima kasih nyonya untuk kebaikan ya, tapi saya minta maaf saya tidak bisa memanggil anda dengan sebutan itu." sahut Kevin menundukkan kepalanya. sementara ibu Susi membuang nafasnya dengan kasar.
"Kau ini sangat keras kepala, cepat duduk temani ibu makan biar Han saja yang membangunkan Ricko." ucap ibu Susi.
"Baik nyonya."
***
"Astaga aku lupa." Ricko terperanjat dari kasur.
"Aaagggrrr kenapa aku bisa bangun kesiangan." guma Ricko lalu langsung berlari ke kamar mandi.
Tok.... Tok... Tok...(suara ketukan pintu)
"Eeeetttt...." Ratih mengerjapkan matanya suara ketuka pintu itu berhasil membuat dirinya terbagun.
"Mas Ricko." guma Ratih baru sadar kalau dirinya kini sendiri berada di atas ranjang, Ratih melirik setiap sudut ruangan namun ia tidak juga mendapatkan keberadaan suaminya itu. suara rintikan air pun terdengar di telinga Ratih."Teryata lagi mandi."
__ADS_1
"Sebentar." ucap Ratih hendak turun dari ranjang, wanita itu ingin membukakan pintu yang sudah dari tadi terus di ketok. Ratih sudah hampir ingin membukakan pintu namun suara Ricko dari arah belakang berhasil membuat ia mengehentikan langkahnya.
"Sayang..." panggil Ricko.
"Iya." sahut Ratih menoleh ke arah suaminya
"Kamu mau kemana...??"
"Mau buka pintu."
"Kamu ingin keluar.?? tanya Ricko lagi berhasil mendapat anggukan cepat dari Ratih.
"Dengan keadaan seperti itu..??" tanya Ricko lagi juga mendapatkan anggukan dari Ratih.
"Memangnya kenapa...??" Ratih balik bertanya setelah itu ia baru melihat dirinya sendiri."Aaaaaa..." teriak Ratih baru menyadari kalau dirinya kini dalam keadaan polos tampa menggunakan apapun di badannya. Ratih segera berlari kekamar mandi.
"Sayang hati-hati."
"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi kalau aku tidak memakai baju."
"Lah sayang kenapa kamu malah menyalahkan ku."
"Awas kamunya." ucap Ratih lalu segara menutup pintu kamar mandi. Ricko hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah laku istrinya akhir akhir ini sangat aneh.
Tok... Tok... Tok... suara ketukan pintu terdengar lagi dengan segera Ricko membukan pintu.
"Ehm."
"Kalau begitu saya permisi tuan." pamit Kasim Han.
"Tunggu." ucap Ricko.
"Iya tuan muda apa ada hal yang harus saya lakukan...??"
"lain kali jangan kamu yang membangunkan ku, suruh saja Tias ataupun pelayan perempuan yang lainnya jangan pelayan laki laki kamu mengerti." tegas Ricko tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saja ia tidak segera menghentikan Ratih tadi.
"Baik tuan muda."
"Kamu boleh pergi." ucap Ricko lalu segera menutup pintu.
****
"Bos kita sudah terlambat tiga puluh menit bos." ucap Kevin.
"Iya aku tau kita terlambat, ini semua juga gara gara kamu kenapa kamu tidak membangunkan ku lebih awal."
__ADS_1
"Maaf bos saya juga tadi bangun kesiangan."
"Apa semua berkasnya sudah kamu siapkan...??"
"Sudah bos, berkasnya sudah di siapkan oleh nona Katrina."
"Katrina." Ricko menaikkan alisnya.
"Maaf bos saya lupa memberi tau anda, kalau pertemuan kita kali ini ada sangkutanya dengan tuan Fernandez. jadi semua berkas-berkas sudah di siapkan oleh nona Katrina." jelas Kevin.
"Berati itu tandanya selama satu Minggu kedepan Katrina bekerja di kantor kita...??"
"I-Iya bos." jawab Kevin merapatkan bibirnya.
"Bagaimana ini, nanti siang aku ada janji akan makan siang bersama istriku. kalau sampai dia melihat Katrina ada di kantor dia pasti akan ngambek. dan ini semua salahmu kenapa kamu tidak memberitau ku lebih dulu tentang apa yang kita jalani sekarang."
"M-Maaf bos saya benar benar lupa."
"Cepat tancap gas kita sudah sangat terlambat ini." perintah Ricko.
"Baik bos." sahut Kevin langsung mengemudi dengan cepat.
****
"Han sekarang coba kamu rasa apa makanannya sudah pas." ucap Ratih menyodorkan sedikit makana yang ia masak ke arah Kasim Han.
"Ratih kamu lagi ngapain...??" tanya ibu Susi.
"Eh ibu, ini Bu Ratih lagi masak masakan kesukaan mas Ricko." jawab Ratih.
"Benarkah." ibu Susi mencoba mencium aroma masakan Ratih.
"Sepertinya masakan kamu enak sayang, baunya saja sangat wangi." puji ibu Susi.
"Ini Bu coba ibu rasa apa rasanya sudah pas." Ratih juga menyodorkan makanan itu pada mertuanya.
"Eeemmm... enak sanyang ini enak sekali, teryata kamu sangat pandai memasak rupanya. ibu yakin setelah Ricko memakan masakan kamu dia pasti akan ketagihan."
"Ibu bisa saja."
"Kalau begitu Ratih pamit ya Bu Ratih mau mengantar makanan ini ke kantor." ucap Ratih.
"Iya hati hati sayang." sahut ibu Susi.
Bersambung......
__ADS_1
Mohon vote dan like kak 💃💃💃