Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 61


__ADS_3

Ricko keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membaluti are pusat hingga lututnya. Ricko mendapati Ratih tertidur di atas ranjang menghadap ke arahnya sebuah senyuman terukir indah di bibir seksi Ricko namun seketika langsung memudar saat melihat jemari tangan Ratih tidak ada benda yang iya berikan tadi.


"Apa ia membuangnya." gerutu Ricko lalu bergegas mengambil baju dan celana.


Setelah berpakaian yang biasa ia pakai saat tidur Ricko langsung ke arah bantal yang ia taruh cincin dan tiket bulan madu. senyuman Ricko kembali terukir saat melihat beda yang ia taruh di atas bantal tadi masih tersusun rapi di sana. Ricko merangkak pelan pelan menaiki ranjang takut membangunkan Ratih. Ricko meraih ponsel di atas nakas yang berada di sampingnya langsung mencari nama Kevin dan menghubunginya.


"Kevin kamu harus membayar atas ide yang kamu berikan ke padaku tadi sore." ucap Ricko tampa basa basi saat panggilannya terhubung.


"Ide apa ya bos...??" tanya Kevin di sebrang sana seraya menggaruk kan kepalanya yang tak gatal.


"Jangan pura pura amnesia kamu, bukanya kamu yang memberikan aku ide membeli Ratih cincin dan menulisnya surat cinta." gerutu Ricko sedikit emosi namun suaranya tidak keras ia takut membangunkan Ratih.


"Tapi ide saya berhasil kan bos...??" tanya Kevin tampa senangnya.


"Berhasil palamu soek, di bahkan tidak memakai cincin yang ku berikan." jawab Ricko.


"Tidak mungkin bos, bos pasti mau mencoba tokohi saya kan setelah itu bos bilang prank selamat ide kamu berhasil Kevin." ucap Kevin.


"Gigimu mau aku prank," ketus Ricko." pokoknya gaji kamu bulan ini aku potong dua puluh persen." tegas Ricko lalu dengan cepat mematikan sambungan telepon.


Ricko menarik nafas dalam dalam setelah itu tanganya meraih kotak cincin dan langsung membukakannya. Ricko mengambil cincin itu dan merangkak pelan pelan mendekati Ratih mencoba meraih tangan Ratih. namun seketika tangan Ricko di tepis.


"Kenapa akar ubi panjang sekali." ucap Ratih masih di posisi semula dia bahkan tidak membukakan matanya sama sekali, sebenarnya Ratih tidak tidur dia hanya berpura pura saja, Ratih juga mendengarkan apa yang di bicarakan Ricko tadi saat menghubungi Kevin.


Ricko menaikkan kedua alisnya." apa di mengigau." lalu Ricko mencoba lagi meraih tangan Ratih namun hasilnya tetap sama Ratih menepis tangan Ricko.


"Kamu beluk tidur...??" tanya Ricko setelah membalikkan badan Ratih hingga berhadapan dengannya.


"Apaan sih orang mau tidur juga." ketus Ratih lalu berusaha membalikan badannya seperti semula namun Ricko mencegahnya.


"Kenapa kamu tidak memakai cincin yang aku berikan...??" tanya Ricko.


"Emang sejak kapan bapak memberikan saya cincin...??" tanya Ratih balik kini duduk berhadapan dengan Ricko.


"Bukankan ini cincin aku berikan untukmu." Jawab Ricko seraya menyodorkan cincin di tangannya.


"Itu cincin bapak mengasihnya ke bantal bukan ke saya, jadi bantal yang harus memakainya bukan saya." sahut Ratih cepat.


"Aku tadi cuma menaruhnya di bantal bukan mengasih cincin ini ke bantal, lagian kamu kan pasti sudah membaca surat yang aku tulis." tutur Ricko.

__ADS_1


"Tidak. tidak ada di sini surat yang bapak tulis, yang ada cuma surat cinta dari pak Edy Sutomo untukku." bantah Ratih.


Ricko mengerutkan keningnya menatap kearah Ratih dengan tatapan tidak bisa di artikan."Kamu menerima surat cinta dari laki laki lain, siapa dia, siapa Edi Sutomo yang kamu bilang tadi. berani beraninya dia mengirim surat untuk istriku. katakan siapa dia aku akan membunuhnya sekarang juga." ucap Ricko dengan rahang mengeras.


Ratih menggaruk kepalanya yang tidak gatal," kenapa bapak berteriak kepadaku, kalau bapak mau marah sana datang aja ke kuburan bicara sana sama batu nisan." ketus Ratih kesel.


"Jagan membuat aku lebih marah cepat katakan siapa Edy Sutomo, jangan coba coba menyembunyikan dia dariku. aku pasti akan menemukannya." teriak Ricko.


Ratih menepuk jidatnya sendiri." pak Edy Sutomo itu sudah meninggal bahkan beliau meninggal jauh sebelum bapak lahir ke muka bumi ini, jadi kalau bapak mau marah sana pergi aja ke kuburan bicara sana sama malaikat maut mintak izin sama malaikat maut untuk bicara sama pak Edy Sutomo. setelah itu tanya kenapa dia menulis surat untuk saya." ketus Ratih geram.


Ricko bertambah bingung setelah mendengar perkataan Ratih." bagaimana bisa orang udah lama mati bisa menulis surat." tutur Ricko.


"Kalau bapak enggak percaya ini buktinya." sahut Ratih seraya mengambil surat di atas bantal dan mengasihnya ke Ricko.


Ricko membaca cepat surat itu setelah itu ia langsung menatap ke arah Ratih." ini surat yang di tulis Kevin untukmu aku yang menyuruhnya menuliskan ini. tapi kenapa bisa ada nama Edy Sutomo di sini seharusnya kan namaku." gerutu Ricko bingung.


"Berikan, itu cinta pak Edy untukku, jadi aku harus menjaganya." ucap Ratih seraya merampas kertas itu dari tangan Ricko.


"Tidak boleh, kamu tidak boleh menyimpan surat dari laki laki lain selain surat dari ku, surat ini akan aku bakar. nanti aku akan menulis lain setelah itu kamu boleh menyimpannya." tutur Ricko merampas balik.


"Tadi bapak bilang surat itu pak Kevin yang menulisnya...??" tanya Ratih mendapat anggukan dari Ricko.


"Benarkah, oh... aku tidak menyangka kalau pak Kevin teryata sangat mencintaiku sampai sampai dia mengukir namaku di hatinya." ucap Ratih tersenyum senyum sendiri.


"Buat apa tersenyum sama bapak, bapak sama sekali tidak romantis." sahut Ratih.


"Apa kamu bilang aku tidak romantis." tutur Ricko menunjukkan dirinya, dengan cepat Ratih menganggukkan kepalanya.


Ricko meraih sesuatu di atas nakas dan dengan cepat menulis sesuatu di situ, setelah itu langsung memberikannya ke Ratih.


"Apa lagi ini...??" tanya Ratih setelah itu langsung membulatkan matanya saat melihat cek bernilai 30 milyar.


"Itu untukmu, sekarang kamu percaya kan kalau aku sangat romantis." ucap Ricko menaik turun alisnya.


Ratih tidak menjawab dia malah merobek cek yang di berikan Ricko lalu menghembusnya ke lantai."Maaf ya pak saya bukan wanita bayaran yang bisa di bayar dengan uang." tegas Ratih.


"Kenapa...??" tanya Ricko bingung," Biasanya Selfi langsung loncat kegirangan kalau aku memberikan cek kepadanya."


Ratih langsung memalingkan wajahnya menatap tajam ke arah Ricko." bapak masih berhubungan dengan wanita itu...??" tanya Ratih.

__ADS_1


"Tidak. aku tidak berhubungan lagi dengannya, untuk apa berhubungan dengannya kalau aku sudah mempunyai istri cantik seperti kamu." goda Ricko dia tahu Ratih sedang kesal kepadanya.


"Sama saja bapak menyebutkan nama wanita itu di depanku." ketus Ratih mengalihkan pandanganya menatap sela sela tembok.


"Kamu cemburu ya...??" goda Ricko lagi.


"Siapa yang cemburu sih, aku tidak cemburu." sahut ratib cepat.


"Lalu kenapa kamu marah kalau aku menyebutkan nama Selfi...??" tanya Ricko.


"Aku tidak marah, hanya saja aku tidak suka suamiku membandingkan aku dengan wanita lain." jawab Ratih.


" Itu sama saja dengan cemburu." goda Ricko seraya mengembangkan senyuman seksinya entah kenapa dia begitu senang jika Ratih cemburu terhadapnya.


Namun Ratih sama sekali tidak menoleh ke arah Ricko dia malah memanyunkan bibirnya.


"Jangan cemberut gitu dong, nanti cantiknya ilang Lo." tutur Ricko mencoba memegang dagu Ratih.


"Biarin..." ketus Ratih.


"Nanti kalau kamu tidak cantik lagi, jangan salahkan aku ya kalau aku mencari wanita lain." ucap Ricko.


Langsung saja Ratih menatap tajam ke arah Ricko." coba saja kelau berani, kalau sampai itu terjadi aku pastikan malaikat maut segera menghampiri bapak." ancam Ratib.


"Ha..ha...ha... kamu kalau marah bertambah cantik tau gak." goda Ricko lagi, namun Ratih sama sekali tidak merubah ekspresi wajahnya.


"Aku tidak mungkin kepicu wanita lain kalau ada istriku di sampingku." sambung Ricko lalu mencoba memeluk Ratih namun Ratih menolak.


"Jangan coba coba menggambil kesempatan." Ketus Ratih.


"Kamu tidak mau aku memelukmu, kalau kamu tidak mau berati itu tandanya kamu mengijinkan aku memeluk wanita lain di luar sana dong." tutur Ricko hendak pura pura bangun dari ranjang tapi dengan cepat Ratib menarik tangan Ricko.


"Jangan." bantah Ratih." ya sudah bapak boleh memelukku." sambung Ratih menunduk kepalanya karena malu.


Ricko langsung tersenyum setelah mendengar perkataan Ratih dia langsung menindih Ratih.


"B-bapak mau ngapain bukanya tadi bapak bilang cuma butuh pelukan...??" tanya Ratih.


"Suuttttt... diam jangan berisik. kita akan berkerja malam ini, aku ingin membuat beby yang lucu." ucap Ricko lalu langsung menyambar mulut Ratih.

__ADS_1


Bersambung......


Author udah usahain ya buat up yang banyak sekarang giliran kalian vote yang banyak 🤭😁😁


__ADS_2