Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 6


__ADS_3

Rembulan malam menyinari bumi semua orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing tak terkecuali bagi Ratih, kini Ratih harus lembur membersihkan semua ruangan di lantai 50 itu merupakan denda yang iya dapat karena masalah tadi siang.


" Apa semuanya sudah beres...??" tanya seseorang di belakang Ratih yang tak lain adalah sekretaris Kevin.


" Seperti yang bapak lihat." sahut Ratih yang hanya menoleh sekilas.


" Sepertinya pekerjaanmu harus di tambah." ucap sekretaris Kevin.


" Apa.... Pekerjaan saya akan di tambah lagi, apa bapak belum puas mengerjai saya." sahut Ratih yang kini menatap ke arah sekretaris Kevin.


" Kenapa kamu tidak ada sopan santunnya dengan atasan." ujar Ricko yang tiba tiba datang.


Ratih yang terkejut dengan kedatangan Ricko pun menunduk, nyalinya yang tadi besar kini malah menciut begitu saja.


" Masuk ke ruangan saya." ucap Ricko lalu pergi ke ruangannya.


" Sekarang"..... ujar Ratih.


" Bukan sekarang, tapi tunggu ikan hiu berjanggut." sahut sekretaris Kevin lalu pergi menyusul Ricko.


" Hiu berjanggut sampai matipun tidak akan tumbuh tu janggut, Aaahhhh kenapa hari apes banget belum juga ini kelar udah di tambah satu lagi." ketus Ratih dengan gaya malasnya.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk..." suara seseorang dari dalam.


Clek.... ( Suara pintu terbuka )


Ratih memasuki ruangan dengan pelan pelan dia melihat ada dua orang yang berbicara dengannya tadi berada di dalam, mereka sepertinya membicarakan sesuatu yang sangat serius.

__ADS_1


" Duduklah." ucap sekretaris Kevin.


" Baik." sahut Ratih yang bingung dengan perubahan sikap bosnya itu.


" Ratih, mempunyai satu saudara perempuan bernama Tania, yang rela meninggalkan kampung halamannya hanya inggin mencari uang lebih." ucap Ricko.


" Maksud bapak apanya membaca biodata saya...??" tanya Ratih yang sudah di ambang penasaran.


" Tubuhmu bagus, warna kulitmu juga lumayan." ucap Ricko yang memperhatikan Ratih dari ujung rambut hingga ujung kaki.


" Maksud bapak apa sebenarnya kenapa bapak bicara seperti itu kepada saya." teriak Ratih yang kini sudah berdiri dari tempat duduknya.


" Pelankan suaramu...!! Kamu tidak pantas bicara sekeras itu di ruangan ini." ucap sekretaris Kevin.


" Biarkan saja, bagaimana kalau kamu bekerja denganku besok malam hanya satu malam saja bagaimana...??" tanya Ricko.


" Pintu itu tidak akan terbuka karena itu otomatis lihat lah ini." ucap Ricko sambil memperlihatkan remote di tangannya.


Ratih yang sudah menyadari kalau dirinya sekarang sudah terkurung di dalam ruangan macan menghela nafas dengan kasar.


" Bapak maunya apa sih sebenarnya...??" tanya Ratih memberanikan diri.


" Seperti yang aku bilang tadi." Jawab Ricko.


" Iya saya tau bapak menyuruh saya bekerja dengan bapak besok malam, tapi saya ingin tau pekerjaan apa yang akan bapak berikan, jangan bilang kalau bapak ingin saya tidur dengan bapak ya." ucap Ratih dengan tampang polosnya.


" Ha... Ha.. ha... Bodoh, kau sungguh berpikir seperti itu, atau kau jangan jangan memang menginginkannya." sahut Ricko.


" Bagaimana kalau saya menolak...??" tanya Ratih.

__ADS_1


" Belum pernah ada dalam sejarah ada orang yang menolakku, kalau kamu tidak mau maka aku akan membuat kamu mau." ucap Ricko lalu berdiri melepaskan kemejanya.


" Aaaaaaa....." teriak Ratih kemudian menutup matanya dengan tangannya.


Ricko yang melihat Ratih ketakutan menjadi lebih semangat, Kemudian Ricko melepaskan semua baju di tubuhnya hingga nampak lah roti sobek milik Ricko.


" Hentikan..... Baiklah aku akan bekerja dengan bapak besok malam." ucap Ratih dengan tatapan memohon.


" Gadis pintar...." ucap Ricko lalu memakai bajunya kembali.


Di rumah Ratih


" Aaaaaaa..... Menyebalkan, menjengkelkan, menyeramkan, awas kau ubi karet..." teriak Ratih sambil memukul bantal.


" Kak tenanglah, kakak ini kenapa...??" tanya Tania yang melihat kamar sudah berantakan karena amukan dari Ratih.


" Ubi karet tunggu pembalasanku." ucap Ratih.


" Siapa ubi karet...??" tanya Ratih lagi.


" Dia manusia yang paling aku benciiiii." jawab Ratih.


" Sebaiknya aku harus segera ke kamarku saja, kakak minumlah obat agar penyakit kakak tidak kambuh setelah itu beristirahatlah dengan tenang." ucap Tania lalu pergi, dia lebih memilih tidur di kamarnya dari pada harus mengurus kakaknya yang seperti orang kesurupan.


**Bersambung .........


🌹🌹🌹🌹🌹


ayok kak batu vote dan like biar author makin semangat kak🤭🤗**

__ADS_1


__ADS_2