Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 78


__ADS_3

"Mawar..." guma ibu Susi di ikuti tawanya


"Apa kau tidak bisa membedakan mana wanita baik baik dan wanita jahat." sambung ibu Susi lagi kini dengan tatapan membunuh.


"Nyonya ampuni saya, saya berjanji tidak akan berbuat salah lagi." ucap pelayan cafe.


"Aku lebih dulu makan garam ketimbang dirimu jadi jangan pernah mengatakan janji di hadapanku." tutur ibu Susi.


"Apa kalian sudah menangkap ular itu...??" tanya ibu Susi seraya melirik anak buahnya.


"Maafkan kami nyonya, nona Selfi telah berhasil melarikan diri." jawab salah satu dari mereka.


"Melarikan diri. bagaimana bisa." bentak ibu Susi.


"Maafkan kami nyonya. ada seorang pria yang membantu nona Selfi kabur nyonya."


"Pria.." seraya tersenyum miring." mudah sekali dia mendapatkan pengganti anakku."


"Cari kemanapun ular itu pergi temukan dia secepatnya!! dia harus membayar mahal atas apa yang terjadi." perintah ibu Susi lalu langsung pergi." Bereskan wanita ini."


"Baik..." jawab mereka serentak.


*****


"Sayang muka kamu kok masih cemberut gitu sih. senyum dong." ucap Ricko seraya mempraktekkan senyuman lebar.


"Aku ingin bertanya sesuatu tapi kamu harus berjanji kalau kamu harus menjawab pertanyaanku dengan jujur." tutur Ratih menatap lekat lekat wajah suaminya.


"Ehm, baiklah asalkan itu membuatmu tersenyum." sahut Ricko.


"Janji."


"Janji aku akan menjawab dengan jujur."

__ADS_1


Ratih menarik nafas dalam dalam sebelum sesaat ia akan melontarkan pertanyaan yang selalu menghantuinya saat ini. perkataan Selfi tadi siang sungguh membuat ia terus saja kepikiran.


"Apa kamu pernah tidur bersama Selfi.??" tanya Ratih di ikuti nafasnya memburu.


Sontak kening Ricko langsung berkerut dalam." Sayang pertanyaan apa ini. ini sungguh tidak lucu." elak Ricko dia sudah merasa ada firasat buruk.


"Itu bukan jawab Ricko, kamu sudah berjanji kalau kamu akan mengatakannya dengan jujur." tutur Ratih.


"Sayang tidur lah kamu pasti sangat capek kan, tidur lah dengan nyenyak aku akan di sini menjagamu." ucap Ricko mengelus tangan Ratih.


"Aku tidak akan tidur sebelum kamu menjawab pertanyaanku. kalau kamu masih tidak mau menjawab pertanyaanku maka jangan harap kamu bisa melihat aku dan anak kita ini lagi." ancam Ratih.


"Sayang jangan bercanda ini sudah malam tidur lah."


"Jawab pertanyaanku Ricko." bentak Ratih kini wanita itu benar benar hilang kesabarannya.


Ricko membuang nafas kasarnya." baiklah, ya aku memang pernah tidur seranjang dengan Selfi." sahut Ricko menundukkan pandangannya menatap ke arah selimut yang membaluti tubuh istrinya.


"Apa kalian melakukan itu...??" tanya lagi Ratih kini matanya berkaca kaca, terasa sakit hatinya ketika mendengar kata kata itu langsung dari mulut suaminya sendiri.


Dug.... suara detak jantung, Ratih memejamkan sesaat matanya setelah itu membuka secara perlahan lahan."Berati Selfi pernah hamil anak kamu." guma Ratih yang di ikuti air matanya mengalir begitu saja.


"Sayang." ucap Ricko kini menatap lembut istrinya." Aku akui aku memang pernah beberapa kali tidur dengan Selfi. kami juga melakukan itu tapi aku tidak pernah menghamili Selfi sayang." sambung Ricko berusaha menyakinkan Ratih.


"Dasar pembohong kamu bilang kamu masih perjakar." air mata mulai mengalir begitu saja. "mana mungkin Selfi tidak hamil setelah apa yang kalian lakukan." ucap Ratih kini sudah menangis.


"Sayang aku mohon percayalah ke padaku aku memang melakukan itu dengan ya tapi aku sadar. aku tidak akan menanamkan benih ku kepada perempuan yang belum berstatus istriku. aku selalu membuang benihku keluar jika aku melakukannya dengan wanita lain selain dirimu. hanya dirimulah wanita satu satunya yang aku tanamkan benihku percayalah." bujuk Ricko mencium beberapa kali telapak tangan Ratih.


"Tetap saja kamu melakukannya dengan wanita lain." guma Ratih memalingkan wajahnya.


"Sayang maafkan aku, jujur itu adalah masa terburuk yang pernah aku lakukan, aku bahkan menyesal telah melakukannya sayang."


Namun Ratih tidak menggubris sama sekali, wanita itu bahkan menutup rapat rapat telinganya. sementara Ricko bukanya merayu tapi laki laki itu malah tertawa melihat tingkah laku istrinya, mungkin Ratih lagi cemburu pikir Ricko.

__ADS_1


"Hahaha..." Ricko terkekeh sendiri melihat kelakuan istrinya yang menurutnya sangat lucu saat ngambek.


"Kamu bertambah cantik sayang kalau lagi cemburu, aku suka." gombal Ricko seraya tangannya mencoba membalikan tubuh Ratih hingga membuat mereka berhadapan.


"Jangan sentuh aku, lepaskan." Ratih memberontak.


"Hahahaha... kamu gemesin tau gak." Ricko mencibir pipi Ratih.


"Aaaaa...."


"Sayang aku boleh mintak itu." sambung Ricko lagi seraya melirik ke arah gunung kembar Ratih yang nampak menonjol.


"A-Apa..." Ratih pura pura tidak tau.


"Itu..."


"Aku itu lagi marah kenapa kamu malah mintak yang aneh aneh." ketus Ratih menutup dadanya dengan tangannya sendiri.


"Marah sih marah tapi hak seorang suami tatap harus di beri sayang, karena itu memang peraturannya." ucap Ricko.


"Tidak ada peraturan seperti itu." elak Ratih.


"Ada peraturan itu hanya khusus buat istriku saja." goda Ricko lagi kini tangannya sudah memegang kedua tangan Ratih tidak memberi celah untuk menolak.


"Huuuaaappp... aku sangat mengantuk sepertinya aku harus segera tidur." ucap Ratib mencoba membalikkan badannya namun tidak semudah karena Ricko tidak membiarkannya.


Ricko langsung menanamkan wajahnya di leher Ratih bahkan Ricko memberi kecupan yang sangat panjang di sana hingga membuat leher Ratih memerah seketika.


Clek....(Suara pintu terbuka kecil sedangkan dua sejoli di atas ranjang mereka bahkan tidak menghentikan aktifitasnya entah mereka tidak sadar atau mereka memang tidak menghiraukannya.)


"Aaaaa...."---


"Huppp..." seseorang dari belakang menutup cepat mulut Tania seraya menarik Tania keluar setelah itu menutup pintu kembali.

__ADS_1


"Mataku mataku.... hek tidak polos lagi." gerutu Tania.


"Anggap saja kamu lagi lihat beruang pacaran." ucap Kevin.


__ADS_2