
Dua bulan pun telah berlalu tak terasa waktu yang mereka tunggu-tunggu akan segera sampai, ya karena usia kehamilan Ratih kini sudah memasuki trimester terakhir. waktu yang sangat mereka nanti-nanti kelahiran sang pewaris bagi keluarga Adiningrat. "Tidak sia-sia." terdengar seseorang mengucapkan hal itu, ya siapa lagi kalau bukan ibu Susi Adiningrat. wanita itu adalah orang pertama yang tidak sabar menanti kelahiran sang cucunya, cucu pertamanya. wanita tua itu kini berada di taman belakang Mansion menikmati detik-detik terbit matahari.
"Sepertinya nyonya sangat senang hari ini...??" tanya Tias yang sadari tadi melihat ibu Susi terus saja mengembangkan senyumannya.
"Tentu aku sangat senang sekali, tidak lama lagi akan ada tangisan suara bayi di mansion ini." jawab ibu Susi lalu mengambil cangkir berisi teh panas menghirupnya dengan sangat dalam.
"Saya juga merasa ikut senang nyonya." ucap Tias.
"Apa Ricko sudah bangun...??" kini ibu Susi balik bertanya.
"Sudah nyonya, tuan muda Ricko bahkan siap pergi ke kantor." jawab Tias.
"Tante..." teriak seseorang berlari menghampiri ibu Susi. sedangkan Tias dan ibu Susi langsung menoleh ke arah suara.
"Ada apa...??" tanya ibu Susi melihat orang itu tidak lain adalah Mawar.
"Tante apa aku boleh pergi jalan-jalan hari ini aku sudah bosan tinggal di mansion ini terus Tante." rengek Mawar setelah berada tepat di depan ibu Susi.
"Tidak bisa." sahut ibu Susi cepat.
"Tante masak aku terus yang menjaga kak Ratih sekali kali gantian kenapa sama Tania. masak dia enak aja keluar masuk ke mansion sedangkan aku jangankan pergi keluar pergi ke pintu gerbang aja enggak boleh." keluh Mawar memanyunkan bibirnya.
"Mawar ku sayang, berapa kali ibu harus bilang kamu dan mawar itu berbeda dia anak kuliahan sedangkan kamu itu seorang dokter, masak iya Tante nyuruh Tania yang jagain kak Ratih dia mana gerti sama ibu hamil." ucap ibu Susi.
"Tapi aku kan bukan dokter kandungan Tante." elak Mawar.
"Alah sama saja itu, yang penting kamu kan tau tentang masalah ibu hamil."
"Aaaaaa Tante."----
"Iiiiiii... awas ya kamu Tania kalau kamu berani dekat dekat sama Kevin. aku pasti akan menjambak rambutmu." batin Mawar sebenarnya Mawar di bakar api cemburu kalau dia setiap hari harus melihat Tania di antar oleh Kevin pergi ke kampus. ia merasa sangat tersaingi.
*****
__ADS_1
Di dalam kamar Ricko.
"Sayang aku pergi ke kantor dulunya." Ricko mencium kening Ratih. singkat."Kalau terjadi apa apa segera kabari aku." ucap Ricko lalu laki laki itu segera keluar kamar.
"Hati-hati." ucap Ratih sesaat sebelum Ricko keluar.
"Vin bagaimana...??" tanya Ricko, kini dirinya berada di depan teras mansion.
"Belum bos." jawab Kevin seraya menggelengkan kepalanya.
"Kepana kau lama sekali, seperti siput saja."
"Saya takut bos."
"Memangnya kamu takut kenapa..??"
"Takut di tolak bos."
"Astaga." Ricko menepuk jidatnya sendiri.
"Memangnya bos mau punya adik ipar seperti saya...??" tanya balik Kevin.
"Enggak." jawab Ricko santai.
"Hahhh..." Kevin membulatkan matanya." lalu kenapa bos mendukung saya."
"Ya aku lakukan itu supaya kamu tidak lagi jomblo masal, tapi kamu harus Ingat jangan pernah kamu macam-macam ya sama Tania awas kau. apa lagi sampai mintak jatah segala, ku retakkan ginjal mu nanti." ancam Ricko. Kevin yang mendengarkan itu menelan ludahnya kasar.
"Ya ampun bos, belum juga pacaran udah di ancam." ucap Kevin.
"Aku hanya memperingati. hey lihatlah itu dia datang. Pepet terus jangan kasi kendor." Ricko menepuk pelan bahu Kevin lalu laki laki itu langsung masuk mobil.
Sedangkan Kevin yang melihat Tania semakin dekat ke arahnya pun menjadi grogi sendiri, bukan tanpa alasan melainkan ia takut kejadian dulu terulang lagi dimana ia sempat di tolak oleh Selfi wanita yang pernah menjadi mantan kekasih Ricko sebelumnya.
__ADS_1
"Hey." sapa Kevin.
"Kak Kevin." ucap Tania.
"Mau pergi ke kampus, biar kakak antar." tawar Kevin.
"Tidak perlu kak tidak perlu. tadi Tania sudah memesan taksi online kok." tolak Tania merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa. batalkan saja biar kakak yang antar." sahut Kevin dengan cepat menarik tangan Tania.
Tampa mereka sadari sepasang bola mata sadari tadi terus menatap mereka dengan perasaan di makan api cemburu orang itupun memukul dinding pelan.
"Tania rupanya kau benar-benar ingin bersaing denganku ya, baiklah kita mulai pertempurannya sekarang." geram Mawar tangan mencakar dinding.
"Siapa yang ingin bertempur dengan anda nona...??" tanya Kasim Han tiba-tiba dari arah belakang Mawar. sontak mawar langsung menoleh ke arah belakang.
"Han kau mengagetkan ku saja." ucap Mawar bernafas dengan lega, tidak kebayang kalau sampai ibu Susi tadi yang mendengarkan pembicaraannya tadi.
"Nona tadi saya bertanya siapa orang ingin bertempur dengan anda nona...??" tanya lagi Kasim Han.
"Tidak ada, hanya nyamuk kecil yang ingin mengajakku bertempur." jawab Mawar cepat lalu wanita itu pergi.
**Bersambung......
Netizen :"Thor...??"
Author galak :"Hem.."
Netizen :"Kok malam kali up ya Thor...??"
Author galak :"Napa enggak suka...??"
Netizen :"Ya ampun Thor galak amat sih, padahal aku kan cuma nanya."
__ADS_1
Author galak :"Makanya jangan tanya-tanya.
Netizen :"😑😑😑😑**