Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 85


__ADS_3

"Aaaaaa..." pekik Ratih memejamkan matanya erat.


"Masuklah ke neraka wanita ******." Selfi melayangkan tanganya hendak menikam tubuh Selfi hingga nyaris mengenai lengan Ratih namun sebelum sesaat itu terjadi tangan Selfi sudah di pegang seseorang berada di belakang. orang itupun dengan sigap mengerakkan tangannya memutar tangan Selfi hingga berhasil menjatuhkan pisau mengkilat itu ke lantai.


Brukkk... (laki laki itu mendorong kuat tubuh Selfi hingga membuat wanita itu tergusur ke lantai.


"Sayang kamu tidak apa apa...??" tanya Ricko sudah sangat khawatir sontak memeluk Ratih, menenangkan istrinya sedang gemetar.


"Maafkan aku, aku terlambat." guma Ricko mempererat pelukannya.


"Ck. seharusnya aku yang kamu peluk bukan bukan wanita ****** itu, kalau aku tidak bisa memilikimu maka tidak ada satu orangpun juga yang bisa memilikimu Ricko." tutur Selfi seraya berdiri mengambil kembali pisau tadi.


Sedangkan Ricko matanya langsung menajam menatap lurus kedepan, kerutan di keningnya pun juga ikut mendalam. laki laki itu merenggangkan pelukannya menatap ke arah Ratih sudah dari tadi tidak berhenti gemetar."Jangan takut aku ada di sini aku akan menjaga kamu dan juga calon bayi kita." guma Ricko menenangkan istrinya itu.


Ricko segera membalikkan badannya menatap ke arah sosok wanita yang pernah menjadi mantan ke kasihnya dulu, bahkan tatapnya kini sangat mematikan kerutan di keningnya semakin mendalam.


"Kali ini aku tidak akan mengampunimu lagi, kau sudah melakukan kesalahan terbesar mencoba melukai istri dan calon anakku." ucap Ricko penuh penekanan.


"Ricko kembalilah kepadaku tinggalkan wanita itu kita mulai lagi dari awal ya. aku berjanji kepadamu aku tidak akan menghianatimu lagi, percayalah Ricko."


"Ck. jangan pernah berpikir kalau aku akan kembali lagi ke padamu karena itu tidak akan pernah terjadi."


"Ricko apa yang kau katakan kau tidak sungguh sungguh kan dengan perkataan mu itu."


"Aku tidak sudi kembali lagi ke padamu, apa itu masih belum jelas." kali ini Ricko merapatkan giginya.


"Hem, kamu sudah memilih pilihan yang salah Ricko kalau aku tidak bisa memilikimu maka tidak satupun juga yang bisa memilikimu.haaaaa..." Selfi melayangkan tangannya lagi seraya berlari menghampiri Ratih.

__ADS_1


"Brukkk..." sebuah pukulan kuat berhasil mendarat di leher belakang Selfi hingga membuat wanita itu langsung pingsan terjatuh ke lantai.


"Maaf bos kami terlambat." ucap seseorang yang tadi memukul Selfi, yang merupakan pengawal khusus Ricko.


"Kalau sampai terjadi sesuatu pada istriku aku tidak akan pernah mengampuni kalian."


"Seret dia dan lakukan apa yang mestinya kalian lakukan, kalian mengerti." sambung Ricko lagi.


"Baik bos." ucap mereka bersamaan. sementara itu Ricko langsung menghampiri Ratih.


"Sayang apa masih sakit...??"


"Ehm, tidak hanya keram sedikit saja."


"Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit." ajak Ricko seraya membatu Ratih berdiri.


"Tapi kandungan kamu harus di cek sayang, aku takut nanti terjadi sesuatu pada baby kita sayang." bantak Ricko memaksa seraya menggenggam jemari Ratih mengajak istrinya itu keluar.


"Lepaskan aku, aku sudah tidak sakit lagi." Katrina menghempaskan tangan bodyguard kasar.


"Tapi nona, anda harus di bawa ke rumah sakit untuk melihat keadaan nona." ujar bodyguard itu.


"Tidak perlu aku bisa pergi sendiri." Katrina hendak meninggalkan tempat itu namun tak sengaja matanya menangkap Ricko dan Ratih sedang berjalan ke arahnya perempuan itu langsung mematung di tempat.


"Bagaimana ke adaanmu apa sudah membaik...??" tanya Ricko setelah sesaat berada di depan Katrina.


"Mas siapa dia...??" Ratih dengan cepat mengajukan pertanyaan nya, matanya tak henti menatap ke arah Katrina merasa ada yang aneh.

__ADS_1


"Oh ya sayang perkenalkan ini nona Katrina putri tuan Fernandez teman bisnis aku." jawab Ricko memperkenalkan Katrina. sedangkan Ratih hanya mangut mangut pertanda mengerti.


"Hai namaku Ratih, istri tuan Ricko Adiningrat." Ratih menjulurkan tangannya mencoba berkenalan. sementara Katrina hanya melamun entah apa yang ada di pikiran wanita itu apalagi saat Katrina melihat perut buncit Ratih yang kini sudah membesar, kini tatapannya kembali melirik ke arah Ricko.


Ratih yang menyadari itupun memayunkan bibirnya menatap lekat wanita itu."Kenapa wanita ini selalu menatap suamiku, ck dia bahkan tidak menyalamiku." membatin Ratih.


"Sayang ayo kita pergi." ajak Ricko sengaja mengajak Ratih pergi bahkan kini tangan Ricko merangkul pinggang Ratih.


"Ehm. nona maaf kami pergi duluan." pamit Ratih menundukkan sedikit kepalaya setelah itu langsung mengikuti Ricko.


"Sayang kenapa kamu menundukkan kepala...??" tanya Ricko seraya berjalan dengan tanganya masih merangkul pinggang Ratih.


"Hem, memangnya kenapa apa aku melakukan kesalahan...??" tanya balik Ricko.


"Tidak, kamu tidak melakuka kesalahan tapi aku heran kenapa kamu menundukkan kepalamu biasanya kamu tidak pernah melakukan hal itu meskipun aku suruh." ujar Ricko.


"Aku mau melihat berapa nomor sepatu yang ia pakai." sahut Ratih sedangkan Ricko langsung menaikkan alisnya dia masih belum bisa mencerna apa yang di katakan istrinya.


"Sayang untuk apa kamu melihat nomor sepatunya, memangnya kamu mau memakai sepatu yang ia pakai??"


"Bukan tapi aku mau menamparnya dengan sepatu yang sebesar ia pakai kalau dia coba coba melirik suamiku lagi." ketus Ratih.


"Bahahaha.... sekarang aku baru tau kalau kamu lagi cemburu."


"Siapa yang cemburu aku tidak cemburu hanya saja aku tidak suka tatapanya saat menatap suamiku."


"Hahaha itu sama aja dengan cemburu." ejek Ricko.

__ADS_1


__ADS_2