
"Kalian ngapain di sini...??" tanya Ratih masih bengong saat melihat sudah ada beberapa pelayan wanita berada tepat di belakangnya seraya menundukkan kepalanya.
Namum mulut para pelayan seakan malas berbicara entah karena mereka takut atau karena mereka tidak tahu harus mengatakan apa.
"Siapa yang menyuruh kalian kemari...??" tanya lagi Ratih, lalu bola matanya berpaling menatap wajah Kasim Han seakan akan menunggu jawaban dari pria yang berada di depannya sekarang.
"S-saya nyonya yang menyuruh mereka datang kemari." ucap Han dengan nada takutnya.
"Kenapa kamu menyuruh mereka datang kemari...??" tanya Ratih lagi kini semakin bingung dengan sikap Han.
"Maaf nyonya, tapi ini semua adalah perintah dari tuan muda." ucap Han.
"Apa..." Ratih menggelengkan kepala nya merasa tak habis pikir dengan sikap Ricko.
******
Setelah selesai rapat pertemuan dengan tuan Fernandes, Ricko bergegas pergi ke kantor. terasa Ricko sudah tidak sabar ingin cepat cepat menyelesaikan pekerjaannya di kantor.
"Vin, bisakah kamu mengemudi lebih cepat lagi." tutur Ricko merasa kesal sendiri.
"Maaf bos sepertinya kita kejebak macet." sahut Kevin.
"Kenapa sampai bisa kejebak macet sih." gerutu Ricko kesal.
Kevin menaikan alisnya dengan sangat kuat merasa heran dengan sikap Ricko tiba tiba berubah, karena tidak biasanya Ricko kesal di saat kejebak macet.
"Cepat kamu buat profosal untuk melebarkan jalan ini agar tidak ada kemacetan lagi." ucap Ricko masih dengan nada kesalnya.
"T-tapi bos itu bukan tugas kita." sahut Kevin cepat merasa aneh dengan perintah Ricko.
******
__ADS_1
Ratih kini sedang duduk di balkon atas dengan perasaan diliputi kekesalan entah kenapa hari ini dia merasa sangat kesal. mungkin karena ia tidak melakukan apa apa pikir Ratih.
"Han dari tadi aku tidak melihat Tania, kemana dia...??" tanya Ratih baru menyadari kalau sudah dari tadi dia tidak melihat Tania.
"Nona Tania sudah berangkat kuliah sadari tadi pagi nyonya." jawab Kasim Han.
"Benarkah, kenapa dia tidak berpamitan ke padaku." gerutu Ratih.
"Saat itu nyonya belum turun jadi nona Tania tidak berani membangunkan kan anda, nyonya." sahut Kasim Han.
"Berati dia tidak menghargai ku sebagai kakak nya, bisa bisanya dia pergi tampa berpamitan ke padaku." ketus Ratih merasa jengkel sendiri.
"Nyonya, sudah waktunya anda bersiap siap sebentar lagi Anda akan di jemput. bukankah nyonya akan makan siang bersama tuan muda." tutur Kasim Han lalu bola matanya melirik arah pelayan wanita mengisyaratkan untuk segera melayani Ratih.
Ratih menghela nafas kasar." baiklah tapi kamu juga harus ikut."
"Kalau itu saya tidak bisa nyonya karena tuan muda hanya ingin makan berdua dengan nyonya saja." sahut Kasim Han cepat.
Beberapa pelayan itupun langsung dengan siaga melayani Ratih dari memakai gaun, memilih sepatu dan juga tentunya menghias wajah Ratih.
Setelah lebih dari 30 menit Ratih kini sudah selesai di make up. kini penampilan Ratih sudah sangat sempurna. Ratih memakai dress warna biru yang di pandu sedikit corak corak bunga membuat penampilan Ratih jauh lebih cantik dari biasanya.
*****
Ricko kini sudah sampai di kantor dengan langkah panjang dan di sertai wajah yang begitu datar dan juga dingin Ricko terus melangkah tampa menoleh ke kanan maupun ke kiri.
Ricko segera menekan tombol lift menunjukkan angka 50. setelah pintu lift terbuka Ricko langsung masuk ke ruangan ya.
Tiba tiba saja langkah Ricko terhenti saat melihat seseorang yang sangat ia kenal tengah duduk bersantai di atas sofa. seseorang itu pun menampakkan senyuman mendamba ke arah Ricko.
"Selfi..." tutur Ricko masih terkejut dengan kehadiran Selfi.
__ADS_1
"Sayang..." ucap Selfi lalu segera bangkit dari sofa dan melangkah menuju Ricko.
"Mau apa lagi kau kemari...??" tanya Ricko dengan sikap dinginnya.
"Mau apa lagi kalau bukan mau menjenguk kekasihku." sahut Selfi seraya melayunkan tanganya di leher Ricko.
"CK..." Ricko berdecak.
"Bukankah kita sudah tidak punya hubungan apa apa lagi. jadi jangan pernah kau mengatakan hal itu lagi." sambung Ricko menegaskan.
"Sayang, jangan seperti itu bagaimanapun juga kamu akan tetap menjadi kekasihku, aku tidak mau kehilanganmu." tutur Selfi dengan manja lalu langsung memeluk Ricko.
Ricko tidak menolah atau pun membalas pelukan Selfi dia hanya berdiri mematung menatap sela sela lemari yang ada di hadapannya.
"Kenapa kamu bisa masuk ke sini...??" tanya Ricko setelah Selfi melepaskan pelukannya.
"Tentu saja aku bisa masuk bukan kah aku ini kekasihmu, tidak ada satu orangpun yang bisa melarangku untuk menemui kekasihku." jawab Selfi cepat.
"Cepat pergi dari sini dan jangan pernah kamu datang kemari lagi. aku sudah melupakanmu."
"Suuttttt...." Selfi dengan cepat meletakkan telunjuknya di bibir manis Ricko.
"Jangan pernah kamu mengatakan seperti itu." ucap Selfi lalu berjinjit, menanamkan bibirnya di bibir seksi Ricko, Selfi bahkan m****** dalam bibir Ricko memainkan lidahnya di sana. karena tidak dapat penolakan dari Ricko hal itu membuat Selfi seakan akan ingin berlama lama di sana.
Tampa mereka sadari sudah dari tadi seorang wanita menatap mereka dengan tatapan tidak bisa di artikan.....
**Bersambung.......
🌹🌹🌹🌹🌹
Sabar ya buat para reader besok author akan up yang banyak 😘 buat kakak kakak sekalian**
__ADS_1