Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 81


__ADS_3

"Hahhh...." suara nafas tak beraturan keringat pun juga sudah mulai bercucuran di dahi laki laki itu.


"Sayang..." guma Ricko ngos-ngosan berlari menghampiri Ratih.


"Ye... ye... ye..." Ratih menepuk tangannya seraya loncat.


"Astaga Ratih." guma ibu Susi langsung memegang bahu Ratih.


"Ingat kamu itu lagi hamil, kamu tidak boleh loncat seperti itu kasian Beby." gerutu ibu Susi masih memegang erat bahu menantunya itu.


"Ya ampu Bu Ratih lupa." seraya menepuk jidatnya sendiri. sedangkan ibu Susi hanya menggeleng geleng kan kepala melihat menantu semata wayangnya ini.


"Sayang ini." tutur Ricko kini sudah sampai seraya tangannya menyerahkan kantong plastik ke arah Ratih.


"Ye... terima kasih." ucap Ratih langsung mengambil kantong palstik itu dari Ricko.


"Hahhh... hahhh... hahhh..."


"Bos tidak apa apa..??" tanya Kevin menyadari kalau bosnya itu bernafas tak beraturan.


"Palamu tidak apa apa, hahhh... aku itu tadi di kejar orang gila." jawab Ricko.


"Orang gila bos, Bhahahaha...." tawa Kevin.


"Ibu ayo kita pulang Ratih sudah tidak sabar ingin segera makan buah mangga ini." ajak Ratih menarik tangan ibu Susi.


"Ehm, ayo." guma ibu Susi


"Sayang..." panggil Ricko pelan.


"Kau lihat Kevin dia tidak menghawatirkan ku sama sekali." sambung Ricko lagi kesal.


"Sabar bos ini merupakan sebuah ujian untuk Dedy." ucap Kevin tertawa kecil.


"Berhenti menertawai ku." tegas Ricko, lalu laki laki itu langsung berjalan mengikuti istrinya.


"Hahaha... nasib nasib."


*****

__ADS_1


Sebuah mobil Alphard berwarna putih berjalan mulus memasuki kawasan mansion besar, mobil itupun berhenti tepat di depan pintu utama mansion.


"Ye... makan mangga makan mangga." cerocos Ratih sadari tadi tidak pernah menghentikan kata kata itu, bumil itu benar benar di buat senang oleh buah mangga.


"Sayang hati hati turunnya." tutur Ricko menasehati Ratih karena memang Ratih hampir kejedot atap mobil sangking terburu buru ya turun.


"Aku tidak apa apa." ucap Ratih lalu langsung berlari ke kecil masuk ke dalam mansion.


"Lihat lah istrimu di sangat senang dapat buah mangga, ehm. ibu dulu juga seperti itu waktu hamil kamu." tutur Ibu Susi menghampiri Ricko mengajak masuk bersama.


"Em. Ibu seperti itu juga saat hamil Ricko...??" tanya Ricko menatap ibunya.


"Iya, bahkan ibu lebih parah, istrimu masih mending ngidam buah mangga masih mudah di cari lah ibu dulu waktu ngidam kamu lebih parah dari buah mangga." jawab ibu Susi.


"Memang waktu itu ibu mengidam apa...??" tanya Ricko lagi.


"Susu tupai." jawab ibu Susi cepat.


"Heh. susu tupai, tupai yang loncat loncat di atas pohon itu...??" Ricko menelan ludahnya sangat kasar.


"Iya tupai yang ada di pohon itu. sampai sampai ayah kamu sepuluh hari sepuluh malam nyariin tupai habis melahirkan untuk ibu." Sahut ibu Susi.


"Kamu kenapa...??"


"Ibu jorok... hueekkk... masak Ricko di kasih susu tupai."


"Itukan kamu sendiri yang mintak."


"Enggak Ricko kan masih di dalam perut mana mungkin Ricko bisa ngomong sama ibu."


"Iya memang kamu itu tidak bisa ngomong tapi itu kan bawaan bayi Ricko bawaan ibu hamil. kamu tau ada satu lagi ngidam ibu waktu hamil kamu."


"Apa...??"


"Ibu mengidam ingin peluk beruang."


"Beruang."


"Iya beruang, beruang yang berada di hutan itu sampai sampai ayah kamu makek kostum beruang betina agar bisa menarik perhatian beruang jantan supaya keluar dari hutan. terus kalau udah keluar langsung di bius di buat pingsan, setelah itu baru di bawa pulang. hebat kan ayah kamu dia memang benar benar laki laki jentelmen berani berbuat berani bertanggung jawab." ucap Ibu Susi bangga.

__ADS_1


"Teryata perjuangan ayah lebih mengerikan dari pada perjuangan ku."


"Hem..."


****


"Nyonya muda, nyonya sedang apa...??" tanya Kasim Han ketika melihat Ratih mengatik-atik dapur.


"Ah, Han, kamu rupanya. sini bantuin aku" ucap Kasih Han.


"Baik nyonya muda, apa yang harus saya lakukan...??" tanya Han.


"Bantuin aku cari pisau buah." jawab Ratih matanya masih melirik setiap sudut dapur mencari pisau buah.


"Pisau buah ada di sana nyonya." tunjuk Han atas atap lemari, di sana sudah tersusun rapi berbagai macam pisau.


"Em, di sini rupanya." guma Ratih langsung meraih pisau itu.


*****


"Pergi kamu dari sini, dasar wanita sialan." teriak seorang laki laki.


"Sayang apa yang kamu katakan." ucap Selfi.


"Gara gara kamu perusahaan aku mengalami kerugian besar." gerutu laki laki itu emosi.


"Kalau aku tau dari dulu mantan kekasihmu adalah anak keluarga Adiningrat aku pasti tidak akan pernah mau berurusan denganmu, gara gara kamu ibu Adiningrat menghancurkan perusahan ku sekarang."


"Pergi dari sini, pergi wanita sialan." paksa laki laki itu menarik tangan Selfi kasar.


"Aaaaaa... sakit sayang." rengek Selfi.


"Jangan pernah kamu injak kan kaki kamu di apartemenku lagi karena mulai sekarang kita sudah tidak punya hubungan apa apa lagi." Bruk.. laki laki itu menutup kan pintu dengan kasar.


"Sayang aku bisa jelasin semuanya. ku mohon buka pintunya." teriak Selfi mengedor-ngedor pintu.


"Aaaaa....."


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Saya ucapkan terima kasi buat para pembaca setia novel ini karena telah mau membaca dan mendukung karya saya yang ugal ugalan ini 😁. Insya Allah author akan mentamatkan novel ini bulan ini juga, karena bulan depan author akan melanjutkan novel satunya lagi. jadi mohon bersabar menunggu 🙏😊


__ADS_2