
Flasbeck of
Ratih diam mematung bahkan untuk berkata katapun seakan akan susah di mulutnya, dia masih setia mendengar perkataan Ricko tapi semakin ia dengar cerita Ricko hati Ratih seakan perih dan sakit.
"Cukup." tutur Ratih dengan bibir gemetar.
"Sayang dengarkan aku dulu, kumohon jangan salah paham." bujuk Ricko seraya mencoba memegang tangan Ratih. Ricko bahkan sudah banyak mengeluarkan air keringat dia sangat takut jika Ratih salah paham.
"Semuanya sudah jelas, bapak memamfaatkan saya lagi." tutur Ratih kini matanya sudah berkaca kaca.
"Ratih sayang bukan begitu." sahut Ricko.
"Ok, aku akui itu memang rencana ku saat baru menikah denganmu tapi itu dulu kalau sekarang aku sungguh tidak ingin meninggalkan mu." sambung Ricko.
"Sudah dua kali, sudah dua kali bapak mempermainkan saya. apa setiap wanita itu hanya mainan bagi bapak hingga dengan mudah bapak mempermainkan mereka, apa bapak tidak pernah berpikir kalau mereka mempunyai perasaan." tutur Ratih tampa ia sadari air mata mengalir begitu saja di pipinya.
"Iya aku tahu aku salah maka dari itu aku ingin memperbaiki semuanya. aku sadar selama ini aku sering mempermainkan mu bahkan aku berpura pura sayang ke padamu. tapi aku mohon Ratih kali ini saja kamu mempercayai ku, kali ini aku sungguh tidak berbohong. aku benar benar sudah jatuh cinta kepadamu. kamu ingat saat malam pertama kita saat kamu minum jamu buatan ibu, kamu tahu kenapa aku mau melakukan hubungan suami istri denganmu itu karena aku sudah memiliki rasa kepadamu saat itu aku belum menyadari saat itu aku berusaha sekuat tenaga menolak ajakan mu bahkan aku menjauh darimu tapi hatiku jiwaku seakan sakit melihatmu tersiksa di pengaruhi jamu perangsang itu. makanya aku melakukan hal itu kenapa mu. saat malam kedua apa kamu juga masih ingat kamu juga tahu kan kenapa aku melakukan hal itu lagi kepadamu itu bukan karena jamu ibu tapi itu karena kemauan ku sendiri. saat itu aku sudah tekat aku sudah bertekad menjadikanmu istriku selamanya aku sudah bertekad melupakan setiap wanita yang pernah singgah di hatiku. aku hanya ingin menyimpan satu wanita saja yaitu dirimu Ratih saku sudah sayang ke padamu aku sudah cinta ke padamu Ratih." sahut Ricko panjang lebar seraya mengusap lembut pipi Ratih menghapus air mata yang membasahi pipi Ratih.
"Apa bapak mengatakan sungguh sungguh...??" tanya Ratih.
Ricko mengangguk cepat lalu dia berdiri menghadap arah laut yang kini sudah mulai gelap.
__ADS_1
"Iya, Ratih aku mencintaimu...."
"Aku sayang kepadamu....."
"Ratih I love you...." teriak Ricko tak henti hentinya bahkan teriakannya sangat kuat.
Ratih tersenyum bahagia mendengarnya dia juga berdiri mengikuti apa yang di lakukan Ricko.
"Aku juga mencintai pak Ricko...."
"Aku juga sayang pak Ricko....."
teriak Ratih tak mau kalah sama Ricko. Ricko meraih kedua tangan Ratih kini pandangan mereka bertemu tampa aba aba Ricko langsung mencium bibir Ratih dengan sangat lembut.
Sementara tak jauh dari Ricko dan Ratih nampak semua orang juga tersenyum bahagia.
"Meraka sangat serasi." guma Tania terharu.
"Iya mereka sangat cocok." sambung Mawar.
Kevin melirik ke arah Tania setelah itu melirik ke arah Mawar."apa kalian pikir ini drama Korea." tutur Kevin.
__ADS_1
"Kamu salah Vin ini bukan seperti drama Korea tapi ini seperti drama India." sahut Mawar seraya menghapus air mata padahal tidak ada air mata wkwkwk.
"Benar apa yang di katakan kak mawar ini seperti nonton di bioskop." sahut Tania.
"Tuan tuan dan nona nona ayo kita masuk sepertinya cuaca semakin dingin sekarang." ajak Kasim Han.
"Permisi, nona, pak Kevin, ayo cepat masuk makan malam sudah siap." tutur Rahmat baru tiba.
"Oh ya buk Ramlah sama pak Ricko di mana ya...??" tanya Rahmat.
"Ramlah Ramlah enggak sekalian di panggil aja Sapiah, Hamidah, Maimunah." ketus Tania merasa tidak suka jika kakaknya di panggil dengan sebutan lain.
"Hey kenapa kamu marah ke pada dia, bukan dia yang salah noh kak Ricko yang salah." protes Mawar seraya menunjuk Ricko dan Ratih.
"Ckckck."
**Bersambung.......
Thor kok pendek amat sih makin hari makin pendek aja??
maaf ni ye bukanya maksud gimana gitu tapi tanganku udah pegal nulis ni cerita sama cerita satu lagi. oh ya TERJERAT MENIKAH TUAN MUDA sudah up ya hehheh**
__ADS_1