Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 123


__ADS_3

Tepat pukul tujuh pagi Tania pelan-pelan membukakan kelopak matanya, menatap ke arah langit kamar masih kabut. Tania mengerakkan tangannya hendak bangun tapi kepalanya terasa sangat pusing sekali membuat wanita itu terjatuh kembali di ranjang. "Aduh sakit sekali..." Tania memijit pelipisnya, tangannya memegang kain yang di kompres oleh Kevin semalam. "Apa ini...??" Tania melihat saputangan berwarna putih polos yang tadi menutupi keningnya. Lalu mata Tania sontak terkejut pada seseorang yang sedang tertidur di sampingnya. "K-Kak Kevin..." guma Tania setelah mengundurkan tubuhnya sedikit menjauh dan di lihatnya wajah Kevin masih tertidur.


"Aaaaaa...." pekik Tania memijit pelipisnya lagi terasa kepalanya sangat berdengung sekarang.


"Sayang, kamu sudah bangun...??" tanya Kevin mengucek-ngucek mata mencoba mengumpulkan seluruh alam kesadarannya.


"Kenapa kak Kevin ada di dalam kamar ku??" Aaaaa... kepalaku sakit sekali."


"Kamu sakit di mana yang sakit. Aku akan segera menelpon dokter." ucap Kevin panik mulai bangki.


"Tidak perlu aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing ini sudah biasa."


"Sepertinya Tania tidak igat tentang kejadian semalam, dia masih membiarkan aku masih di sini. syukurlah semoga saja dia benar-benar lupa tentang kejadian semalam kalau tidak aku tidak tau bagaimana cara menjelaskannya.


"Kamu yakin saya tidak apa-apa...??" Kevin berjalan mendekati Tania.


"Iya aku baik-baik saja." Kevin kini sudah duduk di samping ranjang berdekatan dengan Tania. "Kakak mau ngapain...??" tanya Tania cepat tak kala melihat Kevin mengangkat kan tangannya. "Diam jangan banyak bicara! Aku hanya ingin melihat suhu tubuh mu." Kevin meletakkan tangannya di kening Tania. "Syukurlah suhu tubuhmu sudah turun, kamu tau?? Tadi malam kamu hampir membuatku jantungan karena khawatir terhadap dirimu." Kevin mengelus rambut Tania. "Tunggu di sini aku akan mengambil sarapan untukmu sekaligus obat sakit kepala." sambung Kevin lagi seraya bangkit lalu langsung melangkah pergi.


Dring.... Dring.... suara bunyi ponsel Tania yang terus bergetar membuat wanita itu langsung mengambilkannya dari dalam tas yang terletak di atas nakas.


"Halo kak." ucap Tania setelah sesaat ia menurunkan tombol hijau dari layar ponsel dan melihat nama kak Ratih.


"Halo Nia, kamu dimana kenapa kamu tidak pulang ke rumah Kakek semalam.?? Apa kamu masih di hotel?? Jangan bilang kalau kamu tidur bersama Kevin semalam, kalau itu terjadi aku akan mematahkan leher hiu berjenggot itu." Oceh Ratih sebrang sana, katika menyadari kalau Tania dan Kevin tidak ada di mansion.

__ADS_1


"Aku sedang demam kak badanku tadi malam panas makanya aku tidak bisa pulang ke rumah Kakek. Aku sama kak Kevin tidak melakukan apa-apa malahan kak semalaman kak Kevin menjagaku." ucap Tania memberi alasan. Tania baru menyadari kalau dirinya teryata demam semalam setelah mendengar apa yang di katakan Kevin tadi apalagi melihat saputangan dan Kevin yang tertidur di sampingnya.


"Apa demam, k-kamu demam Nia. Kenapa kamu tidak memberi tau Kakak. Apa kamu menangis semalam??" terka Ratih karena tidak biasanya Tania biasa demam tiba-tiba kecuali habis menangis, karena adiknya yang satu ini tidak bisa menangis tersedu-sedu untuk orang yang sangat dia sayangi karena itu bisa membuat Tania demam secara tiba-tiba.


"Nia sekarang cepat ceritakan sama kakak apa yang terjadi tadi malam, bukan kamu bilang kamu ingin mencari hiu berjenggot itu, maksud kakak, Kevin." timpal Ratih merasa sangat khawatir takut terjadi sesuatu pada adik tersayang.


"Iya Nia tadi malam mencari kak Kevin dan kak Mawar bersama kak Rahul." pelan-pelan Tania mengatakannya seraya mencoba mengingat kejadian semalam. "Aku bertemu kak Kevin dan kak Mawar di lift bersamaan saat kami hendak menaiki lift dan aku melihat..." Tania mengantungkan kalimatnya kini ia sudah menyadari apa yang terjadi semalam kenapa ia sampai bisa jadi demam seperti ini.


"Dan, dan apa Tania jangan bicara setengah-setengah." ucap Ratih sebrang sana sudah tak karuan. sementara Tania, wanita itu masih diam tidak berbicara apa-apa lagi hatinya kembali sakit saat membayangkan kejadian semalam yang kini tergiang-giang di kepalanya.


"Nia, halo, Nia apa kamu mendengar suara kakak" Ratih tak henti-hentinya bersuara.


Tut... Tut... panggilan langsung terputus. Tania memutuskan panggilan, wanita masih bengong menatap ke arah pintu yang sebentar lagi akan terbuka tak kala Tania mendengar suara tapak kaki.


"Sayang..." panggil Kevin dari arah kejauhan sesaat setelah ia menutup pintu kembali. Lalu pria itu langsung melangkah mendekati Tania.


"Jangan mendekat." teriak Tania sorot matanya langsung tertuju pada dada Kevin yang kini sudah di kancing dengan sangat rapat.


"Jangan sebut aku lagi dengan sebutan itu, kita sudah tidak punya hubungan lagi." ucap Tania di iringi sebutir air mata yang mengalir.


"Sayang...."


"Aku bilang sebut aku lagi dengan sebutan itu. Kak Kevin bukan lagi kekasihku, kita sudah putus semenjak kak Kevin meninggalkan acara pesta ulang tahun Kakek."

__ADS_1


"Sial dia sudah mengingatkan kejadian semalam, siapa yang mengingatkannya."


"Jangan mendekat." teriak Tania melihat Kevin semakin mendekatinya.


"Tania ku mohon dengerin aku dulu, dengar penjelasan ku. aku tau kamu pasti berpikir buruk tentang ku tapi satu hal yang harus kamu ingat kalau aku sangat mencintaimu aku tidak bisa hidup tanpamu." bujuk Kevin.


"Omong kosong, janga harap kalau aku akan tertipu lagi dengan omongan kak Kevin kali ini. Aku sudah tidak percaya lagi sekarang."


"Ok... kalau kamu ingin tau yang sebenarnya akan aku jelaskan, tapi berjanjilah satu hal denganku kalau kamu tidak akan memotong pembicaraan ku sebelum aku habis bercerita."


Tania tidak menjawab, ia masih menatap Kevin dengan tatapan penuh kebencian hatinya semakin sakit air mata kini jatuh setetes demi setetes dari pipi Tania.


**Bersambung....


Netizen : "Thor lama banget sih bosan gue ni nunggu Mulu."


Netizen kepo : "Kevin jahat banget Thor Ama Tania, gue gak rela Thor Tania sama Kevin, gue mau Tania sama Rahul aja."


Netizen bengekkkk : "Thor gimana ceritanya sih Thor si Rahul bisa bilang saranghae sama Mawar 😭😭😭."


Author baik : "Maaf banget ya 🙏 akhir-akhir ini author sudah punya penyakit malas deh buat update 😭😭😭 support ya supaya author semangat lagi 💪💪💪"


Author galak : "Ini yang buat cerita loe apa gue sih, 😤."

__ADS_1


Author bengekkkk : "Sabar dong gue juga pusing ni tujuh keliling ni mikirin cerita apalagi para pelakor yang jahat jahat udah mau syuting lagi ni. tunggu aja ya 😤**.


__ADS_2