Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 116


__ADS_3

"Tania..." panggil Mawar saat melihat Tania sedang berjalan ke arahnya.


"Iya..."


"Kamu di cariin tu sama Kakek kamu." ucap Mawar seraya menunjuk ke arah semua orang berkumpul.


"Siapa yang di cariin?? Aku." Tania menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, emang siapa lagi. memang ada di sini Tania Kapoor selain kamu."


"Siapa yang nyariin aku sebenarnya." Tania semakin penasaran.


" Tania, kan aku udah bilang Kakek kamu nyariin kamu masih belum jelas." ketus Mawar.


"Tapi kan aku tidak punya Kakek, Kakekku sudah meninggal jauh sebelum aku lahir." sahut Tania tak kalahnya dengan Mawar.


"Kalau kamu masih enggak percaya sekarang kamu cepat ke sana gih, kamu liat sendiri sudah penuh drama di sana." ucap Mawar lalu langsung meninggalkan Tania yang masih belum bisa mencerna apa yang di katakan Mawar barusan.


"Huuufff...." suara nafas Mawar memburu, entah kenapa Mawar selalu emosi kalau bicara sama Tania padahal dia sudah berusaha menenangkan dirinya tapi tetap saja tidak bisa. Mawar melangkah ingin pergi keluar ia terasa ingin mencari udara segar namun Mawar mengehentikan langkahnya tak kala melihat sosok pria yang sangat ia kenal sedang berjalan ke arahnya Kevin. pria yang telah memenuhi isi hatinya sejak dari dulu sampai sekarang.


Suasana hati Mawar langsung naik lagi wanita itu membalikkan badannya ingin pergi menghindar agar ia tidak bertemu dengan Kevin. namun sepertinya usahanya sia-sia karena Kevin sudah lebih dulu memegang pergelangan tangan Mawar.


"Mawar tunggu." ucap Kevin.


"Lepasin aku." gerutu Mawar berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Kevin.


"Aku tidak akan melepaskan melepaskan mu sebelum kamu menjawab semua pertanyaan ku." Kevin membalikkan badan Mawar hingga membuat wajah mereka saling menatap.


"Sudah tidak perlu di bicarakan lagi, aku sudah mengiklaskannya jadi tolong lepasin aku biarkan aku pergi." Mawar kembali berusaha melepaskan tangannya tapi usahanya sia-sia karena tenaga Kevin jauh lebih kuat ketimbang Mawar.


"Ikut aku." Kevin menarik tangan Mawar membawa wanita itu keluar dari ruangan acara pesta.


"Kak." ucap Tania baru tiba, Tania menaikkan alisnya ketika menyadari sesuatu yang janggal pikirnya. suasana pun menjadi hening tidak ada satu orangpun yang berani berbicara mereka semua mematung menatap ke arah Tania, Tania yang menyadari kalau telah terjadi sesuatu pun menelan ludahnya kasar. "Apa aku melakukan kesalahan...??" Tania memberanikan diri.


"Cucuku." Amitabh Bachchan bangkit dari sofa mencoba menghamburkan pelukan rindu pada Tania.


"Tunggu." Tania mengangkat tangannya. "Ada apa ini kak...??" kini Tania melontarkan pertanyaan khusus buat Ratih.


"Dia adalah Kakek mu Nia." jawab Ratih berusaha menahan air mata tapi tidak bisa karena air matanya keluar dengan sendirinya 😭.


"Aku tidak mengerti ini kak...??"


"Nia bla... bla... bla..." Ratih menceritakan semuanya dari awal hingga dia sampai ke sini. air mata Tania keluar setetes demi setetes keluar begitu saja dari kelopak matanya.


"Kakek." kini suara Tania sudah serak.

__ADS_1


"Tania cucuku." Amitabh Bachchan dengan tidak sabar memeluk Tania. mereka pun berpelukan saling melepaskan kerinduan.


"Kakek Nia sangat merindukan Kakek."


"Kakek juga sayang."


"Sayang apa aku juga boleh memelukmu." bisik Ricko pada Ratih.


"Enggak." jawab Ratih cepat.


"Tapi saya aku ingin memelukmu."


"Tidak."


"Pokoknya aku akan tetap memelukmu."


"Mas." Ratih melototi Ricko.


"Aaagggrrr.... sayang kamu tidak adil." Ricko memayunkan bibirnya.


"Kevin lepasin aku." gerutu Mawar sadari tadi. "Kevin... agh kamu mau membawa aku ke mana sih.??"


"Dia dan ikut saja." Kevin semakin mempererat genggaman tangannya. Kevin berhasil membawa Mawar ke dalam kamar salah satu hotel yang sudah ia pesan. Menghempaskan tubuh Mawar ke atas ranjang entah apa yang ada di pikiran laki-laki itu tapi di lihat dari raut wajah yang di tunjukkan Kevin saat ini dia sedang marah.


Kevin dengan cepat membukakan dasi dan kemejanya, menghempaskan kain itu ke sembarang arah.


"Kevin hentikan." teriak Mawar, Kevin seakan tidak mendengarnya teriakan Mawar dia malah melanjutkan aksinya yang berikut.


Plak.... sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kevin hingga membuat laki-laki itu menghentikan aksinya.


Tania mendorong kuat tubuh Kevin ke arah samping menjatuhkan tubuh pria yang mengisi hatinya itu di sampingnya.


"Apa kamu sudah gila hah, apa yang kamu lakukan Kevin." teriak Mawar sejadi-jadinya.


"Bukankah ini yang kamu inginkan." ucap Kevin tak kalah kerasnya dengan Mawar.


"Apa maksudmu.??"


"Kau mencintaiku bukan, kau ingin aku menjadi milikmu kan."


"Kevin..." air mata mengalir deras di pipi Mawar.


"Kenapa kau tega melakukan ini padaku Mawar. aku sudah menganggap kamu sebagai sahabat terbaikku bahkan aku menganggap kamu sebagai adikku sendiri tapi kamu malah menusukku dari belakang. aku tidak bisa menerima ini." ucap Kevin dengan mata berkaca-kaca.


"Hik... hik... hik..." Mawar menjatuhkan tubuhnya di atas lantai menundukkan kepalanya menghadap ke arah Kevin.

__ADS_1


"Katakan Mawar Katakan?? Katakan kalau kau mencintaiku." teriak Kevin.


"Iya, iya aku memang mencintaimu, aku sangat sayang padamu aku tidak bisa melihat dirimu bersama orang lain puas." suara Mawar di iringi air mata.


"Aaagggrrr...." Kevin menjambak rambutnya kasar.


"Kenapa kamu bisa mencintaiku."


"Maafkan aku, maafkan aku Kevin."


"Seharusnya aku tidak terlalu baik ke padamu."


Bersambung.....


visual Kevin.


Umur : 24 tahun




visual Tania Kapoor.


umur : 19 tahun




Ini visual Mawar.


Umur : 23 tahun.




ini visual Rahul.


umur 25 tahun.



__ADS_1


Ayo mana yang lebih cocok, sebelum jalur kuning melengkung masih bisa di tikung wkwkwk🤭😁🥰🥰


Rencana ya tadi visual Rahul mau tarik Win Metawin tapi enggak jadi karena umur win masih muda 🤭


__ADS_2