Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 104


__ADS_3

Tiga bulan kemudian. semuanya kini telah kembali normal, ya karena Ratih sudah kembali berkumpul bersama keluarganya. sebelumnya setelah lima hari berada di rumah sakit. Ratih menjalani pemulihan. setelah di periksa dengan teliti akhirnya dokter mengizinkan Ratih untuk pulang. terlihat wanita itu sangat gembira ketika ia sudah di izinkan untuk pulang, sama halnya juga dengan Ricko. dilihat dari raut wajah tidak bisa di katakan lagi mereka begitu sangat merindukan sang buah hati. bahkan mereka berdua sama sekali belum melihat bagaimana wajah Beby mereka. sebenarnya Ricko bisa saja melihat Beby nya bahkan ibu Susi sudah berkali-kali memaksanya untuk menjenguk sang buah hati, tapi Ricko tetap bersikeras menolak perintah Ibunya itu bukan tanpa alasan Ricko hanya ingin melihat sang buah hati bersama istrinya Ratih. ia ingin sama-sama membagikan momen bahagia mereka. teryata Beby Ricko dan Ratih adalah seorang laki-laki dan mereka menamainya Alfin Sinaga Kapoor. nama itu adalah nama dari garis keturunan keluarga Ratih sendiri.


Ricko sengaja menaruhkan nama marga Ratih di belakang nama anaknya itu. ia ingin membuat Ratih senang dan tidak sedih lagi memikirkan keluarganya yang tidak ia ketahui sampai sekarang karena kedua orang tuanya sudah meninggal. bahkan ia tidak tau apa yang telah terjadi sebenarnya karena setau Ratih Ibunya bukan berasal dari negara Indonesia. ia bahkan tidak tau dengan jelas, ibunya sendiri sangat merahasiakan itu kepadanya.


Hanya sebuah liontin yang terbuat dari berlian putih saja lah yang di tinggalkan oleh keluarga Ibu Ratih. itu adalah hadiah kado ulang tahun yang di berikan kakek Ratih ketikan ia berumur 2 tahun. peninggalan itu adalah benda yang amat berharga dalam hidupnya sekarang bahkan wanita itu menyimpan benda itu melebihi nyawanya sendiri.


Pagi itu, pagi dimana matahari sudah menampakkan dirinya dalam tugas menyinari tata Surya. dua sepasang kekasih yang sedang tertidur pulas di ranjang bergegas bangun tak kala mendengar suara tangisan Alfin yang begitu keras. seakan memberi kode Alfin lebih mengeraskan suaranya saat ia merasa tangisannya tak terdengar oleh Ratih.


"Sayang kamu sudah bangun." guma Ratih seraya tangannya mengendong Alfin. wanita itu langsung duduk di pinggiran ranjang menyusui Alfin.


"Agr, Alfin anakku kenapa kamu membangunkan Dedy di jam segini sih. apa kamu tidak tau kalau Dedy sangat mengantuk. Dedy habis bergulat dengan Momy tadi malam jadi biarkan Dedy tidur sekarang ya. jangan nangis lagi." protes Ricko menatap ke Alfin dengan wajah sangat mengantuk.


"Sayang kenapa kamu memberikan dia susu ku." ucap Ricko sontak menghampiri Ratih ketika ia baru menyadari kalau Ratih menyusui Alfin di sebelah kiri.


"Sayang itu punyaku kenapa kamu memberikannya kepada Alfin sih."


"Diam. siapa bilang ini punyamu ini punyaku, ini tubuhku jadi suka ati aku mau memberikannya kepada siapa." ketus Ratih ia langsung memalingkan badannya memunggungi Ricko.


"Sayang apa kau lupa. kamu yang membagikan ya kemaren malam kalau yang sebelah kiri itu punyaku dan sebelah kana itu punya Alfin. kamu juga bilang kalau sebelah kanan itu jangan di minum itu punya Alfin. tapi sekarang kamu memberikan punyaku kepada Alfin. aku tidak terima pokoknya nanti malam kamu harus memberikan aku dobel." ucap Ricko kesal ia bahkan meremas bantal dengan kuat.


"Ya ampun mas ini anakmu Lo kenapa tidak mengalah sih. aku tadi sudah memberikan yang sebelah kanan tapi dia tidak mau dia maunya yang kiri." jelas Ratih.


"Alfin kau ini kecil-kecil sudah pandai ya mengambil hak Dedy."


*****

__ADS_1


"Pagi nona Tania." sapa Kasim Han saat melihat Ratih memasuki area dapur.


"Pagi Han." sapa balik Tania.


"Nona tidak pergi ke kampus...??"


"Tidak, hari ini kan tanggal merah. jadi hari ini aku mau menghabiskan hari ku bersama Beby Alfin." jawab Tania penuh senyuman.


"Wah, pasti Beby Alfin sangat senang hari ini karena dia akan di temani ole Tante Tania."


"Tentu dong."


"Pagi nona Tania..." sapa Tias saat masuk ke dapur.


"Ada apa ya nona Tania pagi pagi begini sudah ada di dapur...??" tanya Tias.


"Ya ampun aku hampir lupa. padahal aku kesini kan mau mengambil sarapan pagi Alfin." Tania menepuk jidatnya sendiri.


"Ini nona sudah saya siapkan, tadi saya pikir akan segera mengantarnya." ucap Han seraya menyerahkan mangkok berisi bubur halus.


"Tidak apa-apa biarkan aku saja yang akan mengantarkannya kamu kerjakan yang lain saja." Tania mengambil mangkok itu lalu langsung pergi.


******


"Mas bangun jagain Alfin, aku mau mandi ni badanku sudah sangat gerah." Ratih terus saja mengoyakkan tubuh Ricko. bahkan ia memukul pelan punggung Ricko berusaha membangunkan suaminya itu.

__ADS_1


"Eeettt.... aku sangat mengantuk suruh yang lain saja."


"Yang lain pada sibuk mana sempat menjaga Alfin. ayo mas cepat bangun kalau tidak maka aku tidak akan memberikan dobel nanti malam." ancam Ratih sontak membuat Ricko langsung bangkit dari ranjang.


"Ok." Ricko mengajukan jempol.


"Dasar laki-laki mata keranjang." ketus Ratih lalu ia langsung melangkah ke kamar mandi.


"Tidak apa-apa mata keranjang yang penting aku minum energi dobel nanti malam hehehe." Ricko menampakkan gigi putihnya.


"Alfin anak Dedy jangan nangis ya." Ricko mengedong Alfin ke pangkuannya."Duh gantengnya anak Dedy. eeemmm." Ricko mencibir pipi Alfin.


"Oooeeekkk.... oooeeekkk...."


"Lah, lah kok nangis. duh maafin Dedy ya. kamu marahnya Dedy nyubit kamu hem."


Heeeppp... heeeppp... heeeppp...


Ricko berusaha mencium sesuatu yang menusuk hidungnya."Bau apa ni heeeppp... seperti bau kencing."


"Aaagggrrr.... Alfin..."


Bersambung....


Bantu vote ya kak🙏😁😅

__ADS_1


__ADS_2