
"Vin kak Ricko sama kak Ratih di mana...??" tanya Tania dia sudah dari tadi tidak melihat Ricko dan Ratih. Sementara kini semua orang tengah berada di berada di jamuan makan malam yang di sediakan oleh Rahmat.
"Iya ni pak Ricko sama kak Ratih kok enggak nongol nongol ya dari tadi." guma Tania dia juga merasa heran sejak dari tadi tidak melihat kakaknya.
"Udah cepat makan tidak usah mikirin ibu bos sama pak bos, mereka lagi bahagia sekarang." jawab Kevin seraya tangannya mengambil centong nasi, laki laki itu sudah sangat lapar sekarang.
"Iya memang kak Ricko sama kak Ratih lagi bahagia mereka sudah mengungkapkan perasaan mereka masing masing, masak sudah dari tadi enggak kelar kelar sih." gerutu Mawar.
"Iya benar, apa jangan jangan mereka di---, di makan ikan hiu." guma Tania asal berhasil mendapat pukulan kecil dari Mawar.
"Sembarangan kalau ngomong, mana ada hiu yang berani makan mereka apa lagi kak Ricko." tutur Mawar setelah sesaat ia memukul Tania pelan.
Tania menaikkan kedua alisnya mencoba mencerna apa yang di katakan Mawar." Kenapa?? bukannya hiu itu pemakan segalanya...??" tanya Tania seraya menggaruk kepalanya tak gatal.
"Memang, hiu itu pemakan segalanya tapi tidak untuk Kak Ricko. kamu tahu kenapa...??" tanya Mawar kini menatap ke arah Tania. dengan cepat Tania menggeleng kan kepalanya pertanda kalau dia tidak tahu.
"Itu karena kak Ricko punya punya kantor polisi di bawah laut. dan ketuanya di pimpin sendiri oleh kak Ricko. dan kamu tau apa julukan untuk kak Ricko, si hiu berjenggot." ucap Mawar asal dia sengaja ingin mengerjai Tania.
Sedangkan Tania mangut mangut mencerna apa yang di katakan Mawar. berbeda dengan Kevin, pria itu langsung tersedak ketika mendengar hiu berjenggot. bagiamana tidak itu kata kata yang dia ucapkan saat si kantor bersama Ratih.
"Pak Kevin enggak apa apa...??" tanya Tania cepat seraya menyodorkan minuman.
__ADS_1
"Kevin, kamu enggak apa apa kan. cepat minum." tutur Mawar tak mau kalah. wanita itu juga menyodorkan minuman.
Kevin melirik ke arah dua wanita yang menyodorkan minuman kepadanya. setelah itu dia mengambil gelas minumannya sendiri.
Kasim Han tertawa kecil melihat dua wanita malang di hadapannya. sementara kedua wanita itu mendengus dengan kesal.
"Jangan tertawa Han." ancam Mawar seraya melototi.
"Siapa yang tertawa saya tidak tertawa nona, oh ya. nona kenapa tau kami berada di sini...??" tanya Kasim Han ke pada Mawar.
"Pertanyaan bagus, aku tadi juga mau tanya seperti itu tapi aku lupa gara gara kakak bilang hiu punya kantor polisi." tutur Tania mengajukan jempol ke arah Kasim Han.
"Itu karena Kevin yang shere lokasinya. saat kalian mau berangkat aku menghubungi Kevin, dan dia bilang kalau dia mau libur ya udah aku bilang aku mau ikut." jawab Mawar.
Sementara tak jauh dari mereka terdapat dua insang saling tersenyum senyum sendiri, bagaimana tidak mereka baru saja mengungkapkan perasaan mereka masing masing.
"Sayang makan yang banyak biar tubuh kamu sehat, agar kamu nanti bisa bertempur lebih lama." ucap Ricko dengan pikiran mesumnya.
"Enggak, nanti aku jadi gendut, kalau aku gendut nanti kamu malah cari wanita lain di luar sana." sahut Ratih cepat.
Sementara Ricko terkekeh sendiri," Sayang mana mungkin sih aku mencari wanita lain di luar sana, kan aku udah bilang cuma kamu yang ada di hati aku." goda Ricko.
__ADS_1
"Iya kalau sekarang. tapi enggak tahu kalau nanti." ketus Ratih.
"Udah ah aku enggak mau makan selera aku udah hilang." sambung Ratih lagi membanting sendok makan.
"Loh loh sayang, kok kamu ngambek sih kan tadi aku cuma bercanda." tutur Ricko.
"Tu kan, berati tadi tadi kamu cuma pura pura kalau aku yang ada di hati kamu. jangan jangan sudah ada wanita lain lagi." sahut Ratih tiba tiba tampa dia tahu air matanya mengalir sendiri.
"Sayang bukan begitu maksud ku." ucap Ricko kini sudah bangun dari kursi langsung hendak memegang tangan Ratih, namun dengan cepat Ratih langsung menepisnya.
"Terus maksud kamu apa, kamu mau bilang kalau aku itu cuma wanita pelampiasan nafsu kamu aja gitu." sahut Ratih air matanya sudah semakin deras.
"Aaggrrr..." Ricko menjambak rambutnya Frustasi.
Selang beberapa saat tiba tiba tangan Ratih langsung menutupi mulutnya. Ratih berlari sedikit menjauh dari Ricko tanpa menunggu lama Ratih langsung menumpahkan isi perutnya.
"Hueeekkk....."
"Hueeekkk...."
"Hueeekkk...."
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹