
"Oooeeekkk.... oooeeekkk... oooeeekkk..." suara tangisan Alfin begitu nyaring, para pengasuh pun berusaha mencoba menenangkan Alfin tapi sepertinya usaha mereka tidak membuat suara Alfin mereda.
Ibu Susi bergegas beranjak mendekati Alfin ia ingin melihat apa yang terjadi. "Ada apa kenapa Alfin menangis sekeras itu...??"
"Saya tidak tau nyonya dari tadi tuan muda Alfin nangis terus." jawab pengasuh seraya mengayun Alfin.
"Berikan kepadaku." pinta Ibu Susi mengambil alih Alfin. "Di mana Ratih kenapa dia tidak ada..??"
"Nyonya muda tadi pamit ambil minum tapi sampai sekarang belum balik-balik."
"Berikan susunya. cepat cari Ratih." perintah Ibu Susi lalu langsung kembali ke tempat duduknya tadi.
Suara tangisan Alfin seakan tidak mereda ia semaki mengeraskan suaranya menggeliat di pelukan Ibu Susi.
"Cup... cup... cup... sayang tenanglah Oma ada di sini bersamamu." ibu Susi berusaha menenangkan Alfin.
"Tante berikan Alfin kepada Mawar, mungkin saja Mawar bisa menenangkan Alfin." tutur Mawar.
"Hem." Ibu Susi hanya mengangguk lalu menyerahkan Alfin.
"Ini cucumu Susi...??" tanya paman Amitabh Bachchan.
"Iya, ini cucu pertama ku. dia sangat mirip dengan Ricko." jawab Ibu Susi bangga.
__ADS_1
"Oooeeekkk... oooeeekkk... oooeeekkk..."
"Ratih di mana lagi anak masih kecil malah di tinggal." gerutu Ibu Susi melirik setiap sudut mencari keberadaan Ratih. di karena memang gedung resepsi ini sangatlah luar apalagi di penuhi banyak orang.
"Mungkin dia pergi ke suatu tempat bersamaan Ricko. sini coba aku lihat bagaimana wajah cucumu dia mirip denganmu atau mirip denganku." ucap Amitabh Bachchan seraya meminta Mawar menurunkan Alfin dari pangkuannya.
"Dia itu cucuku jadi sudah pasti mirip denganku mana mungkin mirip denganmu." bantah Ibu Susi.
"Cup...cup... cup... sayang jangan nangis ya. kakek akan menyanyikan lagu untuk Alfin tapi Alfin harus janji kalau Alfin tidak boleh nangis lagi ya." pita Amitabh Bachchan sesaat sesudah ia merangkul Alfin ke dalam pelukannya. "Balonku ada Lima... rupa-rupa warnanya... hijau kuning kelabu... merah muda dan biru. meletus balon hijau dorrr... hariku sangat kacau. balonku tinggal empat ku pegang erat-erat." ---- '' Ye..." Amitabh Bachchan bersorak senang ia sontak memeluk erat Alfin. kenangan masa lalunya tergiang di pikiran Amitabh Bachchan. laki-laki tua itu langsung menangis tersedu-sedu dengan keadaan masih memeluk Alfin. Alfin saat itu sudah diam, bayi mungil itu bahkan sudah tertidur sadari tadi saat Amitabh Bachchan menyanyikan lagu mungkin Alfin sudah kelelahan menagih maka dari itu ia memejamkan matanya.
"Di mana kamu nak Papa sangat merindukanmu hik... hik... Suram, Sonia di mana kalian hik... hik... Papa tidak bisa hidup tanpa kalian Papa menyesal hik... Papa menyesal Suram. maafkan Papa, papa mohon pulanglah nak hik... hik..." Amitabh Bachchan tidak henti-hentinya menangis, kerinduannya terhadap anak dan cucu kesayangannya teramat sangat dalam. sudah bertahun-tahun Amitabh Bachchan mencari keberadaan Suram dan Sonia namun ia masih belum juga menemukan Suram. hampir seluruh negara Amitabh Bachchan kunjungi tapi hasilnya tetap sama Suram dan Sonia masih belum juga di temukan. ia benar-benar menyesal karena kebodohannya di masa lalu membuat Suram dan Sonia pergi. ia baru sadar kalau kekayaan tidak sebanding dengan keluarga yang utuh.
Flashback on.
"Tidak Suram, kamu itu sudah di buta kan oleh Adit, dia itu laki-laki brensek dia tidak pantas untukmu suram.'' teriak Amitabh Bachchan. ia tidak rela kalau anak semata wayangnya harus hidup dengan laki-laki miskin seperti Adit.
"Tapi Suram sangat mencintai mas Adit Pah."
"Cinta cinta memangnya kita ini bisa hidup dengan cinta heh. memangnya dengan cinta semua kebutuhan kita bisa bisa terpenuhi Heh. CK... Papa sudah putuskan kalau Papa akan menggugat cerai Adit bagaimana pun caranya." tegas Amitabh Bachchan bersikukuh dengan pendiriannya.
"Pah ingat Pah Suram lagi hamil, Suram tiba bisa membiarkan anak Suram lahir tanpa ayah hik... hik... hik..."
"Soal itu kamu jangan khawatir Papa akan carikan laki-laki jauh lebih baik dari pada Adit, dan tentunya dia jauh lebih kaya dari Adit." Amitabh Bachchan tersenyum licik.
__ADS_1
"Suram tidak mau Suram tidak mau." teriak Suram tidak henti-hentinya. tak berlangsung lama Suram pun pingsan terjatuh ke lantai.
"Suram... Suram." Amitabh Bachchan berusaha membangunkan Suram. "Sita... Sita..." teriak Amitabh Bachchan.
"I-Iya tuan besar." jawab Sita seraya berlari.
"Apa yang kau lihat?? cepat panggilkan dokter !! aku tidak mau cucu ke-dua ku kenapa-kenapa."
"B-Baik tuan b-besar."
"Suram... sayang bangun." --- "Adit aku tidak akan mengampunimu."
Setelah dua hari terbaring lemas di ranjang Suram akhirnya bertekad untuk kabur dari Amitabh Bachchan, ia sungguh tidak ingin hidup lagi bersama Papanya yang tidak mendukung hubungannya dengan Adit selaku suami sah Suram. mereka menikah ketika Suram pergi kuliah di luar negeri tepatnya di Mesir. Suram dan Adit sudah pacara selamat 1 tahun mereka akhirnya memutuskan untuk menikah tapi pihak keluarga Suram menolak mentah-mentah hal itu. akhirnya Suram menikah lari dengan Adit di Thailand dan mereka pun di karuniai seorang anak perempuan bernama Sonia Kapoor. setelah empat bulan melahirkan Sonia tanpa sengaja bertemu dengan Amitabh Bachchan, di situlah awal mula Amitabh Bachchan membenci Adit. dia pun akhirnya berpura-pura baik pada Adit supaya Suram mau kembali ke rumah. sebulan demi sebulan Amitabh Bachchan mulai muak dengan Adit, ia merasa kalau Adit tidak mampu membahagiakan Suram dan anaknya di karenakan penghasilan Adit yang sangat sedikit.
Amitabh Bachchan pun berusaha menyingkirkan Adit, berbagai cara sudah ia lakukan tapi usahanya sia-sia. namun pada akhirnya Amitabh Bachchan menyusun rencana jahatnya untuk memisahkan Adit dan Suram dengan cara menculik Adit lalu dia mengancam kalau dia akan membunuh Adit kalau Suram tidak mau menggugat cerai Adit.
Beberapa hari setelah itu Adit berhasil melarikan diri dari anak buah Amitabh Bachchan. ia berhasil kabur dan sembunyi di sala-satu kost. satu hari setelah itu Adit mendapatkan kabar kalau Suram terbaring sakit di rumah karena terus-terusan menangis 😭. ia pun menyusul rencana membawa Suram dan Sonia pergi ikut bersamanya. dengan kelincahannya dalam menyusun rencana akhirnya Adit berhasil membuat Suram dan Sonia keluar dari ruman besar Amitabh Bachchan. ia langsung membawa Suram dan Sonia ke bandara Mumbai guna untuk pergi menjauh dari negeri kelahiran Suram dan Sonia. setelah berpikir panjang akhirnya Adit dan Suram memutuskan untuk pergi ke Indonesia, mereka mencoba menjalani hidup yang baru di sana. untuk mencegah Amitabh Bachchan menemukan Suram dan Sonia, Adit memutuskan Menggantikan nama mereka. Suram di ubah menjadi Maimunah oleh Adit sedangkan Sonia di ubah menjadi Ratih Kapoor. nama Kapoor tidak di hilangkan oleh Adit karena permintaan Suram. namanya sudah hilang tapi setidaknya nama keluarganya tidak hilang pikir Suram.
Setelah beberapa bulan kemudian akhirnya Maimunah melahirkan anak ke dua mereka. Tania Kapoor mereka menamainya dengan nama itu supaya anak mereka nanti cerah seperti sinar rembulan.
Flashback end.
maaf baru update 😓 author kurang enak badan sudah beberapa hari 😓🙏.
__ADS_1
jangan lupa juga ya baca karya baru author 🤭😁