
"Sayang..." panggil Ricko seraya berjalan ke arah Ratih yang kini tegah bermain air di tepi kolam renang.
Ratih menoleh sekilas lalu pandangannya beralih lagi ke genangan air yang ia mainkan dengan kakinya.
"Sayang..." ucap Ricko penuh kelembutan seraya duduk tepat di samping Ratih.
"Kamu suka dengan air...??" tanya Ricko namun tidak mendapat jawaban dari Ratih sama sekali.
"Kevin sudah menyiapkan tiket pesawat untuk kita berbulan madu. jadi besok kita bisa langsung pergi ke Australia, rasanya aku aku sudah tidak sabar." guma Ricko terus saja mencuri curi pandang ke arah Ratih.
Ratih tidak menghiraukan perkataan Ricko dia malah asik bermain air menciptakan ceprikan air. terasa dia senang sendiri bermain air.
Ricko yang melihat Ratih tersenyum pun juga ikut tersenyum." Karena hari libur bagaimana kalau kita pergi jalan jalan." ajak Ricko.
"Pergi saja sendiri tidak usah mengajakku." ketus Ratih.
"Kamu yakin tidak mau ikut, aku sebenarnya mau pergi ke pantai, aku dengar pantai di kota x sangat bagus bahkan banyak sekali turis yang pergi ke sana. airnya pun sangat jernih berwarna biru bahkan juga banyak sekali lumba lumba yang berlari di samping pantai." kata Ricko sengaja untuk merayu Ratih.
Ratih pun langsung menoleh ke arah Ricko." bapak mau pergi kesana...??" tanya Ratih.
"Iya, aku mau pergi sekarang, apa kamu mau ikut...??"
Ratih menatap ke arah air sejenak lalu kemudian dia menatap Ricko kembali seraya menganggukkan kepalanya.
Ricko pun tersenyum penuh kemenangan." Ayo kita bersiap siap." ajak Ricko.
"Tunggu, apa cuma kita berdua saja yang pergi, Tania, Kevin dan Han tidak ikut...??" tanya Ratih.
Ratih mengerutkan keningnya." Untuk apa mengajak mereka." sahut Ricko cepat.
"Ya biar rame kan kalau pergi rame rame tambah seru ada kawan bicara, ada kawan bermain ada kawan makan. ada kawan---"
__ADS_1
"Ada kawan bermesraan." ketus Ricko memotong ucapan Ratih.
"Kok bapak gitu sih." tutur Ratih memanyunkan bibirnya.
"Kamu tu ngapain juga pakek ngajak Han dan Kevin segalak." sahut Ricko merasa kesal.
"Kalau bapak tidak mau mengajak mereka ya sudah pergi aja sana sendiri." ketus Ratih.
sejenak suasana menjadi hening lalu Ricko membuang nafas kasarnya." Baiklah kalau itu yang kamu mau, tapi ingat kamu sama sekali tidak boleh mendekati Han ataupun Kevin kamu harus tetap berada di sampingku. kamu mengerti.!!" tutur Ricko.
"Ye..." sorak Ratih kegirangan dia langsung berlari mencari Tania.
"Nia..."
"Nia..."
" Nia..." panggil Ratih.
"Nia... cepat kamu beres-beres kita akan pergi ke pantai hari ini pak Ricko mengajak kita ke pantai." ucap Ratih kegirangan.
"Bukannya kakak pergi berdua sama pak Ricko...??" tanya Tania.
"Tidak, aku tidak mau kalau cuma pergi berdua aku mau kita pergi rame rame biar seru." jawab Ratih cepat dia sudah tidak sabar ingin pergi ke pantai.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengajak pak Kevin juga." tutur Tania.
"Iya cepat hubungi Kevin setalah itu kamu juga beritahu Han dia juga ikut." ucap Ratih semetara Tania dia menganggukkan kepalanya pertanda kalau dia mengerti.
"Bagus kalau begitu kakak siap siap dulu." tutur Ratih seraya berlari menghampiri anak tangga.
Tania segera menghubungi Kevin. tak berlangsung lama setelah percakapan mereka selesai Tania pun langsung melangkah ingin pergi menemui Han, namun langkahnya terhenti tak kala dia melihat Ricko sedang berjalan melewatinya.
__ADS_1
"Pak Ricko tunggu." ucap Tania.
Ricko yang merasa namanya di panggil pun juga ikut mengehentikan langkahnya."Ya ada apa...??" tanya Ricko ketika sesudah membalikkan badannya menatap Tania.
"Bagaimana ide saya jitu kan pak...??" tanya Tania.
"Iya sangat jitu sampai sampai kalian semua juga harus ikut." jawab Ricko.
"Gak papa yang penting kan kak Ratih enggak kesal lagi." sahut Tania.
"Oh ya, jangan lupa transfer ya pak." ucap Tania mengembangkan senyuman manisnya.
Ricko kembali menaikan alisnya." maksud kamu transfer uang."
"He..he...he... buat jaga jaga aja kalau nanti bapak ambil balik kartu ini kan saya ada cadangan." ucap Tania yang tak henti hentinya tersenyum. semetara Ricko hanya menggeleng geleng kepalanya melihat tingkah laku adik iparnya.
"Habis kan itu dulu kalau sudah habis nanti bilang ke padaku, aku akan memberikan kartu seperti itu lebih banyak lagi nanti." tutur Ricko.
"Beneran bapak enggak bohong kan..??" tanya Tania memastikan kalau dia tidak salah dengar.
"Iya." jawab Ricko.
"Aaaa.... terima kasih bapak baik sekali, semoga bapak panjang umur, semoga juga bapak di berkati, semoga juga pernikahan bapak sama kakak saya langgeng cepat di kasih momongan, di kasih banyak anak, banyak rezeki, banyak---"
"Sudah sudah ambil ini." ucap Ricko memotong ucapan Tania seraya mengasih Tania kartu debit lagi lalu Ricko langsung pergi.
Tania membulatkan matanya dia merasa tidak percaya." gila pak Ricko ngasih gue dua kartu." guma Tania seraya menelan ludahnya kasar.
"Sultan mah bebas." sambung Tania lagi.
Bersambung......
__ADS_1