
Masih banyak sekali pujian penuh kagum terdengar di telinga Ratih ia hanya menanggapi mereka semua dengan senyuman hangat. akad nikah pun di mulai hanya sekali jawab bagi Ricko mengucapkan ijab kabul karena Ricko memang sudah menghafalnya jauh jauh hari sebelum Ricko mengenal Ratih, Ricko berpikir kalau dia akan mengucapkannya bersama wanita yang ia cintai.
Terdengar suara nafas berat yang di keluarkan oleh Ratih ketika Ricko selesai mengucapkan ijab kabul. Ratih menunduk menatap kain berwarna kuning yang menutupi meja di depannya itu bayangan ayah dan ibunya kembali masuk ke dalam pikirannya.
"Bagaimana para saksi sah...??" tanya pak penghulu ke pada orang orang yang berada di sampingnya.
"Sah." jawab mereka serentak.
"Alhamdulillah, sekarang nak Ricko boleh mencium kening nak Ratih. perintah pak penghulu.
Ricko segera berbalik dan menatap ke arah Ratih dia mengerakkan tangannya memegang dagu Ratih dan langsung mencium kening Ratih dengan penuh degan kelembutan.
Ratih menutupkan matanya ketika Ricko mulai menciumnya, perlahan lahan Ratih membuka matanya saat Ricko selesai mencium keningnya. Ratih menatap Ricko dengan jarak sangat dekat tapi tidak berlangsung lama karena Ratih menundukkan pandangannya dia melirik tangan Ricko dan meraihnya mencoba menyalami pria yang menjadi suami sekaligus imam sholatnya sekarang.
Setelah selesai menyalami Ricko, Ratih kembali menatap Ricko yang sadari tadi terus memperhatikannya. Kemudian mata Ratih melirik ke arah kanan di sana ada wanita tua yang terus saja mengembangkan senyuman penuh bahagia. Ratih bangkit dari duduknya melangkah mencoba mendekati wanita itu dan menyalaminya.
"Selamat sayang kamu sudah menjadi menantu ibu sekarang." ucap ibu Susi dengan setetes air mata kebahagian.
"Terima kasih Tante." ucap Ratih lalu memeluk wanita itu. kemudian Ratih melirik ke arah samping teryata sudah ada Zahra yang sadari tadi menatap tajam ke arah Ratih.
"Ra." ucap Ratih mencoba mendekati temannya itu.
"Jangan panggil gue, loe jahat banget sama gue masak loe menikah aja loe pakek rahasia sama gue. untuk aja gue dateng kalau enggak mana tau gue kalau loe menikah." sahut Zahra dengan suara sedikit kesal.
"Jangan ngambek dong, gue cuma belum siap aja buat cerita masalah pribadi gue kepada orang lain." tutur Ratih seraya menggenggam tangan Zahra.
__ADS_1
"Pokonya loe kalau ada apa apa bilang dong sama gue, gue enggak mau kejadian kayek gini terulang lagi." sahut Zahra memanyunkan bibirnya.
"Iya, teman gue yang paling imut, cantik dan bohai." tutur Ratih sambil memeluk Zahra.
***
"Vin, mereka sangat serasi bukan." ucap Mawar ke pada Kevin.
Kevin menaikan satu alisnya kemudian dia menatap ke arah Mawar." Bukannya kamu tidak setuju dengan pernikahan ini." sahut Kevin.
"Suuuttttt.... Jangan keras keras nanti ada orang dengar bagaimana. aku enggak ada pilihan lain selain menerima apa yang sudah menjadi keputusan Tante. nanti kalau aku membantah bisa bisa hubunganku dengan seseorang yang kucintai juga tidak akan di restuin oleh mereka." tutur Mawar.
"Kamu sudah punya pacar...??" tanya Kevin cepat.
"Tidak, maksudku aku mencintainya tapi aku tidak tahu apakah dia mencintaiku atau tidak." sahut Mawar yang mengecilkan suara di akhir perkataanya namun masih bisa di dengar oleh Kevin.
"iiiiiiii, kenapa bisa keceplosan sih. batin Mawar seraya memukul bibirnya.
Kevin keluar dari aula acara pernikahan dia tidak mau berlama lama di acara itu, entah kenapa hati Kevin begitu sakit ketika mendengar kata sah dari mulut para saksi.
Brukkk.....
Kevin menabrak seseorang wanita karena tidak fokus berjalan pikirannya sekarang sedang kacau.
"Aaaauuuuu....." teriak wanita itu hendak terjatuh namun tangan kekar milik Kevin dengan cepat memegang pinggang wanita itu.
__ADS_1
Wanita itu menatap pria yang menabraknya, pandangan mereka bertemu bahkan cukup lama deheman seseorang akhirnya menyadarkan mereka dari lamunan masing masing.
"Kamu tidak apa apa...??" tanya Kevin setelah membatu wanita itu berdiri.
"Tida apa apa." sahut Tania cepat sambil merapikan bajunya.
"Maaf tadi saya kurang hati hati berjalan." tutur Kevin.
"Bukan salah kakak kok ini salah saya sendiri yang tidak melihat jalan." sahut Tania setelah selesai merapikan bajunya dan menatap ke arah Kevin.
"Oh Tuhan kenapa dengan jantungku ini." batin Tania.
"Kalau gitu saya pergi dulu." ucap Kevin lalu melangkah pergi.
"Iya." sahut Tania yang terus saja menatap punggung Kevin hingga menghilang dari pandangannya.
"Hentikan ini..." teriak seseorang di aula pernikahan Ratih dan Ricko. bahkan dia menghancurkan makanan yang ada di situ dan melemparnya sembarang arah.
Wanita itu melangkah mendekati Ratih dan Ricko yang sedang menyalami tamu.
"Plakkk......"
**Bersambung .........
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
maaf kalau ada typo maklum baru belajar.
👉👉 mohon vote dan like dong kakak 👇👇**