Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 59


__ADS_3

Ratih keluar dari ruangan Ricko dengan perasaan diliputi kekesalan, waktu pun telah menunjukkan jam makan siang bagi para karyawan. Ratih berjalan ke arah parti ingin mengambil air minum terasa kerongkongannya sangat haus sekarang. tiba tiba Ratih di kejutkan oleh seseorang.


"Ratih..." ucap seseorang itu seraya memukul bahu Ratih.


"Zahra." sahut Ratih setelah membalikkan badannya.


"Ya ampun gue mimpi apa semalam akhirnya loe datang juga ke kantor." tutur Zahra merasa sangat senang.


"Iya, gue juga udah rencana tadi mau nyariin elo, gue kangen banget sama loe Ra." sahut Ratih langsung menghamburkan pelukan.


"Gue juga kangen."


"Oh ya ada hal penting apa loe datang ke kantor dengan pakaian rapi kayek gini." tutur Zahra setelah melepaskan pelukannya.


"Astaga, kenapa gue sampek lupa. loe kan udah nikah sama pak Ricko." sambung Zahra lagi dengan tangan menepuk jidatnya sendiri.


"Loe bercanda kelewatan amat." ketus Ratih.


"Hehehe.... beneran tadi gue lupa kalau udah nikah, astaga gue lupa lagi seharusnya gue enggak ngomong kayek gitu sama loe. maaf nyonya Ratih maafkan saya." tutur Zahra setelah itu menutup mulutnya rapat rapat.


Brukkk.... ( Ratih menonjok bahu Zahra )


"Enggak lucu tau enggak." ketus Ratih kesel lalu hendak pergi namun ke dahuluan di cegah oleh Zahra.


"Ya Allah anak satu ni cepat kali merajok."


"Ahh loe enggak asik bikin mood gue betek aja."


"Sorry... sorry gue mintak maaf jangan ngambek dong, ntar kalau loe ngambek gue bisa di marahin lagi sama pak bos."


"Biarin..."


"Jagan gitu dong loe kayek seneng amat lihat sahabat loe sendiri menderita."


"Bodo amat."

__ADS_1


"Jangan ngambek lagi napa, gue traktir loe makan bakso deh sepuas hati loe." bujuk Zahra.


"Beneran ni ya." ucap Ratih memastikan.


"Iya sahabat imut ku yang gemesin." sahut Zahra seraya mencibir pipi Ratih gemes.


*****


"Di mana Ratih apa dia sudah pulang...??" tanya Ricko saat melihat Kevin baru masuk ke ruangnya.


"Beluk bos, tadi saya melihat nona Ratih pergi ke kantin bersama sahabatnya." jawab Kevin.


"Syukurlah...." Ricko bernafas lega seraya mengulus-ngulus dadanya.


"Bos tidak apa apa...??" tanya Kevin.


"Aku tidak apa apa, cepat pesenin aku makan siang." jawab Ricko.


"Tapi bukankah bos akan makan siang bersama nona Ratih."


"Hahaha..." Kevin tertawa renyah.


"Kurang ajar. kau mengejekku."


"Tidak bos, hanya saja saya baru sadar kalau bos tidak bisa merayu wanita sedang marah." sahut Kevin di sela sela tawanya.


"Sekali lagi ketawa aku potong gaji kamu bulan ini." ancam Ricko.


"J-jangan bos, jangan bos potong gaji saya, saya sudah diam sekarang. sahut Kevin langsung menutup mulutnya rapat rapat.


*****


Sore hari Ratih sudah tiba di rumah, ya kerena tadi setelah makan siang bersama Zahra. Ratih sempat pergi ke taman bunga dekat kantor guna untuk menenangkan diri setelah ia rasa hatinya sudah tenang Ratih langsung bergegas pulang.


Setelah turun dari mobil Ratih di sambut oleh Kasim Han dan beberapa pelayan wanita yang memang khusus di tugaskan oleh ibu Susi untuk melayani Ratih.

__ADS_1


"Selamat sore nyonya muda." sapa Kasim Han ramah.


"Sore." sahut Ratih lalu segera melangkah menaiki anak tangga.


"Nyonya, tuan muda kemana..?? kenapa nyonya tidak pulang bersama tuan muda." tanya Han memberanikan diri. Han berpikir kalau Ratih bakal pulang bersama Ricko.


"Tidak tahu aku tidak menjaga batang hidungnya hari ini." ketus Ratih entah kenapa hari ini semua orang sangat menyebalkan.


Ratih mengentikan langkahnya." Bilang sama tuan muda mu nanti tidak usah tidur sekamar denganku malam ini." tegas Ratih lalu langsung melangkah pergi.


"Awas saja ubi karet terima saja pembalasanku kali ini aku tidak akan menggampunimu tidur saja di luar."


Sementara Kasim Han sudah uring-uringan dia tidak tahu bagaimana cara menyampaikan apa yang di katakan Ratih barusan ke pada Ricko.


Tak berlangsung lama mobil mewah Ricko telah berhenti mulus di depan pintu utama, para pelayan yang tahu akan kepulangan Ricko pun langsung menyambutnya tak terkecuali Kasim Han.


"Selamat sore tuan muda." sapa Kasim Han seraya memberi hormat.


"Di mana Ratih..??" tanya Ricko terburu-buru dia bahkan tidak menyapa Han balik.


"Nyonya Ratih berada di dalam kamar tuan." jawab Kasim Han.


"Kapan dia pulang...?" tanya lagi Ricko kini tegah berjalan memasuki mansion.


"Selang beberapa saat sebelum tuan muda pulang." jawab Kasim Han berhasil membuat pria itu menghentikan langkahnya.


Ricko mengehentikan langkahnya lalu setelah itu berbalik menatap wajah Kasim Han dengan tatapan memangsa." kemana dia pergi.?? kenapa dia pulang sampai sore begini...??" tanya Ricko.


""S-saya t-tidak tahu tuan, saya tidak mendapat kabar tenteng nyonya semenjak dari tadi siang." jawab Han seraya menelan ludahnya kasar.


"Cari tahu kemana dia pergi dan dengan siapa dia bertemu." perintah Ricko lalu segera berlari menuju kamar.


"T-Tuan...." panggil Kasim Han seraya menggeleng geleng kepala dia bahkan belum sempat memberi tahu apa yang di katakan Ratih tadi.


Ricko kini telah berada di dapan pintunya dia nampak menarik nafas dalam dalam sebelum sesaat ia akan memegang handel pintu.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2