Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 108


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan lebih kurang empat jam empat puluh lima menit akhirnya pesawat pribadi milik keluarga Adiningrat telah tiba di bandara Mumbai internasional airport. mereka di sambung ramah oleh pelayan khusus, dengan ramah dan hormatnya pelayanan ksusus itu mengantarkan Ibu Susi berserta yang lainnya ke salah satu hotel bintang lima di kota Mumbai. hanya butuh waktu tiga puluh lima menit mereka sudah tiba di hotel.


The Taj Mahal Palace adalah salah satu hotel bintang lima di Mumbai, hotel yang memiliki puluhan lantai ini mereka hotel paling indah di kota Mumbai. tak heran jika yang menginap di sini adalah para kaum bangsawan atau para sultan karena memang biaya yang di keluarkan untuk menginap di sini terbilang sangat mahal. namun semua itu tidak terpikirkan oleh Ricko, laki-laki itu dengan cepat langsung mengeluarkan kartu unlimited yang berwarna gold dan menaruhnya tepat di di depan pelayanan kasir.


"Maaf tuan anda perlu membayarnya karena semuanya sudah di tanggung oleh tuan besar." ucap pelayanan resepsionis dengan segala hormatnya seraya mengembalikan kartu unlimited Ricko. ( pelayan itu mengunakan bahasa India )


"What..." Ricko menaikkan kedua alisnya, lalu sorot matanya berpindah menatap Ibu Susi.


"Astaga. jangan-jangan ini hotel Amitabh Bachchan." seru Ibu Susi.


Ricko sontak mengerutkan keningnya sangat dalam seolah-olah tidak percaya apa yang ia dengar."Tidak mungkin Bu. mana mungkin Paman Amitabh Bachchan mempunyai hotel semewah ini." Ricko menggelengkan kepalanya.


"Apa tidak tau, Hem. sekarang Amitabh Bachchan sudah menjadi orang ke dua terkaya di India dengan kekayaannya di atas rata-rata pengusaha di sini." tutur Ibu Susi berhasil membuat Ricko bertambah terkejut.


"T-Tapi Bu Rahul tidak pernah bilang apa-apa kepadaku. dia bahkan tidak pernah menceritakan tentang hotel ini." sahut Ricko.


"Anak tenggik. dia kan bukan anak kandung Amitabh Bachchan makanya dia tidak bercerita kepadamu. lagia dia bukan orang sombong yang suka memamerkan harta." jelas Ibu Susi.


""Excuse me the Adiningrat family ??" tanya seseorang pelayan laki-laki dengan stelan jas berwarna hitam menghampiri Ricko.


"yes I am her son and this is my mother. " jawab Ricko.


"Maaf nyonya, tuan muda saya tidak mengenali anda." pelayan itu menundukkan kepalanya pertanda meminta maaf atas kelalaiannya. ( Berbicara dalam bahasa Inggris)


"Tidak apa-apa." tutu Ibu Susi.


"Mari tuan, nyonya saya akan mengantar anda ke ruangan peristirahatan. nyonya dan tuan pasti sudah melakukan perjalanan yang sangat melelahkan hari ini."

__ADS_1


"Hem, tapi tunggu sebentar." ucap Ibu Susi." Ricko cepat panggil Ratih dan yang lainnya." perintah Ibu Susi. sementara Ricko hanya menggangu lalu ia langsung pergi ke tempat di mana Ratih dan yang lainnya berada. Ratih dan yang lainnya kini tengah berada di ruangan tunggu hotel karena tadi mereka sangat letih akhirnya mereka memilih untuk beristirahat sebentar.


"Kak hotelnya sangat bagus ya." puji Tania, ia masih terkagum-kagum dengan keindahan hotel The Taj Mahal Palace.


"Ya kamu benar hotel ini benar-benar sangat Indah." sahut Ratih ia juga masih terkagum-kagum.


"Tapi menurut aku masih bagus kamu sayang dari pada hotel ini" bisik Kevin di telinga Tania.


"Kak..." Tania membulatkan matanya penuh menatap kearah Kevin seakan memberi kode.


"Di sini itu ada kak Ratih." sambung Tania lagi.


Sementara Kevin hanya tersenyum manis. ia sengaja ingin menjahili Tania.


"Mawar apa kamu baik-baik saja...??" tanya Ratih. sadari tadi ia terus melihat Mawar terdiam tampa mengatakan sepatah kata apapun.


"Kakak perhatiin kamu melamun terus dari tapi, emangnya kamu lagi mikirin apa Hem. sini cerita sama kakak."


"Hehehehe, Mawar enggak apa-apa kok kak beneran deh." Mawar berusaha menyakinkan Ratih.


"Ya sudah kalau kamu emang enggak mau cerita sama kakak enggak apa-apa. kakak maklumi kok tapi kalau nanti kamu butuh bantuan jangan sungkan bicara sama kakak."


"Tentu kak, makasih." Mawar mengembangkan senyumnya.


"Sayang ayo kita pergi." ucap Ricko tiba-tiba seraya berjalan mendekati Ratih.


"Apa semuanya sudah selesai..??"

__ADS_1


"Tentu sudah dong suamimu ini selain tampan dia juga kaya raya." jawab Ricko penuh bangga.


"Alfin nanti kamu minum lagi ya sayang, sekarang kita ke kamar dulu istirahat. kamu pasti sangat capek kan sayang udah melakukan perjalanan yang sangat panjang." tutur Ratih lalu ia menyerahkan Alfin pada pelayan."Ayo."


*****


Lantai 20, ya. karena kini mereka sudah menghentikan langkahnya di lantai 20. pelayan itupun langsung menunjukkan beberapa kamar pada Ibu Susi dan juga Ricko.


"Tuan muda ada beberapa kamar yang sudah si pesan oleh tuan besar. anda bisa memilih sendiri kamar mana yang ingin ada pakai tuan." tutu pelayan itu pada Ricko.


"Kenapa harus memilih bukankah setiap kamar itu sama...??" tanya di buat bingung.


"Tidak tuan. khusus di lantai 20 kamar disini memiliki desain yang berbeda tuan. warna dan dekorasinya juga berbeda. maka dari itu anda harus memilihnya sesuai selera anda tuan." jelas pelayan itu.


"Kalau begitu ibu pilih yang ini saja. ibu tidak sanggup berjalan jauh sampai ke sana. ayo Tias kita tidur di kamar ini saja." tutur Ibu Susi. hendak melangkah naamun niatnya terurung."Sebentar. Mawar kamu tidur sama Tania. sementara kamu Kevin tidur sendiri jangan macam-macam kita kesini mau pergi acara bukan mau bulan madu." jesas Ibu Susi seakan tau apa yang ada di pikiran Kevin.


"Nyonya..."---


"Dan kamu Ricko jangan sampai Ibu melihat kejadian seperti tadi siang. kasian istrimu dia butuh istirahat jangan sampai kamu membuat dia tidak bisa pergi ke acara pesta besok." tegur Ibu Susi lalu wanita tua itu langsung melangkah pergi.


"Ibu... aaagggrrr." Ricko mendengus kesal."Percuma saja keluar negeri kalau begitu."


**Bersambung.....


Helo semua. tak terasa kita sudah hampir mendekati ending ya. hehehehe


hanya tersisa beberapa bab lagi. bersabarlah menunggu.🙏😁🥰**

__ADS_1


__ADS_2