Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 110


__ADS_3

Ratih tidak bisa berkata apa-apa ia benar-benar di buat takjub apa yang ia lihat sekarang. kelopak matanya terbuka penuh menatap lurus ke depan. sedih, kesal, panik, terharu semua kini telah bercampur aduk. dengan langkah sedikit gontai Ratih berjalan mendekati nampak seseorang berdiri mematung di sana, ia yakin kalau orang itu adalah Ricko.


Namun belum sempat Ratih melangkah Ratih sudah lebih dulu di kejutkan dengan sebuah cahaya lili yang semakin ia perhatikan semakin mendekatinya.


Dor... (Suara letusan balon besar dari arah loteng juga bersamaan dengan lampu kelap kelip menghiasi raut gelap.)


Tak berselang lama lampu utama pun di hidupkan yang di iringi taburan kelopak bunga mawar merah dari arah loteng hingga membuat kelopak bunga mawar merah itu mengenai kepala Ratih.


Dia begitu terkejut apa yang ia lihat sekarang hatinya sangat tersentuh. sorot matanya tak lepas dari seseorang yang sedang berjalan ke arahnya seraya membawakan kue tart yang sudah di taruh lilin di atasnya.


"Happy wedding day my dear." ucap Ricko kini sudah berada di depan Ratih."Selamat hari pernikahan sayangku." ucap Ricko lagi.


Ratih tidak bisa berkata-kata seakan akan semua suaranya sudah hilang ia masih menatap ke arah Ricko tanpa mengedip sama sekali. tanpa ia sadari sebuah air mata bahagia keluar begitu saja di kelopak matanya. barulah Ratih mengedipkan matanya kembali.


"Sayang kenapa menangis Hem...??"


"Khem, tidak. aku tidak menangis." Ratih dengan cepat menghapus air matanya.


"Selamat hari anniversary sayang. ayo sayang tiup lilinnya." ucap Ricko. sementara Ratih menganggukkan kepalanya cepat, ia Langsung meniup lilin itu. hanya sekali tiupan lilin itu langsung padam.


"Ye..." suara teriakan dan tepukan tangan terdengar jelas di telinga Ratih.


"Kakak..." teriak Tania dari arah kejauhan. wanita itu langsung berlari menghampiri kakaknya.


"Nia..."


"Selamat hari anniversary kakakku. semoga langgeng ya dan sehat selalu." tutur Tania seraya cipika cipiki.


"Amin..." guma Ricko bersamaan dengan Ratih.


"Ini hadiah dariku kak." Tania mengeluarkan sesuatu dari punggungnya.


"Apa ini...??"

__ADS_1


"Aaaa... jangan di buka sekarang nanti saja kakak bukanya waktu di kamar." bisik Tania.


"Baiklah, terimakasih." pelukan hangat dari Ratih.


"Kak Ratih..." kini Mawar memanggil juga di ikuti Ibu Susi, Kevin dan juga Tias.


"Selamat hari anniversary kak." Mawar cipika cipiki."Ini hadiah dariku kak."


"Makasih." Ratih mencibir pipi Mawar.


"Aaaaaa kakak jangan, nanti pipi aku jadi merah." rengek Mawar.


"Selamat hari anniversary sayang." kini giliran Ibu Susi."Semoga kamu di berikan umur panjang." Ibu Susi mencium kening Ratih singkat.


"Terimakasih banyak Bu, Ibu selalu baik pada Ratih. Ratih janji kalau Ratih akan merawat Ibu sepenuh hati Ratih." guma Ratih langsung memeluk Ibu Susi erat. Ratih sudah menganggap Ibu Susi seperti Ibu kandungnya sendiri.


"Selamat hari anniversary nyonya." ucap Kevin setelah sesaat Ratih merenggangkan pelukannya dan Ibu Susi.


"Nyonya ini hadiah dari saya, mungkin ini tidak seberapa bagus. tapi saya sudah berusaha nyonya." tutur Kevin seraya menyerahkan kadonya.


"Makasih, ini sudah lebih dari cukup kok." Ratih mengembangkan senyumnya penuh.


"Ehem..." Ricko berdehem sekeras-kerasnya. ia merasa tidak di hiraukan lagi oleh Ratih ya, karena sadari tadi Ratih tidak menatap Ricko lagi. apalagi Ricko merasa cemburu saat melihat Kevin memberikan kado pada Ratih. Kevin memang sekretaris Ricko sudah sejak lama tapi sebagai sang suami Ricko merasa cemburu melihat Ratih mengembangkan senyumnya pada laki laki lain selain dirinya.


Sontak Ratih langsung melirik ke arah Ricko."Mas kamu kenapa...??"


"Tidak apa-apa tenggorokan ku terasa gatal." jawab Ricko seraya mengaruk tenggorokannya. tapi sorot matanya masih memantau Ratih.


"Kak..." Mawar menyenggol lengan Ratih."Sana gih kasian kak Ricko. dia Lo yang rencanain ini semua. dia juga yang nyuruh kami menyiapkan kado buat kak." ucap Mawar seraya tersenyum.


"Benarkah, bukankah ini semua rencana kalian...??"


"Bukan kak, bahkan kami tidak ingat kalau hari ini adalah hari anniversary kakak sama kak Ricko. kami juga tidak menyiapkan ini semua. kak Ricko hanya menyuruh kami membeli hadiah buat kakak dan menemaninya saat memberi kejutan pada kakak itu saja." jelas Mawar.

__ADS_1


"Iya sayang Ibu juga tidak tau soal kejutan ini." sambung Ibu Susi.


"Ehem..." kali ini suara Ricko lebih keras.


Ratih tersenyum sendiri dia pun langsung melangkah mendekati Ricko."Mas sini biar aku yang garuk." tawar Ratih sudah memegang lembut leher Ricko.


"Apa masih gatal...??" tanya Ratih


"Tidak, gatalnya sudah pindah sayang." jawab Ricko penuh maksud lalu laki-laki itu melirik ke arah pinggangnya.


Ratih pun ikut melirik ke mana arah Ricko melirik."Aaaaa... mas." Ratih langsung menjauh dari Ricko.


"Hahahaha... sayang kemarilah aku hanya bercanda." Ricko menarik tangan Ratih dan langsung memeluk istrinya itu."Saat ini kamu boleh lepas tapi nanti malam kamu harus membayar semuanya sayang." bisik Ricko.


"Ayo semua kita makan jangan hiraukan dua makhluk hidup. kini hanya di jadikan nyamuk di sini." gerutu Ibu Susi.


"Ayo Bu."


******


Di dalam kamar.


"Mas terimakasih..." tutur Ratih saat melihat Ricko baru keluar dari kamar mandi.


"Makasih, makasih buat apa aku tidak tidak melakukan apa-apa." jawab Ricko berpura-pura.


"Untuk apa yang telah mas lakukan hari ini."


"Hem. coba kulihat hadiah apa yang di berikan Kevin kepada mu." ucap Ricko langsung merampas hadiah yang ada di depan Ratih.


"Apa ini... kolor, bra. Kevin aku tidak akan mengampunimu."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2