Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 54


__ADS_3

Pagi hari Ratih terbangun lebih awal dari pada biasanya, terasa perutnya kebas seperti di timpa sesuatu perlahan lahan Ratih membukakan kedua matanya seraya menguap. Ratih sedikit terkejut saat melihat Ricko teryata sedang memeluknya, namun setelah itu ia mencoba mengigat apa yang telah terjadi.


Setalah semua kesadaran Ratih terkumpul Ratih menatap wajah Ricko dengan sangat lekat. memperhatikan setiap inci wajah pria yang telah menjadi suaminya sekarang,


hidung yang mancung, bibir yang seksi, alis yang tebal bahkan hembusan nafas yang di keluarkan Ricko terasa sangat lembut. Ratih terus terus saja menatap wajah Ricko seperti ada kecanduan sendiri bagi Ratih saat menatap wajah Ricko. entah kenapa ia sangat ingin berlama lama menatap wajah pria yang menjengkelkan, menyebalkan yang telah menjadi suaminya sekarang.


Ratih tersenyum senyum sendiri saat membayangkan ke jadian tadi malam. di mana dia lagi marah Ricko malah memaksa mengendongnya bahkan memeluknya. Ratih berharap kalau Ricko akan selalu bersikap baik ke padanya. sebenarnya dalam hati Ratih yang paling dalam dia sudah mulai mencintai Ricko.


Ratih mengerakkan tanganya mencoba menyentuh bibir Ricko. Ratih memainkan tanganya di sana hingga belahan bibir Ricko nampak jelas. Ratih mengigit bibir bawahnya dengan sangat kuat saat tanganya mulai meraba di setiap inci wajah Ricko.


"Apa aku setampan itu sehingga kamu sangat ingin berlama lama menatapku. jangan cuma sentuh di sana sentuh di sini juga." tutur Ricko tiba tiba dengan cepat megambil tangan Ratih dan menaruhnya di belahan dada sixpack miliknya.


Ratih terkejut ketika Ricko tiba tiba berbicara, betapa malunya Ratih sekarang kepergok diam diam menyentuh wajah suaminya ini. Ratih hanya diam dia tidak berbicara apa apa atau pun menarik tanganya dia malam meraba perut Ricko dengan sangat lembut. Ratih menelan ludahnya sangat kasar ketika tanganya menyentuh gunung kekar Ricko.


"Bagus bukan, di dunia ini tidak ada orang yang setampan diriku dan sebagus diriku. termasuk Kasim Han dia tidak tampan sama sekali, dia sangat jelek." ketus Ricko.


"Dia tidak jelek dia juga sangat tampan." bantah Ratih seraya menarik kembali tangannya dari dada Ricko.


"Jagan memujinya seperti itu atau aku akan benar benar merubah wajahnya itu." tegas Ricko kini membukakan matanya.


"Kenapa aku tidak boleh memujinya bukankan apa yang aku katakan itu kenyataan, tapi--." ucap Ratih yang sengaja mengantungkan ucapannya.


Ricko menatap Ratih seraya mengerutkan keningnya sangat dalam mencoba berpikir apa yang akan di katakan Ratih selanjutnya.


"Tapi pak Ricko jauh lebih tampan darinya." sambung Ratih.


"Lebih baik aku berkata seperti itu dari pada ubi karet ini benar benar akan merubah wajah Han."


Ricko mengembangkan senyumannya ia merasa sangat puas mendengar perkataan Ratih barusan.


Ricko mendongkak kan kepalanya hendak menamakan bibirnya di belahan bibir Ratih.


Tapi dengan cepat Ratih mengusurkan tubuhnya sedikit menjauh dari Ricko saat melihat wajah Ricko semakin dekatnya.


"Kenapa menjauh cepat kemari aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas pujian yang kamu berikan." tutur Ricko mengerakkan tangannya mendorong tubuh Ratih hingga kembali seperti semula.

__ADS_1


"B-bapak mau apa...??"


"Aku mau meminta hak ku sebagai suami."


"T-tapi bapak bilang bapak ada pertemuan penting pagi ini."


"Sekarang menjadi tidak penting lagi." ucap Ricko lalu dengan capat menyambar mulut Ratih.


****


Kevin sedang menikmati Kofi di ruangan tamu sudah lebih 3 jam Kevin menunggu Ricko namun Ricko masih belum keluar juga.


sehingga membuat Kevin bolak balik meminum Kofi.


"Apa saya buatkan lagi Kofi ya...??" tanya Han saat melihat gelas yang di minum Kevin sudah tidak ada lagi air di sana.


"Tidak perlu, perutku bisa kembung nanti." jawab Kevin.


"Oh ya, kenapa kemaren tuan muda mau mengubah wajahmu...??" tanya Kevin.


"Saya tidak tahu, saya cuma di suruh berbaring saja di tempat tidur." jawab Han.


"Lalu kenapa kamu tidak bertanya." gerutu Kevin.


"Saya tidak berani bertanya." sahut Kasim Han.


Ratih dan Ricko turun bersama dari anak tangan, Ratih turun secara perlahan lahan dan penuh hati hati karena memang dia masih merasakan nyeri di are sensitifnya.


"Apa perlu aku gendong...??" tanya Ricko merasa kasihan saat melihat Ratih berjalan penuh hati hati.


"Tidak perlu saya bisa sendiri." jawab Ratih menolah uluran tangan Ricko.


"Pagi tuan muda nyonya muda." sapa Kevin dan Kasim Han bersamaan saat melihat Ricko dan Ratih sudah di anak tangga terakhir.


"Pagi juga pak Kevin pagi juga Kasim Han." balas Ratih penuh dengan senyuman.

__ADS_1


Sementara Ricko dia sudah kesal sendiri saat melihat Ratih menyapa Kevin dan Han penuh dengan senyuman.


"Jangan menatap istriku seperti itu. kalian berdua tunggu aku saja di ruangan depan aku mau makan bersama istriku sebentar." tutur Ricko seraya menatap tajam ke arah Kevin dan Kasim Han.


Kevin melirik wajah Han mengisyaratkan agar dia juga ikut pergi bersamanya.


"Tunggu..." ucap Ratih menghentikan langkah Kevin dan Kasim Han.


"Kalian berdua sudah sarapan pagi...??" tanya Ratih.


Kevin dan Han hanya menjawab dengan senyuman mereka tidak berani menjawab karena sadari tadi Ricko sudah menatap mereka dengan tatapan mematikan.


"Aku tahu kalian pasti belum makan, ayo kita makan bersama." ajak Ratih.


"Sayang, mereka sudah makan. mana mungkin mereka tidak makan sudah jam seperti ini." tutur Ricko.


"Tidak, aku yakin mereka pasti belum makan. ayo cepat kita makan bersama." ajak Ratih lagi.


"Baiklah mereka akan sarapan pagi bersama kita. sekarang kamu pergi duluan ya aku akan pergi menyusul nanti bersama mereka." kata Ricko seraya tersenyum ramah. sementara Ratih hanya mengangguk kan kepalanya pertanda ia mengerti.


Setelah Ratih hilang dari pandangan Ricko, Ricko langsung menghampiri Kevin dan Han.


"Ingat...!! di meja makan nanti kalian berdua tidak boleh menatap wajah istriku atau aku akan mencongkel mata kalian. dan kamu Han saat aku pergi nanti kamu harus jaga jarak sama istriku. kalian berdua juga tidak boleh berbicara secara pribadi harus ada pelayan lain yang menemani kalian. kamu mengerti." ucap Ricko.


"Baik tuan muda." sahut Kasim Han cepat.


"Bagus. dan satu lagi apapun yang di katakan Ratih nanti kamu harus menceritakannya ke padaku." ucap Ricko lagi lalu langsung pergi menyusul Ratih.


**Bersambung....


🌹🌹🌹🌹


Hari ini sampai di sini dulunya kak, maaf kemaren membuat kakak nunggu karena tidak up maklum lah author sibuk di dunia nyata. ayo kak batu vote dan like biar makin maju 😁 semoga kakak suka dengan karya author.


Beberapa hari lagi author akan merilis novel baru yang berjudul "CINTA TULUS GADIS MELAYU**" menceritakan seorang gadis kaya raya yang mempunyai pengetahuan tinggi, dia ingin menikah dengan pacarnya namun semua ke inginanya pupus tak kala ayahnya menikah lagi, akhir cerita dia malah di jual oleh ibu tirinya ketika ayahnya sudah tiada, gadis itu di jual kepada salah satu pria kaya raya dan juga berpengaruh di negerinya. pria itu berasal dari Indonesia.

__ADS_1


Bagaimana menurut pendapat reader tentang cerita singkat novel baru author**.


__ADS_2