
"Halo semuanya author kembali lagi sekarang 🥰 Terimakasih udah baca cerita author yang sangat jelek dan tidak bagus ini wkwkwk. tapi author akan selalu membuat yang terbaik. mohon maaf ya kalau di antara bab-bab banyak typo dan kata kata yang kurang enak di baca 🙏 maklum author masih belajar soalnya belum tau sepenuhnya tentang bagaimana cara membuat novel 😊."
"Sekarang mari kita mulai baca sambunggan dari cerita Ratih dan Ricko, yang sempat tertunda dikarenakan author ada pekerjaan yang sangat sibuk tidak bisa di elak kan jadi dengan sangat terpaksa author pending untuk sementara 🥰."
🌹🌹🌹🌹🌹
Pelukan terjadi sangat lama, pelukan di antara dua orang yang sangat melepaskan kerinduan yang amat teramat dalam. bagaimana tidak, bertahun tahun lamanya sudah Amitabh Bachchan mencari cucu kesayangannya alias cucu pertama yang pernah ia rawat sewaktu masih bayi. wajah Ratih masih bayi pun remang-remang teringat dalam ingatan Amitabh Bachchan, pria tua itu semakin mempererat pelukannya.
"Pama sudah jangan peluk istri Ricko terlalu lama." tutur Ricko merasa tidak suka jika Amitabh Bachchan memeluk Ratih terlalu lama, apalagi Amitabh Bachchan semakin mempererat pelukannya hal itu tentu saja membuat Ricko kesal walaupun Ricko tau sekarang kalau Amitabh Bachchan teryata Kakek Ratih.
"Hahhhh..." Amitabh Bachchan tertawa entah itu tertawa perasaan senang karena telah menemukan cucunya atau pun perasaan sedih menertawakan dirinya terlalu bodoh.
"Paman..." rengek Ricko sudah seperti anak kecil meminta permen.
"Ricko." ibu Susi mencubit pelan perut Ricko sebelah kanan. "Jangan seperti anak kecil, Ami itu kakeknya istrimu jadi tidak mungkin Ami tertarik pada istrimu. mereka cuma berpelukan melepaskan kerinduan." ucap Ibu Susi dengan suara kecil hingga hanya Ricko saja yang dapat mendengarkannya.
"Tapi tidak selama itu juga kali Bu." ketus Ricko.
"Kakek..." Ratih merenggangkan pelukannya, sorot matanya masih lembab karena menangis menatap lembut ke arah Amitabh Bachchan. "Apa Kakek sudah bertemu dengan Tania...??"
__ADS_1
"Tania, di mana Tania aku ingin bertemu dengannya. aku ingin memeluk cucuku." Amitabh Bachchan baru tersadar kalau ia memiliki satu cucu lagi. Amitabh Bachchan melirik setiap sudut ruangan namun sorot matanya masih tidak bisa menemukan orang yang ia cari. kerumunan orang yang menghadiri acara pesta seraya banyaknya pelayanan yang mondar-mandir membuat pandangan Amitabh Bachchan tidak leluasa melihat setiap sudut ruangan.
"Oh iya di mana Tania?? dia kan belum berjumpa dengan Kakeknya." ucap Ibu Susi juga ikut melirik.
"Mawar akan mencari Tania." sahut Mawar cepat.
"Iya cepat carikan."
"Sayang..." panggil Kevin dengan nada lembut. sekarang Kevin dan Tania berada di bangku mini bar menikmati setiap minuman yang ada di sana.
"Hem..."
"Apa aku boleh mencicipinya sayang, aku janji aku akan membuangnya di luar aku tidak akan membuangnya ke dalam janji." Kevin memasang wajah polos penuh mohon, ia seakan tidak kuasa menahan hasratnya lagi. apalagi nafsu Kevin selalu naik ketika melihat Tania memakaikan baju seksi, seperti sekarang ini. Tania memakaikan dress mini selutut hingga membuat paha Tania yang putih mulus terlihat sangat jelas di mata Kevin. sorot mata Kevin tak henti-hentinya menatap paha mulus Tania, bahkan laki-laki itu sudah beberapa kali menelan ludahnya sendiri dengan sangat kasar.
"Maksud Kakak apa?? Tania kurang paham??" tanya Tania polos. dia benar-benar tidak tau maksud dari perkataan Kevin barusan.
"Bebek maksudnya..." tebak Tania.
"Aaagggrrr bukan bebek sayang." Kevin menjabat rambutnya gusar. "Itu yang di lakukan suami istri." ucap Kevin terus terang menyatakan keinginannya.
"Ya ampun Kak Kevin, kamu itu berdosa banget...??" Tania menutup mulutnya rapat-rapat.
"Sayang aku janji sekali buang saja setelah itu tidak akan lagi aku akan menunggu sampai kita menikah." bujuk Kevin.
__ADS_1
"Tapi kak, Tania kan masih SD. Tania belum sanggup." ( wkwkwk 🤭 SD apanya orang udah kuliah, emang ada ada aja pikiran Tania 😅)
"Kok SD sih sayang." Kevin mengarukkan kepalanya tak gatal. "Sebenarnya kamu tau enggak sih maksudnya aku itu apa...??"
"Enggak..." jawab Tania cepat.
"Apa.... jadi kamu jawab SD tadi kamu enggak tau maksud dari perkataan aku...??" Tania menggelengkan kepalanya cepat. "Aaagggrrr..." ~ "Kenapa ubi ku selalu tersiksa batin seperti ini."
"Tania ku sayang maksud kakak tercinta mu ini, kakak ingin mendownload anak bersamamu sama seperti yang di lakukan bos Ricko dan ibu bos Ratih. kita akan bergadang membuat keponakan untuk Alfin." ucap Kevin geram sendiri.
"Apa...." teriak Tania terkejut sontak langsung berdiri, berhasil membuat semua pasang mata menatap ke arah mereka. "Jangan mentang-mentang kita pacaran kakak bisa seenaknya mintak-mintak kayek gituan pada Tania."
"Sayang..." Kevin menggelengkan kepalanya merasa tak percaya sikap Tania yang sangat tegas.
"Baiklah Tania akan memenuhi keinginnan kakak tapi dengan satu syarat."
"Apa itu...??" Kevin juga sontan berdiri setelah mendengar ucapan Tania barusa.
"Tania akan menyunnat kakak sekali lagi sampai semua kulit yang ada di situ habis tidak ada tersisa sedikitpun." tutur Tania seraya menatap ke arah benjolan kecil di bawah pusat Kevin.
"A-Apa s-sayang..." kini Kevin juga ikut melirik ke arah yang di lirik Tania.
"Satu lagi jangan coba-coba macam-macam di belakangku ataupun melirik wanita lain kalau itu terjadi maka itu tidak akan tersisa sedikitpun." tegas Tania lalu pergi meninggalkan Kevin masih mematung di tempatnya. Kevin kembali menelan ludahnya sangat kasar.
__ADS_1
"*Hik... hik... hik... kalau sampai ini habis lalu untuk apa lagi aku hidup di dunia ini, hik..."
Bersambung*.....