Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 72


__ADS_3

"Bos bagaimana apa nona Ratih ada di dalam??" tanya Kevin sesaat setelah melihat Ricko keluar dari kamar.


"Dia tidak berada di dalam, cepat cari istriku aku tidak mau terjadi sesuatu pada calon bayiku." perintah Ricko laki laki itu menjambak rambutnya kasar.


"Baik bos." ucap Kevin seraya membalikkan badannya namun dari arah bersamaan nampaklah Ratih, Tania dan juga Mawar sedang berjalan ke arah mereka.


Ricko yang yakin kalau yang berjalan itu istrinya pun segera menghampiri."Sayang kamu dari mana kenapa kamu pergi tidak bilang bilang kepadaku." protes Ricko laki laki itu sedikit kesal dengan tingkah laku Ratih semakin hari tingkah laku Ratih semakin aneh saja pikir Ricko.


"Jangan dekat dekat kamu bau." ucap Ratih cepat seraya menghindari Ricko, Ratih bahkan kini menutup rapat hidungnya rasa mual kembali mulai terasa.


"Sayang aku tidak bau aku udah mandi 10 kali hari ini aku bahkan sudah menghabiskan satu botol minyak wangi. masak kamu bilang aku bau." protes Ricko tidak terima.


"Bau sangat bau. badan kamu bau terasi." gerutu Ratih.


"Sayang, jangan menghukum ku seperti ini." rengek Ricko mengatupkan telapak tangannya.


"Sekarang aku tahu, pantesan semalam kak Ricko menendang dinding teryata kak Ricko di suruh keluar oleh kak Ratih." tutur Mawar senyum senyum sendiri.


"Iya War kamu benar, badan kakak kamu sangat bau aku tidak suka." timpal Ratih.


"Sayang...."


"Bhahahaha...." tawa Mawar pun pecah, wanita itu benar benar tertawa terbahak bahak.


"Jangan tertawa." bentak Ricko kesal merasa di permalukan.


"hahaha... kak, kakak tau enggak kenapa kak Ratih mencium aroma bau dari kakak...??" tanya Mawar tak henti hentinya tertawa.

__ADS_1


"Aku tidak bau." bantah Ricko.


"Iya aku tau kakak memang tidak bau, tapi di hidung kak Ratih badan kakak itu bau." tutur Mawar. sedangkan Ricko mengerutkan keningnya mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Mawar.


"Bagaimana bisa bau."


"Setiap wanita hamil pasti akan merasakan hal yang sama, di awal kehamilan itu pasti akan terjadi sesuatu yang janggal seperti kakak sekarang kak Ratih mencium aroma bau di tubuh kak Ricko." ucap Mawar menjelaskan.


"Kenapa bisa seperti itu." kini pertanyaan itu di lontarkan oleh Ratih, ya, wanita itu juga bingung dengan dirinya sendiri.


"Itu kerena kakak lagi hamil, orang hamil itu sangat sensitif kadang kadang moodnya naik kadang kadang juga turun. tapi kakak tidak perlu khawatir itu hal yang wajar setiap wanita pasti seperti itu. maka dari itu wanita hamil sangat butuh perhatian suami." tutur Mawar lagi.


"Tapi kenapa aku juga merasa kesal saat melihat kakakmu...??" Tanya Ratih mulai memahami tentang dirinya sekarang.


"Bagus itu kakak kalau perlu tonjok ajak kak Ricko kalau kakak enggak suka melihatnya." jawab Mawar seraya tertawa. sementara Ricko sudah menatap tajam ke arah Mawar.


"Sayang..." tutur Ricko menggelengkan kepala. sedangkan Mawar kembali tertawa terbahak bahak.


"Kak Ratih cukup perutku sudah sangat sakit sekarang." Tania mengangkat tangannya menyerah, wanita sudah kecapean karena sadari tadi terus ketawa, sedangkan Tania dan Kevin hanya menyaksikan saja.


"Begini ok, aku akan menjelaskan semuanya.


oke dengarkan aku baik baik sebelum aku selesai menjelaskan semuanya jangan ada yang potong." Ucap Mawar.


"Setiap awal kehamilan itu di namakan trimester pertama. nah di trimester pertama itu bumil akan sangat sensitif, sensitif itu dipengaruhi oleh hormon. bisa jadi dari awal kehamilan sampai menjelang melahirkan bumil akan merasa sedih setiap saat hal kecil saja pasti akan membuat bumil menangis.dan di trimester pertama itu bumil biasanya akan menjauh dari pasangannya atau suaminya, mereka seperti merasa kesal, mencium aroma bau, suka marah marah, mual mual, cerewet dan banyak maunya dan satu lagu bumil itu sangat suka yang masam masam." ucap Mawar panjang lebar.


"Ooooo...." Ratih mangut mangut dia sudah mengerti sekarang.

__ADS_1


"Tapi kenapa cuma aku yang di bilang bau kalian enggak...??" tanya Ricko.


"Sekarang aku tanya balik, yang nyetak siapa..??" tanya balik Mawar.


"Aku lah." jawab Ricko bangga.


"Terus, masak kak Ratih ngambeknya sama tukang cilok emang kakak mau anak kakak mirip tukang cilok." gerutu Mawar. dengan cepat Ricko menggelengkan kepalanya.


"Tuan, nyonya. mobilnya sudah siap." ucap Kasim Han tiba tiba datang.


******


"Sayang apa aku masih bau." tanya Ricko kini dalam perjalan pulang. ya, kini mereka semua dalam perjalan pulang sebenarnya mereka semua masih ingin berlama lama di pantai tapi kerena Ricko ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal akhirnya mereka pun memutuskan untuk segera pulang.


"Iya kamu masih bau." jawab Ratih sadari tadi dari awal perjalanan Ratih terus saja memakai masker.


Ricko menghela nafas kasarnya."Empat bulan selama empat bulan aku harus menjauh dari istriku sendiri, kalau aku sih sanggup tapi pistol ku dia pasti tidak sanggup." guma Ricko pada dirinya sendiri.


"Sayang aku ada ide." tutur Ratih seraya mengeluarkan sesuatu dari tangannya.


"Tadi saat di pantai aku tidak sengaja bertemu penjual minyak wangi. karena aku suka wanginya jadi aku beli satu." sambung Ratih lagi seraya menunjukan apa yang di beli kepada Ricko.


Ricko segera mengambilnya dan langsung mencium apa yang di beli Ratih."Sayang wanginya kok aneh...??" tanya Ricko."Emang ini apa nama minyak wanginya...??"


"Balsem. wangi kan." jawab Ratih.


"Balsem, balsem yang sering di pakek buat orang sakit kepala.??" Tanya Ricko seraya menelan ludahnya kasar. sementara Ratih mengangguk cepat.

__ADS_1


__ADS_2