Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 92


__ADS_3

"Aaaaaa..." teriak Ratih kali ini ia Benar-benar tidak bisa mengimbangi lagi tubuhnya.


Huppp... Sebuah tangan berhasil mendarat mulus di pinggang Ratih, menahan tubuh Ratih dengan kuat hingga membuat tubuh Ratih dan orang itu tidak tercipta jarak sama sekali. sekilas pandang mereka bertemu saling menatap antara satu sama lain juga, suasana menjadi hening.


"Ratih...." teriak Zahra sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat barusan, wanita itu langsung berlari menghampiri sahabatnya itu.


Sontak langsung saja Ratih berusaha melepaskan dirinya dari dekapan orang itu.


"Maaf..." ucap Ratih dengan tangannya memperbaiki baju.


"Tidak apa-apa. apa kau baik-baik saja...??" tanya orang itu.


"Aku baik saja, terimakasih."


"Ratih apa kau baik-baik saja...??" tanya Zahra tampang paniknya memegang erat tangan sahabatnya itu.


"Aku tidak apa apa tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja." jawab Ratih, membuat nafas Zahra sedikit lega.


"Syukurlah." guma Zahra kemudian matanya melirik ke arah tuan Fernandez, terlihat jelas dari raut wajah yang di tunjukkan Zahra atas ketidak sukaanya.


"Apa yang anda lakukan, apa anda tidak lihat kalau dia sedang hamil. berani sekali anda mendorong seorang wanita sedang hamil." Tegas Zahra dengan suara sedikit meninggi.


"Lancang, berani sekali wanita rendahan sepertimu meninggikan suara kepadaku apa kau tidak tau siapa aku." sorot mata tuan Fernandez seakan membunuh.


"Zahra apa yang kau lakukan." Ratih menarik tangan sahabatnya itu.


"Apa yang kau katakan nanti kau bisa di pecat." tegur Ratih berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Tidak apa apa Ratih, lebih baik aku di pecat dari pada aku harus diam saja menyaksikan sahabatku di sakiti." sahut Zahra menatap lekat wajah Ratih.


"Kurang ajar wanita rendah seperti kalian seharusnya tidak berada di sini." tuan Fernandez hendak menjambak rambut Zahra namun orang itu, orang yang menolong Ratih tadi mencegah niat tuan Fernandez.


"Tuan Fernandez apa yang anda lakukan, jangan mengotori tangan anda dengan hal sepele seperti ini. lepaskan saja mereka, lagian bukankah anda ingin pergi ke tuan Ricko, mari saya temani." ucap orang itu mencoba meleraikan.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskan kalian. wanita seperti kalian akan segere mendapatkan hukuman dari ku." tutur tuan Fernandez lalu langsung pergi bersamaan dengan orang itu.


"Dasar orang kaya tidak punya hati, aku bersumpah aku akan mengutuk kalian." ketus Zahra geram.


"Zahra." ---


"Ya ampun Ratih kau membela orang kaya itu." Zahra menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bilang kalau aku membelanya." sahut Ratih cepat.


"Kalau kamu tidak membelanya kenapa kamu tidak memakinya tadi...??"


"Kamu tidak lihat kalau aku sedang bunting, aku tidak boleh marah, sedih ataupun stress. karena itu bisa berdampak buruk bagi kandungan ku."


"Aaaaaa...., tuh kan apa yang aku bilang, perutku keram lagi." pekik Ratih memegang perutnya.


"R-Ratih kamu tidak apa apa...??" Zahra sudah kepanikan.


"Tidak apa-apa hanya keram kecil saja, maka dari itu aku tidak boleh marah atupun sedih." sahut Ratih masih menahan rasa sakit.


"Kenapa kau minta maaf aku tidak apa apa."


*****


"Kenapa kau menghentikan ku seharusnya tadi aku memberikan pelajaran ke pada wanita rendahan itu. berani beraninya mereka berteriak ke padaku mereka pikir mereka siapa."


"Tuan Fernandez kenapa hal kecil seperti itu di perbesarkan ini tidak seperti tuan Fernandez yang saya kenal."


"Hal kecil apa yang kamu bilang, wanita rendahan seperti itu meneriakiku kamu bilang hal kecil."


"Bukankah anda seorang pengusaha, biasanya seorang pengusaha tidak akan mau berusan dengan hal kecil. tapi saya melihat sisi lain dari anda."


"Apa maksudmu...??"

__ADS_1


"Tuan Fernandez sepertinya saya harus pergi ke suatu tempat, maaf saya tidak bisa menemani anda bertemu tuan Ricko." ucap orang itu setelah itu menundukkan kepalanya pertanda memberi hormat lalu langsung pergi.


"Kenapa tuan Rahul sangat peduli kepada wanita rendahan itu, apa mungkin tuan Rahul mengenal wanita itu. tapi di lihat dari cara bagaimana tadi tuan Rahul menolong wanita rendahan itu, seperti saling kenal." membatin tuan Fernandez.


******


Di dalam ruangan Ricko.


"Pak Ricko mungkin nanti malam saya akan berangkat pulang ke negara saya karena saya harus segera menyelesaikan beberapa masalah di sana, jadi saya kesini hanya ingin menitip Katrina tolong pak Ricko jaga putri ke sayangan saya." ucap tuan Fernandez.


"Kenapa terburu-buru sekali tuan Fernandez. menginaplah di sini beberapa hari lagi." ujar Ricko.


"Tidak pak Ricko saya tidak bisa berlama lama lagi dini, saya harus segera pulang karena di sana juga membutuhkan saya."


"Baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusan anda, saya tidak berhak melarang anda. soal nona Katrina anda tidak perlu khawatir saya akan menjaminkan semua fasilitas lengkap kenapa nona Katrina."


"Ehm, pak Ricko ada satu hal lagi yang ingin saya lihat dari anda." ucap tuan Fernandez.


"Apa itu...??"


"Saya ingin anda menghukum pegawai cleaning servis anda yang berkeja di ruangan tamu. saya ingin anda menghukum wanita itu seberat-beratnya kalau perlu anda pecat saja, dan juga wanita hamil itu." tutur tuan Fernandez.


"Apa pegawai saya melakukan kesalahan...??"


"Bukan lagi sebagai kesalahan tapi lebih tepatnya menghina saya, bahkan mereka menghina saya di depan tuan Rahul. saya merasa diperolok kan."


"Kalau begitu saya minta maaf atas nama mereka. nanti saya akan menasehati mereka. tapi saya merasa ada yang aneh, tadi anda bilang ada wanita hamil. saya ingin tau wanita hamil mana maksud anda...??"


"Wanita hamil yang berada di lantai 20. wanita hamil itu bahkan dengan sengaja menabrak saya, wanita itu jika juga tidak mau membatu saya mengutip berkas-berkas sudah berserakan di lantai. sepertinya wanita hamil itu sengaja ingin mempermalukan saya. Saya tadi ingin memberikannya pelajaran tapi sayang tuan Rahul membela wanita rendahan itu.


"Mas Ricko..." ucap Ratih tiba tiba menerobos masuk ruangan Ricko.


**Bersambung.....

__ADS_1


Bantu vote dan like kak agar author makin semangat 😁😁😁**


__ADS_2