Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 118


__ADS_3

Kevin berdiri mematung di tempat pandangannya tak lepas pada seseorang yang berada tepat di depannya sekarang. laki-laki itu terus saja menatap Mawar.


Setelah memilih beberapa cemilan kecil seperti kentang goreng dan lainnya Mawar kembali mendorong troli belanjaannya. hehhh ini sudah penuh seperti sudah cukup, tapi oh ya hampir saja lupa, keju. hampir saja aku melupakan makanan kesukaan ku. Mawar melanjutkan mendorong troli ke arah persediaan keju.


Kevin terus saja mengikuti Mawar dari arah belakang, ia berjalan pelan-pelan agar tidak membuat Mawar menoleh ke arahnya. setelah Kevin rasa ini adalah waktu yang pas untuk berbicara dengan Mawar barulah ia mengerakkan kakinya maju mendekati Mawar yang lagi asik memiliki berbagai macam keju.


"Mawar..." panggil Kevin kecil namun cukup membuat Mawar menyadari kalau seseorang memanggilnya.


Mawar menoleh seketika melihat siapa seseorang yang telah memanggilnya. wanita itu langsung menciutkan wajahnya tak kala mengenali pria yang sedang berdiri tepat di depannya sekarang. senyuman di bibir Mawar pun langsung memudar dengan sendirinya, ia merasa sangat malas sekarang.


"Mawar aku ingin berbicara sesuatu." kata Kevin berusaha mencoba ingin berbicara dengan Mawar, tapi Mawar, wanita itu malah mengacuhkan Kevin, dia tanpa berkata apa-apa pergi meninggalkan Kevin.


Kevin berusaha mengejar Mawar melebarkan langkah kakinya. "Mawar tunggu. aku ingin bicara denganmu." kini Kevin kembali berhasil berdiri tepat di depan Mawar lagi. "Mawar bisakah kita bicara sebentar, ku mohon."


"War apa kamu sudah siap..." ucap seseorang tiba-tiba berada di belakang Mawar.


"Kak Dira, ya aku sudah siap. ayo kita pergi aku mulai merasa panas di sini." sahut Mawar sesaat setelah menoleh dan melihat Dira temannya berada di belakang. Dira Saputri adalah teman baru Mawar, walaupun mereka baru bertema beberapa bulan tapi rasanya bagaikan sudah bertahun tahun lamanya. Mawar merasa sangat nyaman berteman dengan Dira gadis cerewet dan bahkan selalu memarahinya sudah seperti Ibu pada anaknya. Dira memang sudah di anggap sebagai kakak oleh Mawar, semenjak Mawar depresi beberapa hari yang lalu gara-gara dia mengetahui kalau Kevin teryata suda menjalani hubungan dengan Tania juga merupakan sahabat dekatnya. Dira selalu menjaga Mawar, menyemangati dirinya agar tidak terlalu memikirkan orang yang tidak penting, apa lagi buat yang membuat hati kita terluka. nasihat Dira terus menerus selalu berkata seperti itu pada Mawar. setelah memikirkan dengan pikiran dingin dan damai Mawar sudah memutuskan untuk melupakan Kevin, walaupun terasa berat dan sangat menyakinkan karena Kevin adalah pria pertama yang ia cintai atau lebih tepatnya cinta pertama. Mawar harus tetap melupakannya, awalnya Mawar berniat ingin menghancurkan hubungan Tania dan Kevin. ia ingin merampas laki-laki yang seharusnya menjadi miliknya. Mawar bahkan sudah merancang sebuah rencana jahatnya untuk memisahkan mereka ia sudah putuskan akan menerima apapun resiko nantinya apa yang telah ia lakukan pikir Mawar tekatnya sudah bulat. Dira yang mengetahui akan rencana jahatnya Mawar pun berusaha membuat Mawar sadar akan apa yang akan dia lakukan. awalnya Mawar tidak mau mendengar perkataan Dira sama sekali tapi lama kelamaan atas desakan dan kelakuan Dira sangat baik padanya akhirnya Mawar mencoba merenungi. sampai akhirnya Mawar mau mendengarkan nasihat Dira untuk melupakan Kevin. laki-laki itu sangat banyak di dunia ini jadi untuk apa menangisi laki-laki yang sama sekali tidak pantas untuk di tangisi, lebih baik kita menyimpan air mata kita orang yang berharga dalam hidup kita. nasehat Dira.

__ADS_1


"Mawar tunggu." Kevin memegang pergelangan tangan Mawar.


"Maaf tuan tolong jangan ganggu teman saya, dia lagi tidak enak hati jadi tolong jangan ganggu." Dira melepas kasar tangan Kevin dari pergelangan Mawar.


"Mawar ku mohon." lagi-lagi Kevin berkata penuh mohon.


"Ayo kak kita pergi Mawar rasanya sangat mengantuk." ajak Mawar sudah tidak ingin berlama-lama lagi.


Dua hari setelah itu Kevin kembali bertemu Mawar di depan halte. tanpa sengaja Kevin melihat Mawar di sana seperti sedang menunggu seseorang. Kevin langsung menghentikan mobilnya dan turun menyapa Mawar mencoba berbicara lagi. sedangkan Mawar jangankan membalas sapaan Kevin bersuara saja tidak. pandangan Mawar langsung berpaling ke arah lain ia seolah olah tidak mengenal Kevin sama sekali.


"Taksi..." panggil Mawar seraya melambaikan tangannya. wanita itu langsung berlari menghampiri taksi yang berhenti tak jauh darinya.


Rupanya tak hanya di situ saja pertemuan Kevin dan Mawar. Kevin dan Mawar bertemu kembali saat mereka sama-sama mempersiapkan keberangkatan pergi ke India atas perintah Ibu Susi. baik perlengkapan paspor dan lainnya. mereka sama-sama mengatasi hal itu, awalnya Mawar sangat kesal karena harus menyelesaikan ini semua dengan Kevin tapi apa boleh buat ini semua sudah di perintahkan. sepanjang mereka menyelesaikan itu semua Mawar sama sekali tidak berbicara atau berkata sepatah katapun pada Kevin. sedangkan Kevin laki-laki itu selalu mengajak Mawar berbicara namun usahanya sia-sia. semenjak itulah Kevin merasa sangat kesal dan geram sendiri ia tidak tau apa yang harus ia lakukan agar membuat Mawar kembali berbicara padanya. maka dari itu tanpa pikir panjang Kevin melakukan hal gila itu pada Mawar.


Flashback off.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa kembali seperti semula. aku ingin melihat temanku yang dulu, yang selalu enak di ajak bercanda dan tertawa bersama. aku ingin masa-masa itu kembali." ucap Kevin juga ikut duduk di atas lantai berhadapan dengan Mawar.

__ADS_1


"Hik... hik... seharusnya aku tidak boleh memiliki perasaan apapun padamu, aku yang salah maafkan aku." Mawar masih menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke arah Kevin.


"Seharusnya aku yang harus minta maaf karena aku tidak bisa membalas perasaanmu. aku sudah terlanjur cinta pada Tania, aku tidak bisa hidup tanpanya. maafkan aku." Kevin memegang dagu Mawar mencoba melihat wajah Mawar dengan jelas.


"Apa kamu mau menjadi temanku lagi. aku janji aku tidak akan membuat kamu sedih lagi." sambung Kevin.


Mawar sesaat tidak menjawab, wanita itu hanya menganggukkan kepalanya pertanda iya. "Aku juga berjanji akan menjadi seorang teman yang baik." tutur Mawar dengan Isak tangisnya.


Kevin tersenyum kecil lalu ia memeluk singkat Mawar. "Sekarang kita sudah berteman lagi, jangan sedih dong seorang teman tidak bisa melihat temannya nangis." ucap Kevin.


"Khahahaha.... iya aku tidak akan nangis lagi." Mawar tertawan kecil seraya menghapus semua air matanya.


"Janji."


"Janji."


bersambung.....

__ADS_1


Cinta segitiga memang sangat menyakinkan 😭😭😭😭😭😭😭😭. aku tidak bisa membayangkan kalau aku berada di posisi Mawar harus melihat orang yang kita cintai bersama wanita lain 😭😭😭😭😭


Sambil nunggu update ayo mampir di cerita author di sebelah. MENIKAH KARENA JANJI 🥰🥰🥰, di jamin terhipnotis wkwkwk. jangan lupa mampir ya 😘😘😘


__ADS_2