Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Udah Saling Suka


__ADS_3

Minerva menikmati makan siangnya bersama Emir. Sekarang hubungan mereka sudah kembali hangat seperti biasanya. Bahkan bisa dikatakan lebih hangat dari sebelumnya.


"Minerva, boleh aku tahu bagaimana kehidupanmu saat 8 tahun menghilang tanpa kabar? Apa kau diperlakukan dengan baik dengan keluarga barumu?" pertanyaan Emir kali ini membuat Minerva tercenung.


Minerva tidak tahu harus menceritakan bagaimana tentang kehidupannya selama 8 tahun lamanya tidak berada di bumi. Karena saat di Alam Dewa ia hanya merasa 3 hari saja.


"Emmmh... Keluargaku sangat baik kak. Dia mengurus segala keperluanku dengan baik, menyekolahkanku di tempat yang baik, dan begitu menyayangi aku seperti ibu kandungku." ucap Minerva yang mulai mengenang kebersamaan singkatnya bersama Dewi Metis.


"Tapi aku tidak bisa tinggal lama dengan mereka karena kini mereka sudah berada di alam yang berbeda." jelas Minerva yang tanpa terasa air matanya menetes di pipinya.


Emir langsung mengusap air mata Minerva dengan sangat lembut. "Tidak perlu diteruskan ceritanya jika itu membuatmu sedih, Minerva." ucap Emir.


"Maaf jika aku membuatmu menangis. Aku turut berduka cita." timpal Emir yang kemudian berpindah ke samping Minerva dan memeluknya.


"Aku tidak apa-apa kak." ucap Minerva yang masih ada dalam pelukan Emir. "Lagipula sekarang aku juga sudah menemukan keluarga kandungmu di dunia yang begitu menyayangi aku."


Minerva mulai melepaskan pelukan Emir dan kembali menyantap makanannya.


"Mungkin inilah jalan yang Tuhan berikan untukku. Membawaku ke jalan pulang untuk menemukan kedua orang tua kandungku." ucap Minerva.


"Aku senang jika kau merasa bahagia, Minerva." ucap Emir kembali menyantap makanannya.


Setelah selesai makan siang, Emir segera mengambil motornya di tempat parkir dan Minerva pun langsung naik di belakang. Tapi Emir tidak kunjung menjalankan motornya.


"Ayo kak. Kok gak jalan?" tanya Minerva.


Emir menoleh ke belakang dan menggerakkan telunjuknya memberi kode untuk Minerva agar mendekatkan kepalanya. Minerva pun mendekatkan kepalanya ke arah Emir.


"Peluk dong sayang." bisik Emir tepat di telinga Minerva yang sontak membuat pipi Minerva langsung merona.


"Kaaaaaaak." Minerva mencubit pinggang Emir, dan Emir justru terkekeh melihat sikap Minerva yang salah tingkah dibuatnya.


Emir pun mulai menjalankan motornya pelan dan Minerva tetap keukeh dengan pendiriannya yang hanya memegang pinggang Emir tanpa memeluknya. Sepanjang perjalanan, Emir terus mencuri pandang ke wajah Minerva melewati kaca spion.


'Kamu memang sangat cantik Minerva. Semoga aku benar-benar menjadi orang yang beruntung karena bisa mendapatkanmu.' batin Emir yang masih mencuri pandang ke arah Minerva.


"Fokus kak.! Liatnya ke depan dong." celetuk Minerva yang mulai sadar jika Emir terus saja memperhatikannya.


"Tadi supir taksi online nya pasti mau ganguin kamu ya?" tanya Emir tiba-tiba.

__ADS_1


"Hu-um." jawab Minerva.


"Trus dia bilang apa aja sama Minerva?" tanya Emir lagi.


"Gak usah dibahas deh, gak penting juga kok." jawab Minerva.


"Untungnya kakak tadi cepet dateng kan. Kalo gak kamu pasti bakal terus diikuti sama supir taksi itu." tukas Emir


"Dia gak ganggu kok. Namanya Bli Mahesa. Lumayan cakep lah orangnya." ucap Minerva yang kali ini sengaja membuat Emir merasa cemburu.


Ciiiiit! Seketika Emir menginjak rem motornya dan membuat Minerva melingkarkan tangannya memeluk Emir. Senyuman merekah langsung tercetak jelas di bibir Emir.


Setelah Minerva dipastikan memeluknya dengan erat, Emir kembali menjalankan motornya dengan kecepatan yang lebih dari sebelumnya dan membuat Minerva tidak bisa melepaskan pelukannya.


"Kenapa nge rem mendadak sih kak?!" tanya Minerva sedikit berteriak.


"Biar dipeluk kamu." jawab Emir.


Blush! Pipi Minerva kembali merona. Ia menyembunyikan wajahnya di balik punggung Emir sehingga Emir tidak bisa lagi mencuri pandang ke arah Minerva lewat kaca spion motornya.


Ada sesuatu berbeda yang Emir rasakan saat Minerva memeluknya. Selain rasa kenyamanan, dada gadis yang sangat dicintainya kini begitu menempel di punggungnya membuat sesuatu miliknya yang ada di bawah sana terasa sesak.


Terlebih saat ia melewati jalanan yang bergelombang, membuat keduanya merasakan sen sa si baru yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.


Minerva yang terkejut langsung kembali memeluk Emir dengan sangat erat.


"Ehmm." Emir berdehem. "Penasaran ya sama punya kakak?" tanya Emir membuat Minerva sangat malu.


"Jangan ngaco, deh. Maaf tadi gak sengaja." balas Minerva.


"Sengajain juga gak papa kok. Nanti kakak langsung lamar Minerva bisa puas mainnya." ucap Emir membuat rona di wajah Minerva makin memerah.


"Kakak," lagi-lagi Minerva mencubit pinggang Minerva. "Jangan ngaco!" gerutu Minerva.


"Tapi, Minerva mau kan kakak lamar?" tanya Emir kemudian.


Minerva terdiam tidak menjawab pertanyaan Emir. Tak lama kemudian mereka berdua sampai di halaman Villa. Tampak Austin berkacak pinggang di teras menyambut kedatangan Emir dan juga Minerva.


Minerva melepaskan helmnya dan memberikannya kepada Emir.

__ADS_1


"Masuk dulu yuk kak." ajak Minerva.


"Kakak langsung pulang aja ya.. Serem lihat calon kakak ipar udah berdiri di situ." ucap Emir membuat Minerva terkekeh.


"Kakak Ipar! Saya pamit dulu yaaa!" teriak Emir sambil melambaikan tangannya ke arah Austin


Mendengar Emir berteriak memanggilnya - kakak ipar -, membuat Austin yakin jika hubungan Minerva dan juga Emir sudah semakin dekat. Ia pun langsung masuk ke dalam villa tanpa mengucap sepatah kata pun.


"Yaudah, hati-hati ya kak." ucap Minerva.


"Oh iya Minerva, nanti malam kakak udah harus kembali pulang. Penerbangan mungkin sekitar jam 7 malam. Emmm, kamu jangan lama-lama ya liburannya. Nanti kakak kangen." ucap Emir membuat Minerva mencebik.


"Dih, bisa aja kakak nieh. Yaudah hati-hati ya kak. See you." Minerva melambaikan tangannya mengantar kepergian Emir.


Setelah Emir tidak terlihat, Minerva berbalik dan masuk ke dalam villa. Nampak Daddy, Mommy dan juga Austin duduk melingkar menunggu kedatangan Minerva.


"Duduk di sini, Minerva." perintah Austin menunjukkan tempat duduk untuk Minerva.


Semua mata kini memandang ke arah Minerva membuat Minerva bertanya-tanya ada apa sebenarnya.


"Darimana sayang?" tanya Mommy Moona mengusap kepala Minerva.


"Healing bentar kok, Mom. Ke Puncak Wanagiri." jawab Minerva.


"Sama Emir?" tanya Daddy Arthur dan Minerva langsung menganggukkan kepalanya.


Minerva tidak bisa mengartikan pandangan Daddy, Mommy dan juga kakaknya yang memandang tajam ke arahnya.


"Emmmm, apa ada masalah?" tanya Minerva. "Atau ada yang salah dari Minerva?"


Daddy Arthur kini mulai menyunggingkan senyumannya sambil menggelengkan kepala.


"Bukan salah sayang. Hanya saja ada. Suatu hal yang kami fikirkan." ucap Daddy Arthur.


"Memangnya apa yang sedang kalian fikirkan." tanya Minerva.


...‼️‼️‼️...


Hai Guys. Mampiiir yuk ke Novel aku temen akau

__ADS_1


Judul Novel. : Kamuflase cinta Sang CEO



__ADS_2