Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Apa yang terjadi? (1)


__ADS_3

GRABB!!!


Tangan kekar melingkar memeluk tubuh Minerva yang kini hanya menggunakan br* dan ce la n* da lam saja. Perlahan lahan Minerva membuka matanya. Saat melihat ada sosok pria yang berada dalam satu selimut dengannya, matanya langsung membulat sempurna.


"Aaaarrrrgghhh!" teriak Minerva melepaskan pelukan laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


"Ada apa sayang?" tanya Mommy Moona yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Putrinya. Tapi tiba tiba ia menutup mulutnya.


Betapa terkejutnya Mommy Moona saat melihat Minerva berada dalam satu selimut bersama dengan Amer, calon suami Lilies. "Apa yang sudah kalian lakukan?" tanya Mommy Moona dengan nada tinggi membuat Daddy Arthur, Uncle Tio, dan Tante Risa langsung menuju ke arah suara Mommy Moona.


Minerva tercekat tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Ia benar-benar tidak tahu apa yang kini sedang terjadi padanya. Sedangkan Amer mulai mengucek matanya dan duduk memperlihatkan tubuh polosnya.


Plak! satu tamparan keras mendarat di pipi Amer hingga nampak cap tangan Daddy Arthur. "Apa yang kau lakukan di kamar putriku haaaah?!" gertak Daddy Arthur geram.


Minerva langsung mulai meneteskan air matanya. Ia benar-benar tidak tahu apa yang kini sedang terjadi padanya. Melihat Putrinya menangis, Mommy Moona langsung memeluk Putrinya.


"Maaf, Uncle. Saya dipaksa masuk ke kamar putri anda dan dimintanya untuk menidurinya. Minerva sendiri yang menarik saya masuk ke dalam." ucap Amer sambil menundukkan kepalanya.


Tiba-tiba Lilies datang dan menyeruak di antara Tante Risa dan Daddynya. "Apa yang sudah terjadi?" tanya Lilies yang kemudian menutup mulutnya saat melihat Amer bersama Minerva berada di atas tempat tidur dan sama-sama tidak mengenakan baju.


Plak! Tangan Lilies mendarat mulus di tangan Minerva yang masih menangis.


"Tidak cukup kau menggoda Amer untuk menciummu saat di kantor tadi, sekarang kau menggoda Amer untuk menidurimu!" gertak Lilies membuat Mommy Moona, Daddy Arthur, Daddy Tio dan tante Risa sangat terkejut.


"Dasar ja l*ng mu ra han!" umpat Lilies yang ingin melayangkan tamparannya yang kedua kalinya.


Sayangnya tangan Lilies langsung dicekal oleh Austin yang kini sudah berdiri di belakangnya. "Jangan pernah membuat sesuatu kebohongan di Mansionku, Lilies!" gertak Austin menahan tangan Lilies.


"Aku memang tidak membuat kebohongan!" teriak Lilies sambil berkaca-kaca. "Wanita mana yang rela calon suaminya digoda oleh wanita lain, Austin?"


Kini suasana semakin memanas dan diliputi kebingungan tentang bagaimana kebenaran yang sebenarnya.


"Kalau kalian semua tidak percaya dengan apa yang kalian lihat di sini dn tetap memihak kepada wanita mu ra han ini, silahkan saja. Tapi CCTV di kamar Minerva bisa menjelaskan semuanya." ucap Lilies sambil memunguti pakaian Amer dan menarik Amer untuk keluar dari kamar Minerva.

__ADS_1


"Kita keluar dari sini Amer. Aku tau kau sama sekali tidak bersalah." ucap Lilies.


Uncle Tio langsung mengikuti langkah Putrinya. Tante Risa yang tidak ingin ikut campur pun langsung menuju ke kamar tamu yang biasa ia tempati saat berkunjung ke Mansion sahabatnya untuk membersihkan dirinya karena senja sudah tiba.


Kini tinggal keluarga inti Wycliff yang berada di kamar Minerva.


"Aku tidak tahu apa-apa. Aku benar benar baru bangun tidur, Mom. Percayalah!" isak Minerva.


Ia merasa sangat terpukul kali ini. Lilies berhasil membuatnya sangat malu di depan banyak orang yang sangat dekat dengannya.


"Kita bicarakan nanti di bawah." ucap Daddy Arthur. "Austin, kau ikut Daddy ke ruang kerja." ucap Arthur pada Austin dan meninggalkan kamar Minerva.


Kini tinggal Mommy Moona yang terus menenangkan Putrinya. "Tenangkan dirimu sayang. Mandilah dan kita akan berkumpul di bawah untuk mengetahui siapa yang benar." ucap Mommy Moona.


Minerva pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan tak lupa ia membawa sistem scorpio untuk ikut serta dengannya.


Flashback ON


Saat Lilies tiba di apartemennya dan tidak menemukan daddynya di sana, ia pun langsung menghubungi daddynya dan menanyakan keberadaannya. Saat Lilies tahu daddynya berada di Mansion Wycliff bersama teman SMA Mommy Moona, Lilies pun memiliki ide untuk mempermalukan Minerva di depan keluarga dan teman Mommynya.


"Minerva, aku ingin ke belakang." bisik Amer yang sudah sangat ingin buang air kecil.


"Mommy, aku akan mengantar Amer dulu ke belakang. Dan setelah itu aku hendak mengunjungi kamarku. Aku rasa aku sangat merindukannya." ucap Lilies yang langsung menuju ke tangga.


"Tunggu Lilies, kamar yang dulu kau tempati kini sudah dirombak untuk menjadi kamar Minerva. Jika kau ingin beristirahat, lebih baik di kamar tamu yang ada di tempat yang paling ujung." ucap Mommy Moona yang kemudian kembali mengobrol dengan Risa.


"Si *al! Bahkan kamarku saja sudah dikuasai oleh Minerva." keluh Lilies kesal. "Tapi tunggu, sepertinya aku punya ide cemerlang." ucap Lilies yang kemudian diam diam menyelinap ke kamar Minerva.


"Kau bisa buang air kecil di kamar mandi di sana. Setelah itu aku akan memberi tahu apa yang harus kita lakukan." ucap Lilies.


Lilies yang sudah menyiapkan obat tidur langsung melarutkannya dan berusaha meminum kan ke mulut Minerva. Setelah usahanya berhasil, ia pun melu cuti baju Minerva dan kemudian memakainya.


"Apa yang kau rencanakan, baby?" tanya Amer saat melihat Lilies mengganti bajunya dengan baju milik Minerva.

__ADS_1


Lilies pun memberitahukan rencananya kepada Amer bahwa ia akan menarik Amer masuk ke dalam kamar, kemudian melu cuti pakaian Amer dan memaksanya untuk menidurinya. Setelah itu, Lilies akan mengecek CCTV di ruang kerja Daddy Arthur untuk menghapus saat ia masuk ke dalam kamar Minerva dan berganti pakaian.


Dan Amer harus berakting seolah olah dipaksa dan diancam oleh Minerva.


"Apa kau yakin ini akan berhasil?" tanya Amer ragu. "Aku takut jika semuanya ketahuan." ucap Amer lagi.


"Tidak akan asal kita kooperatif. Aku juga tidak akan memperlihatkan wajahku dan memakai penutup rambut mandi." timpal Lilies dan ia segera melancarkan aksinya.


"Tunggu, Baby. Bagaimana jika Minerva bangun terlebih dahulu atau ___"


"Ayolah Amer, itu tidak akan terjadi karena ia sudah aku beri obat tidur. Hanya satu yang perlu kau ingat, Jangan ambil kesempatan!" ucap Lilies tegas dan Amer pun menganggukkan kepalanya.


Benar saja, keduanya langsung menjalankan aksi mereka yang sudah direncanakan oleh Lilies. Lilies yang mengenakan penutup kepala dan baju Minerva menarik Amer masuk ke dalam kamarnya dan dengan ganas langsung me lu mat bibir Amer.


Amer yang seharusnya harus menolak Lilies justru terbuai dalam permainan bibir Lilies yang sangat tebal dan begitu menggiurkan. Keduanya pun saling me magut satu sama lain.


Lilies membuka satu per satu baju Amer dan menggiringnya naik ke atas ranjang. Amer yang sudah terbakar ga I rahnya langsung melepas pakaian Minerva yang dikenakan Lilies dan membuangnya ke sembarang tempat. Tidak hanya itu, Amer pun juga melepas penutup kepala Lilies dan keduanya bersembunyi di dalam selimut.


Kini mereka berdua bergu mul di dalam satu selimut dengan Minerva yang masih dalam pengaruh obat tidur. "Sekarang lepaskan aku Amer agar aku bisa segera menghapus CCTV nya." pinta Lilies yang kini di Tin dih oleh Amer.


"Kita tuntaskan permainan ini baru Kau boleh pergi, Baby." bisik Amer sambil men ji lat telinga Lilies.


Lilies yang sudah turn on pun tak bisa menolak cum bu an dari mulut Amer yang kini mulai menyu su ri leher Lilies.


"Emmmh." le nguh Lilies membuat Amer semakin bersemangat.


...🚸🚸🚸...


Aku potong dulu ya readers, aku bakal up lagi lanjutannya malam ini. Sekarang aku mau promosiin novel temen aku dulu nih.


Nama Pena : Emmarisma


Judul Novel : Gara-gara Nafkah

__ADS_1



__ADS_2