Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Dinner Romantis


__ADS_3

Minerva membuka matanya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Taman samping Mansionnya benar - benar sudah berubah menjadi tempat dinner yang sangat romantis untuk mereka berdua.


"Kak."


"Aku tidak mungkin membawamu keluar dari Mansion, Minerva. Hanya ini yang dapat aku lakukan untuk menghilangkan rasa suntukmu." jelas Emir sambil menggenggam erat tangan Minerva.


"Aku suka."


Dua kata yang keluar dari bibir membuat Emir menarik tangan Minerva dan mengecup nya dengan sangat lembut. Tak lama kemudian pelayan di Mansion berdatangan membawakan beberapa makanan kesukaan Minerva.


"Kakak menyiapkan semuanya sendiri?" tanya Minerva dan Emir pun mengangguk.


Sorot mata Minerva tampak sangat bahagia dengan apa yang sudah disiapkan oleh Emir.


Sedangkan di dalam Mansion, tampak Austin berdiri di balik tirai jendela untuk mengamati Minerva dan juga Emir.


"Emir adalah orang yang tepat untuk adikmu." tiba-tiba Maria sudah berdiri di belakang Austin dan menepuk bahunya.


Austin membuang nafasnya kasar, "Huuh! Apa kau juga menyukai sosok pria seperti Emir?" tanya Austin tanpa mengalihkan pandangannya dari Minerva dan Emir.


"Sayangnya tipe lelaki yang aku suka justru ada pada dirimu, Austin." jawab Maria membuat Austin terkekeh.


"Dan sayangnya lagi, kau bukanlah tipe wanita yang aku suka, Maria." balas Austin.


Austin pun berbalik dan kini duduk di kursi makan dengan pandangan yang terus menuju ke taman. "Oh, iya. Dimana Kenzi? kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Austin saat melihat Maria hanya datang sendiri.


"Dia memang sengaja tidak aku ajak kesini karena aku takut Kenzi justru akan mengganggu Minerva dengan Emir." jawab Maria.


"Ck, harusnya kau ajak saja dia. Kalaupun dia mengganggu Emir dan Minerva, bukankah itu lebih bagus?" ucap Austin tanpa mengalihkan pandangannya.


"Austin, harusnya kau ini memberi waktu Minerva untuk berdua dengan Emir." tegur Mommy Moona yang muncul dari pantry.


Melihat Monna kerepotan membawa mangkok sayur, cepat - cepat Maria berdiri dan membantu Moona. Karena para asisten rumah tangga disewa satu malam oleh Emir, Mommy Moona pun menyiapkan makan malam mereka sendiri.


Setelah membantu Mommy Moona menata meja makan, kini Maria duduk di samping Austin. Dan Mommy Moona pun duduk di samping daddy Arthur.


"Maria, jangan sungkan untuk datang ke Mansion kami. Anggap saja kami sebagai saudaramu di sini." ucap Mommy Moona yang diam-diam sudah klik dengan Maria.


"Terima kasih banyak, tante." balas Maria tersenyum bahagia sambil mengambilkan nasi untuk Austin.


"Jangan Mom, nanti jadi gak pulang pulang ke negaranya karena terlalu nyaman di sini." tukas Austin menerima piring dari tangan Maria.


"Gak papa dong kalo Maria nyaman di sini. Apalagi kalo dia berkenan jadi istri kamu." balas Mommy Moona.


Seketika Austin tertawa mendengar ucapan Mommynya.

__ADS_1


"Candaan Mommy gak berkelas banget." timpal Austin.


"Daddy juga setuju dengan Mommy. Kalau Maria sendiri gimana? mau gak nikah sama anak Om?" tanya Daddy Arthur.


Pipi Maria seketika merona mendengar pertanyaan dari Tuan Arthur. Tidak bisa dipungkiri, selama ia bekerja dengan Austin satu bulan ini membuatnya sangat nyaman dekat dengan Austin yang menurutnya sangat humble.


"Kalo saya sih gimana Austin aja Om, tante." jawab Maria membuat Austin langsung mendelik ke arah Maria.


"Gak usah macem-macem deh. Aku cium baru tau rasa kamu!" ancam Austin.


"Boleh deh, biar beneran tau rasanya gimana." timpal Maria yang memang senang berseloroh dengan Austin selama 1 bulan ini.


Bahkan Mommy dan Daddy pun sudah tidak kaget lagi dengan selorohan mereka berdua.


"Dicium pake knalpot motor tapi ya." timpal Austin dan seketika membuat Daddy dan Mommynya tertawa.


Sedangkan Maria langsung mencubit pinggang Austin. "Kamu nih kalo ngomong suka bener ya." gerutu Maria.


"Sudah sudah, cepat habiskan makan malam kalian. Keburu dingin nanti jadi kurang enak." ucap Mommy Moona.


🍀


🍀


🍀


"Kak, makasih banyak ya untuk malam ini." ucap Minerva.


Perlahan tangan Emir di letakkan di bahu Minerva dan menarik Minerva agar menyandarkan tubuhnya di tubuh Emir. "Kau suka?" bisik Emir dan Minerva pun mengangguk.


Melihat tidak ada penolakan dari Minerva dan bahkan Minerva menikmatinya membuat Emir semakin berani melingkarkan tangan yang satunya di perut Minerva.


"Aku sangat mencintaimu, Minerva. Dan jujur, aku sangat ingin memilikimu menjadi istri dan ibu dari anak-anakku."


Minerva mengusap punggung tangan Emir yang melingkar di perutnya. "Lamar aku setelah semua masalah ku selesai dan keadaan sudah aman kak. Aku masih tidak tenang sebelum aku mengalahkan Titan." balas Minerva.


"As you wish, Minerva Bee." ucap Emir sambil memeluk Minerva dari belakang.


Hembusan nafas Emir begitu terasa ditengkuk leher Minerva membuat Minerva sedikit meremang.


Cup! Bibir Emir mendarat tepat di leher Minerva.


"Kaaak." rengek Minerva manja membuat Emir mati-matian menahan gemuruh dalam dadanya yang sangat ingin melakukan hal yang lebih ekstrim pada Minerva. Emir laki-laki yang normal, berdekatan dengan Minerva seperti saat ini saja membuat celananya terasa penuh dan sesak.


Perlahan Emir melepaskan pelukannya. "Maaf, aku sungguh tidak mampu untuk menahan diriku, Minerva."

__ADS_1


Minerva pun kini berbalik dan memandang hangat ke arah Emir. Emir pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak cincin yang memang sudah ia bawa.


"Aku akan melamarmu secara resmi setelah semua keadaan membaik. Tapi aku hanya ingin kau tahu Minerva bahwa aku benar benar serius untuk menjalani hidup bersamamu. Aku tidak ingin berpaling kemana pun, dan begitu juga dengan sebaliknya."


Emir menggenggam tangan Minerva dengan sangat lembut. "Aku hanya ingin kau memilihku sebagai pendamping hidupmu dan bukan yang lain Minerva. Meski sampai sekarang aku belum mendengar bahwa kau mencintaiku."


Perlahan Emir memasukkan cincin yang ia bawa ke jari manis Minerva dan kali ini Minerva hanya diam membisu.


Benar yang dikatakan oleh Emir, ia belum sepatah kata pun mengatakan bahwa ia mencintai Emir. Tapi bahasa tubuh Minerva selama ini terlihat seperti sepasang kekasih dengan Emir.


Cup! Kali ini Minerva memberanikan dirinya mencium pipi Emir membuat Emir sangat terkejut sekaligus berbunga-bunga. Ia sangat tidak mengira Minerva melakukan hal itu.


"Aku menyukai cincinnya dan makan malam yang kakak siapkan untuk kita." ucap Minerva sambil menggoyang-goyangkan tangannya.


Tiba - tiba ada tangan kecil yang memeluk Minerva dari belakang membuat Minerva sangat terkejut.


"Aku cemburu!" gerutu Kenzi sambil memandang tidak suka ke arah Emir. "Kau tidak boleh merebut Minerva ku!"


Emir langsung mengalihkan pandangannya ke arah Maria yang berjalan mendekat ke arahnya bersama Austin. "Maria! kenapa dia bisa ada disini?" tanya Emir menunjuk Kenzi.


"Maafkan aku, Emir. Aku sudah menitipkannya pada asisten ku. Tapi dia terus saja meminta untuk diantarkan kemari." ucap Maria sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Minerva San, aku tidak suka dengannya. Dia meminta hahaoya untuk meninggalkan aku sendiri di Apartemen." ucap Kenzi.


Minerva hanya tersenyum melihat tingkah laku anak berusia tujuh tahun itu. Seharusnya anak laki-laki itu belum terfikir untuk hal yang seperti ini.


"Kenzi, kau masih sangat kecil untuk membicarakan tentang cemburu atau pun cinta." ucap Minerva sambil mengusap kepala Kenzi.


"Kalau begitu, katakan padaku bagaimana agar aku bisa cepat dewasa dan kemudian boleh untuk mengatakan tentang cinta dan cemburu?" tanya Kenzi.


"Caranya hanya satu," jawab Emir sambil berjongkok di hadapan Kenzi.


"Katakan padaku apapun itu syaratnya." pinta Kenzi denganpuppy eyesnya.


"Kau harus sunat dulu." jawab Emir.


"Sunat?" Kenzi mengulangi kalimat Emir dan Emir pun mengangguk.


"Hahaoya, apa itu sunat?" tanya Kenzi mendekat ke arah Maria.


Maria pun membisikkan sesuatu pada Kenzi dan langsung membuat matanya terbelalak sempurna.


"Lalu apa Om Emir itu juga sunat?" tanya Kenzi.


"Tentu saja." jawab Emir, Austin dan juga Minerva secara serempak.

__ADS_1


"Huuuuh, ternyata om Emir benar - benar mengerikan." tukas Kenzi membuat semua yang ada disana langsung tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2