Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Masih Menghindar


__ADS_3

Melihat pesannya hanya dibaca oleh Minerva tanpa dibalas, membuat Emir kembali mengirim pesan untuk Minerva.


📩 Emir


Kok cuma dibaca sih, Minerva. Aku dengar tadi sore kamu pergi jalan-jalan ya. Pergi kemana tadi sore?


Blink! Notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Minerva. Lagi-lagi Minerva kali ini hanya membaca pesan dari Emir tanpa membalasnya.


"Minerva benar-benar tidak membalas pesanku. Tapi dia membacanya dan sampai detik ini masih terlihat online." gumam Emir.


Emir pun membalik tubuhnya untuk melihat ke arah jendela salah satu kamar villa yang ia duga adalah kamar yang ditempati oleh Minerva karena tirai jendela kamar yang berwarna pink.


"Aku yakin Minerva belum tidur." gumam Emir yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke jendela kamar Minerva yang terlihat dari luar lampunya masih menyala.


Emir pun perlahan mengetuk jendela kamar tersebut dan memanggil nama Minerva.


Tok! Tok! Tok!


"Minerva, aku tahu kau belum tidur. Tolong buka jendela kamarmu, Minerva." panggil Emir pelan agar tidak terdengar oleh Mommy atau Daddy Minerva.


Ceklek! Terdengar suara pengunci jendela yang hendak terbuka. Emir langsung menyunggingkan senyumnya berharap rencananya untuk bertemu dengan Minerva berhasil. Ia pun mencoba merapikan rambutnya dengan tangannya dan mengecek penampilannya menggunakan layar ponselnya.


"Aku bilang pulang. Kenapa belum pulang juga!" hardik Austin di balik kaca jendela membuat Emir seketika meloncat kaget.


"Austin!" pekik Emir pelan. "Ini bukan kamar Minerva?"


Austin langsung menggelengkan kamarnya. "Bukan!" jawab Austin ketus. "Kau sudah berani-beraninya ya mengetuk kamar orang malam-malam."


"Aku tidak bermaksud mengetuk kamar orang. Jika ini kamarmu, mengapa tirainya berwarna pink?" tanya Emir tidak percaya.


"Memangnya salah?" Pulanglah! Atau aku akan memanggil security untuk mengusirmu" perintah Austin.


Emir pun berdecih dan berjalan mundur dari jendela kamar villa.


"Dasar pinky boy pelit! Awas aja nanti, pasti akan kau balas." gerutu Emir yang langsung masuk ke dalam mobilnya yang baru saja tiba.


Sedangkan Minerva yang duduk di depan meja rias nya hanya terkekeh melihat kakaknya mengusir Emir.

__ADS_1


"Kakak nih kenapa suka banget iseng sama Kak Emir. " ucap Minerva yang masih menahan rasa gelinya.


"Karena Emir adalah sainganku untuk mendapatkanmu, Minerva." ucap Austin keceplosan.


"Apaaaa?!!!" tanya Minerva terkejut.


Kini Austin yang baru tersadar jika ia keceplosan pun langsung menutup mulutnya. "Ups, sepertinya aku salah bicara. Selamat tidur Minerva, have a Nice dream." ucap Austin yang langsung keluar dari kamar Minerva.


Minerva langsung mengerutkan dahinya mendengar ucapan Austin barusan. 'Apa maksud Kakak tentang saingan?' tanya Minerva dalam hati.


'Untuk mendapatkan ku?' batin Minerva. 'Apa mungkin Kak Emir sudah ...', belum lengkap kalimat Minerva, ia sendi langsung memotongnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


'Eitzzz, tidak, tidak. Kau tidak boleh berfikir tentang hal yang tidak penting dan akan membuatmu sakit hati.' batin Minerva lagi yang kemudian naik ke atas ranjang dan menggunakan selimutnya.


Tanpa menunggu lama, mata Minerva pun ter pejam dan ia larut dalam bunga tidurnya.


...💤💤💤...


Keesokan harinya, Minerva dan keluarganya sudah siap untuk menghadiri undangan pernikahan antara Narayan dengan Naomi. Mereka pun langsung menuju ke tempat diselenggarakannya acara.


Selama perjalanan, Austin tidak henti-hentinya mencuri pandang ke arah Minerva yang tampak sangat cantik menggunakan dress selutut berwarna maroon dengan rambut sebahu yang dibiarkan tergerak begitu saja.


Austin pun langsung fokus kembali pada kemudinya. "Daddy, tidak bisakah waktu diulang kembali?" tanya Austin.


"Jika memang bisa, aku tidak ingin menjadi anak kandung Daddy dan Mommy." ucap Austin yang tetap fokus mengemudikan mobilnya.


"Jangan membahas sesuatu yang tidak mungkin terjadi dan tidak penting Austin. Sampai kapan pun, Minerva adalah adik kandungmu. Meski waktu terulang berkali-kali, maka akan tetap seperti itu." timpal Mommy Moona yang sangat paham kemana arah bicara Austin.


Mendengar komentar Mommy Moona, Austin pun membuang nafasnya kasar.


"Kumohon jangan membuatku sedih dengan kembali seperti ini kak. Aku jadi terus menerus merasa bersalah saat kakak tidak menginginkan aku menjadi adik kandung kakak." jelas Minerva membuat Austin langsung membuang khayalan nya jauh-jauh.


"Aku minta maaf Minerva, aku berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi. Aku akan menyayangimu sebagai adik Kandung ku. Percayalah." ucap Austin yang mulai memarkirkan mobilnya di depan balai pernikahan Narayan dan Naomi.


"Aku pegang janji kakak." balas Minerva sebelum turun dari mobil.


Melihat putrinya nampak sedikit kesal, Moona pun langsung mengusap punggung Minerva agar sedikit tenang. "Tersenyumlah sayang," pinta Mommy Moona dan Minerva langsung merekah kan senyumannya.

__ADS_1


"Nah, begitukan tampak lebih cantik." puji Mommy Moona.


Mereka berempat pun segera masuk ke dalam. Pak Made dan Bu Ida langsung mempersilahkan mereka untuk duduk di deretan tamu khusus yang sudah mereka persiapkan untuk keluarga mereka.


Minerva pun langsung mengedarkan pandangannya dan terhenti pada sosok wanita yang duduk di samping mempelai pengantin wanita.


"Itu kan wanita yang bersama dengan Kak Emir kemarin sore." gumam Minerva dalam hati. "Ternyata dia saudara dari mempelai wanita. Berarti besar kemungkinan Kak Emir ada di sini dong." batin Minerva yang terus mengedarkan pandangannya menyapu seluruh ruangan.


"Dek, cari siapa sih?" tanya Austin yang melihat Minerva seperti mencari seseorang.


"Oooh, gak cari apa-apa. Cuma ngeliat dekorasinya aja." kilah Minerva. "Dekorasinya bagus ya kak."


"Bagus." jawab Austin singkat yang paham betul jika ini adalah pola dekorasi dari perusahaan EOEB milik Emir. Austin pun paham jika saat ini Minerva pasti sedang mencari Emir.


"Apa kau sedang mencari Emir?" tanya Austin dan Minerva buru-buru menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak." jawab Minerva berbohong.


"Ooooh, kakak pikir adek kakak yang cantik ini sedang mencarinya. Kalau kakak lihat dari pola dekorasinya, mereka pasti menggunakan jasa perusahaan Emir untuk turun tangan menjadi Wedding Organizer di sini." jelas Austin.


Penjelasan Austin membuat Minerva sedikit tercekat dan menelan lu dahnya kasar.


"Jadi hubungan kak Emir dan wanita itu sudah sejauh ini ya." batin Minerva sambil beralih memandang ke arah wanita di samping mempelai.


"Wanita cantik itu beruntung sekali mendapatkan Kak Emir. Huuuuh, harusnya aku tidak ikut Mommy ke acara ini." gerutu Minerva dalam hati.


"Kaaaak, aku ke toilet dulu yaa." ucap Minerva dan Austin langsung menganggukkan kepalanya.


Minerva langsung berjalan ke arah toilet yang terletak sedikit jauh dari tempatnya duduk. Pesona Minerva kali ini membuat groomsmen dan bridesmaid memandang ke arah Minerva.


Mereka benar-benar terpesona dengan kecantikan Minerva. Para groomsmen pun saling berbisik membicarakan kecantikan Minerva.


...⛲⛲⛲...


Hai Readers tercinta. Mampir yuk ke karya temen aku.


Nama Pena : Lusiana Anwar

__ADS_1


Judul Novel : Muhasabah Cinta



__ADS_2