Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Bali


__ADS_3

Setelah menempuh kemacetan yang panjang, kini Austin tiba di Mansion dan buru buru masuk ke dalam. Iia langsung menuju ke kamar Minerva yang terletak di atas di antara kamarnya dan juga kamar Mommy.


Kosong!


"Minerva." panggil Austin mengecek ke setiap titik sudut kamar Minerva hingga balkon. Sayangnya Austin tidak bisa menemukan Minerva.


"Tuaaan." teriak pak satpam dari bawah sambil melambaikan tangannya saat Austin berdiri di balkon kamar.


"Anda mencari Nona muda?" tanya Pak Satpam lagi.


"Iyaa, dimana Minerva?" teriak Austin dari balkon.


"Nona muda, Nyonya dan Tuan sedang berlibur ke Bali." jelas Pak Satpam.


Austin langsung berbalik dan membuka ponselnya untuk mengecek jadwal penerbangan ke Bali. Austin langsung memesan tiket penerbangan jam 13.00 dan segera mencari Pak Mamat untuk mengantarkannya di bandara.


...✈️✈️✈️...


Sedangkan Minerva kini sudah sampai di villa keluarga Wycliff di Bali. Villa Keluarga Wycliff terlihat sangat asri dengan pepohonan yang mengelilingi Villa. Mereka memang sengaja membeli villa yang terletak di Bali Utara dimana udaranya lebih sejuk dari pada di Bali Selatan.


Minerva mulai berkeliling Villa bersama dengan Mommy nya. Setiap kamar memiliki balkon pribadi dan ia bisa menikmati panorama pegunungan dan segala keindahannya. Saat ia keluar kamar juga langsung ada kolam renang tertutup namun tetap bisa melihat alam di luar sana.


Minerva berdecak kagum dengan apa yang ada di depannya saat ini. Setelah meletakkan koper di kamar yang akan Minerva tempati, Mommy mengajaknya ke ruang makan yang dibangun dengan gaya klasik dan elegan.


Ia langsung disambut dengan makanan khas Bali seperti ayam betutu, sate lilit, lawar dan rujak bulung yang dimasak oleh chef Narayan kepercayaan Tuan Arthur.


"Apa kabar Chef Narayan?" sapa Tuan Arthur.


Narayan sedikit membungkukkan tubuhnya seperti memberi hormat kepada Daddy Arthur.


"Baik Tuan." jawab Narayan santun.


Narayan adalah putra dari pasangan suami istri penjaga villa milik keluarga Wycliff.


Daddy pun menarik kursi dan duduk diikuti oleh Mommy Moona dan juga Minerva. Sedangkan Narayan kini berdiri di belakang Tuan Arthur untuk menunggu perintah yang lain.


"Narayan, kenalkan ini putriku. Namanya Minerva." ucap Mommy Moona.


Narayan mengangkat kepalanya sedikit memandang ke arah Minerva dan kembali menundukkan kepalanya.


"Selamat datang di Bali Nona Muda. Kenalkan, saya Narayan putra dari Pak Made dan Bu Ida." ucap Narayan memperkenalkan diri tanpa beranjak dari tempatnya berdiri.


Minerva yang duduk diantara Daddy dan Mommy nya langsung mengulurkan tangannya ke arah Narayan.

__ADS_1


"Kenalkan, aku Minerva."


Dengan sedikit ragu Narayan membalas uluran tangan Minerva dan buru buru ia langsung lepaskan.


"Maaf Tuan, Nyonya dan Nona muda. Apa ada yang dibutuhkan lagi?" tanya Narayan,.


"Emmh, sepertinya tidak Narayan. Kau bisa kembali beristirahat." ucap Mommy Moona.


Narayan pun berbalik tapi Tuan Arthur langsung memanggilnya.


"Tunggu Narayan! apa sore ini kau ada kesibukan?" tanya Daddy Arthur.


"Tidak Tuan." jawab Narayan.


"Kalau begitu bisakah kau menemani Minerva untuk berkeliling melihat panorama di sekitar sini?" tanya Daddy Arthur.


"Bisa Tuan." jawab Narrayan singkat dan kemudian berbalik menuju ke pantry.


"Bagaimana Minerva, kau tidak masalah bukan berkeliling bersama Narayan?" tanya Daddy Arthur dan Minerva langsung menggelengkan kepalanya.


"It's okey, Daddy." jawab Minerva.


Kini mereka bertiga mulai menyantap makan siang mereka. Sedangkan Narrayan yang berada di pantry, diam diam mengamati Minerva dari kejauhan.


Jika ada seorang wanita yang dibawa Nyonya Moona berlibur ke Bali juga Narayan sangat mengenalnya. Lilies, sepupu Austin yang sering berkunjung di villa keluarga Wycliff dan selain itu tidak ada lagi.


"Putri Tuan Arthur sangat cantik." gumam Narayan yang tidak lepas memandang ke arah Minerva. Ia mulai mengusap telapak tangannya yang baru saja bersentuhan dengan Minerva.


"Kulitnya juga sangat halus dan lembut." gumam Narayan.


Plak! tiba-tiba bahu Narayan di pukul oleh Pak Made yang datang dengan Ibunya dari pintu belakang sampai Narayan hampir loncat saking terkejutnya.


"Gak baik, nak ngeliatin orang makan seperti itu." ucap Pak Made dan Narayan langsung menundukkan kepalanya.


"Iya pak. Maaf." Narayan langsung berbalik dan keluar dari pintu belakang.


Pak Made dan Bu Ida tadi sudah sempat bertemu dengan Tuan Arthur, tapi mereka berdua belum bertemu dengan Nyonya Moona apalagi dengan Minerva.


Setelah Minerva dan keluarganya selesai maka siang, Pak Made dan bu Ida langsung menemui Nyonya Moona. Moona pun langsung memperkenalkan Minerva kepada Pak Made dan Bu Ida.


"Pak Made, Bu Ida, apa kabar?" tanya Mommy Moona ramah. "Kenalkan ini putri saya, namanya Minerva."


Minerva langsung menyalami tangan Pak Made dan Bu Ida secara bergantian. "Saya Minerva."

__ADS_1


"Waaah, Nona muda cantik sekali. Ini bayi cantik Nyonya Moona yang perah hilang itu ya?" tanya Bu Ida yang memang pernah diceritakan oleh Moona sendiri.


"Benar bu Ida. Saya sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan bayi cantik ini." ucap Mommy Moona sambil mengusap kepala Minerva.


"Kebetulan sekali Tuan dan Nyonya berkunjung kemari. Besok lusa kami ada acara menikahkan Narayan di Balai desa. Kami mengundang Tuan dan Nyonya ke acara pernikahan putra kami. Semoga berkenan hadir dalam acara sederhana kami." ucap Pak Made dengan sangat santun.


"Waaah, dengan senang hati kami akan hadir." ucap Mommy Moona.


"Benar, kita akan hadir. Sebentar lagi Austin juga akan menyusul kemari. Ia tentu saja tidak akan melewatkan pernikahan sahabatnya yang satu ini." jelas Daddy Arthur.


Austin dan Narayan memang berteman baik sejak kecil. Karena saat di Bali, hanya Narayan lah yang Austin kenal. Mereka selalu bermain bersama, Narayan juga mengenalkan Austin pada temannya yang lain.


Setelah berbincang singkat, kini Pak Made dan Bu Ida undur diri agar Tuan dan Nyonya nya dapat beristirahat.


Daddy Arthur dan Mommy Moona langsung menuju ke kamar mereka, begitu juga dengan Minerva.


Minerva kini duduk di balkon kamarnya sambil mengaktifkan sistem scorpio. Dalam layar scorpio memperlihatnya bahwa sistem keamanan yang semalam ia buat bekerja dengan sangat luar biasa.


Virus TroMac yang begitu mengganggu dalam sistem IT Pusat langsung hilang tanpa bersisa. Kini Sistem Keamanan yang Minerva buat bersama dengan para pakar rasi bintang dinamakan Staree Cleaner karena pakar rasi bintang tidak bisa terang-terangan menuliskan nama Bee dalam sistem keamanannya sebagai upaya untuk melindungi Minerva.


Tapi Minerva kemudian mulai melacak dari mana asal Virus TroMac tersebut. Minerva terus saja menelusuri asal mula virus tersebut dan kini Minerva mulai tercengang bawa Virus tersebut bermula pada salah satu USB konektor milik pegawai IT Pusat sendiri.


"Jika USB konektor itu masih digunakan, ini tentu saja akan merusak sistem jaringan yang lain." gumam Minerva.


Kini Minerva mulai memijat kepalanya, ia tidak mungkin terjun langsung untuk menghentikan semua ini. Tapi jika ia meminta bantuan orang lain, belum ada yang bisa dipercaya oleh Minerva untuk melakukan ini.


"Daddy." satu nama muncul dalam benak Minerva.


"Tapi bagaimana bisa Daddy mengambil USB Konektor yang berisikan Virus TroMac?" gumam Minerva.


Seketika sistem Scorpio memperlihatkan pada Minerva langkah - langkahnya. Mulai dari pengecekan CCTV di ruangan IT Pusat dan kemudian mengumpulkan semua USB konektor untuk diperiksa.


Kini Minerva bisa bernafas lega dan kembali masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


...🌠🌠🌠...


Hai Guys, mampir yuk ke novel bestie aku.


Nama Pena : Tie Tik


Judul Novel : Belenggu Benang Kusut


__ADS_1


__ADS_2