
Setelah selesai makan, Austin langsung mengantar Minerva pulang ke apartemennya. Sepanjang perjalanan pulang, Minerva sibuk memainkan ponselnya untuk mengecek perkembangan hutang online atas nama Mami Peny yang baru ia selesaikan tadi.
Sedangkan Austin kali ini benar-benar tidak mau mengganggu Minerva yang terlihat begitu serius mengontak atik ponselnya. Saat hampir sampai di apartemennya, Minerva pun menyimpan kembali ponselnya di dalam tas.
"Kamu tidak mengalami kesulitan dalam keuangan, bukan?" tanya Austin memecah keheningan antara keduanya saat ia tadi tidak sengaja melihat Minerva yang membuka aplikasi pinjaman online.
Minerva langsung menggelengkan kepalanya, "Kakak tadi lihat aplikasi yang aku buka ya?" Minerva bertanya balik pada Austin.
"Heeemmm, jangan sekali-kali mengajukan pinjaman online apapun itu. Jika kamu suatu saat membutuhkan uang, bilang saja padaku." ucap Austin kemudian.
"Aku tadi hanya mengecek akun milik Mami, dia terbelit hutang pinjaman online yang lumayan besar hingga ia harus bunuh diri." jelas Minerva yang kemudian menceritakan tentang kematian maminya itu.
Austin mendengarkan cerita Minerva sambil mengemudikan mobilnya.
"Apa itu mami kandungmu?" tanya Austin kemudian.
"Tentu saja bukan. Papi Aris yang mengadopsi ku dari panti asuhan." jawab Minerva.
Tak lama kemudian mobil Austin tiba di Green Luxury Apartmen.
"Kakak mau langsung pulang atau ...."
"Aku boleh kan mampir sebentar di apartemenmu?" tanya Austin yang kini membuat Minerva bimbang.
Minerva tidak mungkin tidak memperbolehkan Austin mampir ke apartemennya. Tapi Yolanda baru saja mengatakan bahwa ia akan datang.
Minerva sangat paham bahwa Austin juga pasti sangat mengenal siapa Yolanda, wanita yang memiliki bukti keburukan perusahaan sepupunya. Tapi Minerva juga tidak jisa terus menerus menutupinya dengan Austin.
"Minerva." panggil Austin membuyarkan lamunan Minerva.
"Yuk kak," ajak Minerva yang kemudian membuka pintu mobil Austin. Kali ini dia tidak perlu merasa takut jika Austin mengetahui semuanya.
Austin pun dengan semangat langsung mengikuti langkah kaki Minerva. Kini keduanya tiba di lantai apartemen milik Minerva. Saat pintu lift terbuka, tampak seorang perempuan yang duduk di sofa tepat di depan pintu apartemen milik Minerva.
"Minerva." Yolanda langsung memeluk Minerva yang baru saja melangkahkan kakinya keluar dari pintu lift.
"Aku baru saja mau menghubungimu dan mengatakan bahwa aku sudah sampai di apartemenmu." ucap Yolanda.
Austin langsung mengerutkan dahinya melihat keakraban Minerva dengan Yolanda saat ini.
"Yolanda." Austin kini memastikan wanita yang sedang memeluk Minerva dengan erat.
__ADS_1
Kini Yolanda melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Austin. "Apa aku mengenal anda, Tuan?" tanya Yolanda kemudian.
"Dia adalah saudara sepupu Direktur Lilies, pemilik Lies Food Company." ucap Dwayne yang tiba-tiba datang dari pintu lift yang satunya.
Yolanda kini langsung menutup mulutnya. Ia baru sadar bahwa kini Minerva pasti sedang dalam masalah besar. Yolanda menatap ke arah Austin yang nampak sangat penasaran dengan kedekatan mereka berdua.
"I'm so Sorry, Minerva." ucap Yolanda. Dia benar-benar merasa sudah datang di saat yang tidak tepat.
"Why?" Minerva bertanya balik pada Yolanda sambil menetralkan rasa gugupnya. "Udah yuk pada masuk." ajak Minerva sambil membuka password apartemennya.
Kini Austin dipenuhi banyak pertanyaan tentang apa yang dilihatnya barusan. Ia pun masuk ke apartemen Minerva bersama dengan Yolanda, sedangkan Dwayne kembali ke apartemennya sendiri.
"Tuan Dwayne," panggil Minerva. "Maukah anda bergabung bersama kami?" tawar Minerva dan Dwayne pun langsung berbalik dan masuk ke apartemen Minerva.
Minerva mengambilkan minuman kaleng untuk tamunya, sayangnya Austin yang sudah sangat penasaran pun langsung menarik tangan Minerva dan memintanya untuk duduk.
"Aku butuh penjelasanmu, Minerva. Bukankah kau baru saja tiba di Indonesia?" tanya Austin sambil menatap tajam ke arah Minerva.
"Bagaimana kau bisa sangat akrab dengan Yolanda? Apa ada yang kau sembunyikan di belakangku, Minerva?"
"Aku sangat paham beberapa waktu terakhir ini Yolanda tidak akan mungkin berkeliaran di luar. Tapi bagaimana kau terlihat sangat dekat dengannya?" berbagai pertanyaan dilontarkan Austin pada Minerva.
Minerva menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. "Aku memang baru sampai di Indonesia, dan aku kehilangan semua barang milikku saat aku menuju ke pantai."
Minerva menceritakan semua perjumpaannya dengan Yolanda yang berawal dari saat Minerva menyelamatkan Yolanda di gudang belakang ruang produksi. Austin kali ini sangat tidak menduga bahwa ternyata orang dibalik penangkapan sepupunya adalah Minerva.
"Jelaskan padaku bagaimana kau bisa meretas CCTV dan melancarkan semua aksimu hanya dalam waktu satu hari Minerva!"
"Betapa liciknya dirimu, Minerva. Kau memanfaatkan waktu genting saat itu." ucap Austin kemudian yang benar-benar sangat tidak menyangka bahwa Minerva begitu sangat pintar melakukan penyelamatan untuk Yolanda saat itu. Terlebih saat Austin mengingat keadaan Romy saat Yolanda terlepas.
"Aku minta maaf jika kali ini aku sudah membuatmu kecewa, Kak." ucap Minerva yang tidak terlihat gentar sedikitpun menatap Austin.
"Aku sudah menjelaskan semuanya padamu karena aku juga tidak mau menutupi sedikit pun terhadapmu."
Kata-kata Minerva kali ini membuat Dwayne akhirnya angkat bicara.
"Untuk semua yang melaporkan Lilies bukanlah Minerva, melainkan aku yang mengajukan gugatannya. Aku juga baru saja bertemu dengan Minerva saat itu. Dan dia hanya melengkapi bukti yang memang sebelumnya sudah dikumpulkan oleh Yolanda." timpal Dwayne menguatkan penjelasan Minerva.
Austin terdiam dan mengusap wajahnya kasar. Minerva pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambilkan minuman untuk Yolanda, Dwayne dan juga Austin. Sayangnya Austin justru menolak pemberian dari Minerva.
"Aku harus segera pulang. Terima kasih atas penjelasanmu, Minerva." Austin langsung keluar dari apartemen Minerva untuk menenangkan dirinya yang saat ini sangat shock dengan semua penjelasan Minerva.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Kini Austin mengendarai mobilnya dengan perasaan yang sangat tidak karuan.
POV Austin Wycliff
Minerva, kenapa harus kamu yang menjadi orang dibalik penangkapan Lilies kali ini? Pantas saja dari awal kamu begitu bersikukuh untuk bekerja di Lies Food Company. Ternyata ini adalah tujuanmu.
Kau berhasil menarik kepercayaan ku dan juga Lilies sekaligus pada waktu itu. Bahkan sedikitpun aku tidak menaruh rasa curiga terhadapmu. Aku justru menarikmu sendiri dar perusahaan Lilies karena aku benar-benar tidak mau kau terlibat terlalu jauh di dalamnya.
Aku bimbang.
❤️❤️❤️
Kali ini Austin terdiam dan mencoba untuk berfikir jernih. Tak lama ponselnya berdering dan Pak Mamat mengabarkan pada Austin bahwa ia dan juga Amer sedang menunggu kedatangannya di rumah sakit untuk memberi informasi tentang keadaan Lilies kali ini.
Mendengar hal itu, Austin segera mengemudikan mobil menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Amer bercerita bahwa Lilies sudah sangat menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan dan berjanji bahwa ia akan berubah asalkan ia dikeluarkan dari penjara.
Tidak hanya itu, Amer juga menceritakan bahwa Lilies sudah meminta Maaf dengan Yolanda sampai bersimpuh di kaki Yolanda.
Mendengar cerita dari Amer, kekecewaan terhadap Minerva langsung hilang seketika. Kini ia merasa bahwa ia seharusnya berterima kasih dengan Minerva karena dengan begini, Lilies justru berubah menjadi lebih baik.
🌿🌿🌿
Hai Readers, mampir yuk ke novel KEMBALI KE MASA SMA
(karya: Tita Dewahasta)
...Madya gagal dalam rumah tangganya. Mantan suaminya kemudian menikah dengan mantan baby sitter yang bertahun-tahun bekerja padanya....
...Dia pun frustasi dan berandai kembali ke masa lalu untuk memperbaiki keadaan. Dalam sebuah perjalanan, kepala Madya terantuk setir mobil....
...Beberapa saat setelahnya, dia kembali ke 18 tahun silam....
...Dapatkah Madya memperbaiki hidupnya?...
...Dan bisakah Madya kembali ke masa sekarang, atau dia akan terjebak selamanya di kehidupan baru masa mudanya?...
...Ikuti kisahnya dalam novel 'KEMBALI KE MASA SMA'...
...
__ADS_1
...