Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Mid Night


__ADS_3

Austin tiba di Mansion saat tengah malam bersama Daddy Arthur setelah dari kantor polisi. Anak buah Titan benar-benar sudah didesak untuk mengatakan semua hal yang ia ketahui dan tentunya dengan ancaman jitu yang dilayangkan oleh pihak kepolisian dan juga para pakar rasi bintang.


Akhirnya ketiga anak buah Titan yang tersisa dan tujuh orang lainnya yang masih ada di markas besar Titan berhasil di ringkus setelah polisi mengetahui sebab meledaknya kapal yang dinaiki oleh Titan Mack. Kini sepuluh orang anak buah Titan sudah mendekam di penjara sebelum dipulangkan ke negara mereka.


Sedangkan Yolanda sendiri dipindahkan ke lapas yang lain agar tidak jadi satu dengan anak buah Titan yang lain. Bahkan markas besar Titan kini langsung disegel untuk dibersihkan dari barang-barang yang berbahaya dan nantinya Gedung nya akan dilelang oleh negara.


"Daddy, Kakak." panggil Minerva yang sengaja menunggu kepulangan Minerva di ruang tamu.


"Hai, kenapa belum tidur Minerva sayang?" tanya Daddy Arthur.


"Tentu saja menunggu Daddy pulang." jawab Minerva sambil memeluk lengan daddynya manja dan membawakan tas kerja daddynya.


"Minerva tidak sedang menagih janji kan?" tanya Daddy Arthur yang teringat akan janjinya yang memperbolehkan Minerva jalan keluar setelah ia pulang.


"Ini sudah malam, sayang." ucap Daddy Arthur dan Minerva pun langsung terkekeh.


"Minerva tidak menagih janji Daddy. Minerva cuma mau menyambut kepulangan Daddy saja dengan kakak." jawab Minerva.


"Oh iya, Minerva juga membuatkan minuman hangat untuk kalian berdua. Ayoo kita ke ruang makan." ajak Minerva menarik lengan Daddynya dan Austin pun mengikuti dari belakang.


Di meja makan tersedia bubur ayam yang masih hangat terlihat dari asap yang mengepul di atasnya dilengkapi dengan bandrek yang sengaja Minerva buat untuk Daddy dan juga kakaknya.


"Kapan kamu membuat ini sayang?" tanya Daddy sambil mengusap kepala Putrinya.


"Baru saja, untungnya Daddy dan kakak cepat datang. Jika tidak bubur ayam dan bandreknya pasti sudah dingin." jawab Minerva.


Daddy langsung melihat ke arah jam di dinding yang menunjukkan pukul 2 dini hari.


"Sudahlah Daddy, ayo nikmati saja masakan Minerva, keburu dingin nanti." pinta Minerva.


Daddy dan Austin pun langsung menarik kursi dan menikmati bubur ayam dan bandrek buatan Minerva.


"Wow, ini sangat nikmat Minerva." puji Austin yang lebih dulu mantap masakan Minerva.


"Bandreknya juga sangat luar biasa. Terima kasih sayang." ucap Daddy yang langsung mencium ubun ubun kepala Putrinya.

__ADS_1


"Minerva juga sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah menjaga Minerva dengan baik. Maafkan Minerva yang sudah membuat kalian repot." ucap Minerva dengan mata berkaca-kaca.


"kami tidak pernah merasa direpotkan dengan kehadiranmu, Minerva sayang." ucap Mommy Moona yang tiba-tiba datang dan memeluk Minerva dari belakang.


"Benar kata Mommy, justru kami sangat bahagia dengan kehadiranmu yang membuat keluarga kami lebih berwarna, Minerva sayang." timpal Daddy Arthur sambil menikmati masakan Minerva.


"Dan semua yang kami lakukan tidak lain hanya untuk mempertahankan kamu agar tetap terus bersama dengan kami. Terutama aku yang sangat tidak ingin kehilangan adik perempuanku." tukas Austin membuat Minerva langsung menitikkan air matanya karena terharu.


"Terima kasih banyak semuanya. Aku sangat menyayangi kalian semua." ucap Minerva.


Daddy Arthur pun kini langsung menceritakan bagaimana tentang kejadian di kantor polisi tadi. Tentang cara jitu yang akhirnya membuat anak buah Titan akhirnya mengaku dan sisanya yang masih ada di markas besar pun berhasil di ringkus.


Sedangkan Austin sendiri menceritakan bahwa ia sendiri yang menemukan jasad Titan atal lebih tepatnya kepala Titan di kedalaman 10 meter.


"Aku salut dengan kakak. Thanks a lot ya kaaak." ucap Minerva.


"Terima kasih adikku sayang." balas Austin sambil menghabiskan bandrek miliknya. "Dan yang harus kau tahu Minerva, kakak sama sekali tidak merasa lelah untuk ini semua."


"Daddy juga tidak lelah karena hanya rasa lega dan tenang semua masalah sudah selesai. Kini Daddy memperbolehkan Minerva untuk menghirup udara bebas di luar Mansion. Tapi tetap dengan waktu yang kita setujui bersama." jelas Daddy Arthur.


"Minerva." panggil Austin kemudian sambil menunjuk ke arah pipinya. "Buat kakak mana dong?"


Minerva tersenyum dan langsung berpindah menuju ke kursi dekat Austin duduk. Minerva mengalungkan tangannya ke leher Austin dan siap untuk menciumnya.


Tapi bukan bibir Minerva yang didaratkan ke pipi Austin, melainkan ia membisikkan sesuatu. "Kak Maria tadi datang dan berpamitan padaku akan kembali Ke Jepang. Dia juga menitipkan salam untuk kakak."


Ting! Seketika Austin menjatuhkan sendok yang masih dipegangnya de atas meja makan.


"Apaa?!" pekik Austin membelalakkan matanya.


"Ada apa Austin?" tanya Mommy dan Daddy yang sangat terkejut dengan apa yang Austin lakukan barusan.


"Nothing, Mom. Maaf aku kembali ke kamar dulu ya. Selamat istirahat semuanya." ucap Austin meninggalkan meja makan.


Sedangkan Minerva kini justru mengulum senyumnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan Minerva sampai Austin seperti itu?" Tanya Mommy Moona.


"Minerva hanya mengatakan kalo kak Maria kembali ke Jepang dan menitipkan salam sama Kak Austin." jawab Minerva.


Mommy Moona dan Daddy Arthur yang tadinya sangat khawatir dengan perubahan sikap Austin yang tiba-tiba kini justru tergelak bersama.


"Ternyata putraku sudah mulai menambatkan pilihannya." ucap Daddy sambil mengelap mulutnya.


"Yaa, dan Mommy sangat senang mendengarnya." timpal Mommy Moona.


Minerva pun kemudian membereskan meja makan dan meminta Mommy dan daddynya untuk segera beristirahat.


Setelah semuanya sudah beres, Minerva pun kembali ke kamar dan mulai menyalakan sistem scorpio. Betapa terkejutnya saat Minerva membuka pesan khusus yang tersemat untuk dirinya sendiri.


...[Perang Titan sudah dinyatakan berakhir di Alam Dewa maupun Alam Manusia dan kini Misi Penting sudah selesai. Tetapi Sistem Scorpio tetap bisa dimanfaatkan untuk menjaga bumi dari kerusakan yang dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab....


...Tetap genggam dan jangan pernah dilepaskan sampai waktu yang telah ditetapkan.] ...


Minerva kini benar-benar dapat bernafas lega. Ke depannya ia hanya tinggal berjalan untuk menjalani kehidupannya sepenuhnya.


Kini Minerva menyimpan kembali sistem scorpio miliknya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


🍁🍁🍁


Sedangkan Austin kali ini sangat gusar mendapati Maria yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya.


"Kenapa datang dan pergi sesuka hatinya tanpa berpamitan padaku?" gerutu Austin kesal sambil meninjukan kepalan tangannya ke tembok kamar.


"Seharusnya dia meminta pendapatku terlebih dulu jika ingin kembali. Bukankah pekerjaannya masih sangat banyak di sini? Lalu siapa yang akan menghandle semuanya?"


"Ck, Meski anak buahnya juga sangat banyak, tetap saja bisnis besar ini harus dipegang oleh dirinya sendiri. Kenapa kau begitu ceroboh Maria?"


Austin terus saja menggerutu sambil menghubungi nomor ponsel Maria yang sedari tadi tidak aktif sama sekali.


"Huft! Menyusahkan!" keluh Austin melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur dan menelungkupkan wajahnya ke atas bantal.

__ADS_1


Kini Austin benar-benar tidur dengan perasaan kesal nya karena Maria meninggalkan dirinya begitu saja.


__ADS_2