
Pak Mamat kini mengemudikan mobilnya menuju ke Perusahaan Event Organizer EB (EOEB) milik Dwayne. Saat sampai di lobby perusahaan, Austin langsung menemui bagian resepsionis dan mengutarakan maksudnya yang ingin menemui Dwayne. Ia memang belum membuat janji, tapi Dwayne menerima kedatangannya saat bagian resepsionis menghubungi asistennya, Andre.
"Mari Tuan saya antarkan ke ruangan Tuan Dwayne." ucap resepsionis dengan ramah dan Austin pun mengikuti langkah karyawan Dwayne.
Sesampainya di ruangan Dwayne, ia disambut oleh Andre yang kemudian mempersilahkannya duduk. Tak lama kemudian Dwayne muncul dari pintu kamar yang ada di balik ruangannya.
"Apa tujuan anda kemari Tuan Austin?" tanya Dwayne yang kemudian duduk di hadapan Austin.
"Aku ingin membahas tentang tuntutanmu terhadap sepupu ku Lilies. Aku tahu sepupu ku memang sangat bersalah sudah membuat produk yang sangat tidak aman untuk dikonsumsi."
"Aku mohon cabut tuntutannya dan aku akan memintanya untuk membuat produk yang aman dikonsumsi."
"Lalu bagaimana dengan Karyawan ku yang sudah disekapnya?" tanya Dwayne sambil memainkan pulpen di jarinya.
"Yolanda?" tanya Austin dan Dwayne menganggukkan kepalanya. "Aku pastikan Lilies tidak lagi berurusan dengannya setelah ini. Dia juga tidak membuat masalah denganmu maupun Karyawan mu."
"Sayangnya aku tidak begitu percaya dengan apa yang kau ucapkan. Aku akan memerintah Andre untuk menjenguk Lilies bersama anda nanti. Setelah itu akan kufikirkan kembali untuk mencabut tuntutan atau tetap menuntut kejahatan yang ia perbuat."
Jawaban Dwayne kali ini membuat Austin paham orang yang dihadapinya bukanlah orang sembarangan. Ia pun akhirnya menyetujui keputusan Dwayne.
"Baiklah, keputusan ada di tanganmu, Tuan." jawab Austin.
"Apa keperluanmu sudah selesai, Tuan Austin? Masih banyak hal yang harus aku lakukan." tanya Dwayne.
"Bagaimana kau bisa bersama dengan Minerva tadi pagi?"
Dwayne tersenyum smirk mendengar pertanyaan dari Austin. "Tentu saja. Dia tetangga baruku sekarang."
Mendengar kenyataan baru dari bibir Dwayne, membuat dada Austin sedikit sesak. Jika saat ini Dwayne tinggal di dekat Minerva, berarti dia akan memiliki waktu yang lama dengan Minerva.
"Apa kau masih menyimpan perasaan terhadap Minerva?" tanya Austin menyelidik.
"Perasaan itu tidak mungkin hilang. Terlebih aku lebih dulu mengenal Minerva dibandingkan anda, Tuan Austin." jawab Dwayne dengan penuh rasa percaya diri.
"Sayangnya Minerva kini sama sekali tidak mengenal anda, Tuan Dwayne. Dia justru bertemu denganku lebih dulu saat tiba di Indonesia."
__ADS_1
Kali ini Austin merasa lebih unggul dibandingkan Dwayne. Tapi Dwayne tetap tidak mau kalah dengan Austin.
"Minerva juga akan segera mengetahui siapa aku sebenarnya. Kita akan bersaing secara sehat, bukan? Biarkan dia sendiri yang memilih antara aku atau anda, Tuan Austin." ucap Dwayne yang menawarkan persaingan secara sehat dengan Austin.
"DEAL, Jangan pernah kecewa jika nantinya Minerva lebih memilih diriku." balas Austin menerima tawaran Dwayne.
"Begitu pula dengan anda, Tuan Austin. Jangan kecewa jika ternyata Minerva kembali ke Indonesia hanya untuk mencari dan bertemu denganku."
Kata-kata Dwayne kali ini membuat Austin sedikit kehilangan rasa percaya dirinya. Berkali-kali Minerva terdengar menyebut nama Kak Emir dari mulutnya. Ia pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu. Aku akan menjenguk Lilies setelah ini dan memberi kabar selanjutnya pada anda, Tuan Dwayne." ucap Austin undur diri.
Andre yang sedari tadi mendengarkan perbincangan antara Austin dan juga Dwayne hanya diam membisu. Kini Andre merasa sangat insecure setelah mengetahui bahwa saingannya untuk mendapatkan Minerva sangatlah berat.
"Andre, kau ikutlah dengan Tuan Austin untuk menjenguk Direktur Lilies. Setela itu aku akan membuat keputusan terhadap tuntutan yang aku ajukan." perintah Dwayne dan Andre pun segera berdiri dan mengikuti langkah Tuan Austin.
...☘️☘️☘️...
Austin melewati ruang kerja Yolanda dan tanpa sengaja berpapasan dengan Yolanda.
"Benar, Tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Yolanda.
"Bisakah kau ikut denganku untuk menemui Lilies di kantor polisi? Dia adalah sepupu ku. Aku ingin dia minta maaf padamu, Yolanda." pinta Austin.
"Baik Tuan, tapi saya harus meminta izin pada Tuan Dwayne terlebih dahulu." ucap Yolanda.
"Aku akan pergi lebih dulu. Kau bisa menyusul bersama dengan Andre." ucap Austin yang kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat parkiran mobil.
...💫💫💫...
Di sisi lain, perusahaan Lilies saat ini berada dalam kendali Romy dan juga Amer. Pemeriksaan ketat dari jajaran polisi membuat kedua anak buah Lilies tidak bisa berkutik. Mereka berdua akhirnya menjawab semua pertanyaan dari pihak penyelidik secara jujur karena mereka berdua tidak mau terlibat dalam masalah besar yang Lilies alami.
Bahkan masalah yang menimpa Lilies saat ini sudah sampai di telinga Mommy Moona. Tanpa menunggu lama, Mommy Moona langsung menuju ke Lies Food Company untuk menemui keponakannya.
"Aku ingin bertemu keponakanku Lilies. Dimana dia sekarang?" tanya Mommy Moona berdiri di depan meja resepsionis.
__ADS_1
"Sebentar Nyonya, saya akan memanggil Tuan Amer untuk menemui anda." ucap resepsionis yang segera memanggil Amer.
Belum sempat Amer datang untuk menemui Mommy Moona, jajaran polisi yang mengecek kegiatan di perusahaan Lilies berpapasan dengan Mommy Moona.
Akhirnya Mommy Moona mendapat keterangan dari salah satu pihak jajaran polisi tersebut. Betapa terkejutnya Mommy Moona mendengar semua penjelasan dari polisi yang tentunya sangat memberatkan hukuman keponakannya.
Seketika penyakit jantung Mommy Moona kambuh, ia langsung terjatuh pingsan sambil memegangi d a da kirinya. Dengan sigap Amer yang baru sampai di lobby langsung mengangkat tubuh Mommy Moona dan membawanya ke rumah sakit.
Saat Amer membawa Mommy Moona ke rumah sakit, Romy pun menghubungi Austin Wycliff dan mengabarkan tentang apa yang sudah menimpa Mommy Moona.
"Mommy Moona sudah mengetahui semuanya tentang masalah Lilies?!!" pekik Austin di ujung panggilan.
"Benar Tuan, bahkan Nyonya bertanya sendiri dengan Polisi penyelidik kegiatan. Kabar yang Nyonya dapatkan membuatnya shock dan pingsan. Kini Amer sedang membawanya menuju rumah sakit Gezond." terang Romy.
"Baiklah, aku akan segera menuju ke rumah sakit sekarang." jawab Austin.
Ia pun memerintahkan Pak Mamat untuk putar balik dan segera menuju Rumah Sakit.
Austin juga tak lupa untuk memberi kabar pada Dwayne bahwa ia harus menunda menemui Lilies saat ini.
Sesampainya di rumah sakit, Mommy Moona langsung mendapat perawatan khusus dari dokter pribadi Mommy. Austin berterima kasih banyak pada Amer karena sudah sigap membawa Mommy nya ke rumah sakit.
"Amer, bisakah aku meminta tolong padamu lagi?" tanya Austin.
"Silahkan Tuan, dengan senang hati saya an menolong anda."
"Tolong jenguk Lilies di kantor polisi bersama dengan Pak Mamat. Aku ingin mengetahui bagaimana keadaannya saat ini."
Mendengar Austin memerintahkannya menuju ke kantor polisi untuk menjenguk wanita idamannya, membuat Amer sangat bersemangat.
"Saya akan menjenguk Direktur Lilies saat ini juga, Tuan dan menginformasikan kepada anda bagaimana keadaannya." timpal Amer yang langsung undur diri dari hadapan Austin.
...☘️☘️☘️...
Guys, mampir juga yuk ke karyaku yang lain.
__ADS_1