Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Hobi Andre


__ADS_3

Minerva turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam toko buah untuk membeli buah delima. Austin sedikit heran melihat Minerva hanya membeli buah delima tanpa membeli buah yang lainnya. Tetapi ia sama sekali tidak berkomentar dan kembali ke mobil saat Minerva sudah membayarnya.


Sesampainya di rumah sakit, Mommy Moona langsung menyambut kedatangan Minerva dengan senyum lebarnya dan membuka tangannya memberi kode untuk dipeluk oleh Minerva. Minerva langsung memeluk Mommy Moona dan Austin merasa sangat teriris melihat pemandangan itu.


Kali ini ia benar-benar tertampar dengan keinginan Mommy nya yang mengatakan ingin segera memiliki menantu.


"Aku sangat menunggu kehadiranmu gadis cantik. Entah kenapa saat awal bertemu denganmu membuat hati Mommy sangat ingin bertemu denganmu." ucap Mommy Moona.


Berada dalam pelukan Mommy Moona membuatnya merasa sangat nyaman dan membuat Minerva mengingat sesuatu. Ia merasa sudah pernah memeluk wanita ini sebelumnya.


Seketika memori Minerva kembali saat ia memeluk ibundanya di Alam Dewa. Pelukan Mommy Moona ia rasakan persis seperti pelukan Dewi Metis. Satu bulir air mata langsung jatuh membasahi pipi Minerva yang merasakan kerinduan pada ibundanya.


"Tante, aku bawakan buah delima untuk tante. Ini sangat bagus untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah pembentukan sumbatan pada pembuluh darah tante."


Penjelasan Minerva kali ini membuat Moona tertegun dan menatap Minerva lekat-lekat. "Kau tau dari mana sayang?"


Minerva pun tersenyum, "Ini obat herbal yang pernah aku pelajari dan sesuai untuk keadaan tante saat ini. Mau aku kupaskan?" tawar Minerva dan Mommy Moona langsung menganggukkan kepalanya.


Melihat kedekatan Minerva dan Mommy nya membuat Austin merasa sangat asing di ruangan itu. Ia pun langsung keluar dari kamar Mommy nya dan duduk di selasar rumah sakit.


'Minerva benar-benar sangat menakjubkan, bahkan ia membeli buah yang sesuai dengan apa yang Mommy butuhkan.' gumam Austin dalam hati.


...🌿🌿🌿...


Sedangkan di sisi lain, Yolanda dan Andre melaporkan tentang keadaan Lilies saat ini pada Dwayne.


"Dia sudah meminta maaf pada saya, Tuan Dwayne. Direktur Lilies juga sudah menyesali semua perbuatannya dan berjanji akan berubah." ucap Yolanda yang kemudian dibenarkan oleh Andre.


"Aku sudah melihatnya sendiri karena terus mendapat laporan dari KaPolRes Ruben dari beberapa video yang ia kirimkan." timpal Dwayne.


"Sekarang kalian boleh keluar,"


Perintah Dwayne kali ini membuat Yolanda bersungut-sungut.

__ADS_1


"Dasar ya! Bos kita emang gak punya hati. Aku pikir dia benar-benar menunggu laporan dari kita tentang keadaan Lilies di penjara.." gerutu Yolanda yang menumpahkan kekesalannya pada Andre.


Andre justru melewati Yolanda begitu saja tanpa sedikit pun memperdulikan nya karena sebenarnya ia juga sudah tahu lebih dulu.


"Hei. Kamu cuek banget sih sama aku?" Yolanda menarik baju belakang Andre dan membuat Andre menghentikan langkahnya.


"Trus aku harus gimana?" tanya Andre berbalik menatap Yolanda.


"Traktir aku makan di kantin. Aku laper." ajak Yolanda sambil menarik baju Andre.


Andre memutar bola matanya malas tetapi tetap mengikuti langkah Yolanda. "Kenapa sih akhir-akhir ini kamu kaya parasit?" tanya Andre kesal.


"Biar nempel kamu terus." celetuk Yolanda.


Jawaban Yolanda kali ini membuat Andre mengerutkan dahinya. Tapi ia langsung memegang pergelangan tangan Yolanda dan menariknya sampai tubuh Yolanda berbalik hingga bertabrakan dengan tubuhnya.


Yolanda langsung membulatkan matanya menatap ke arah Andre. Suaranya tercekat sampai tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Tidak hanya itu, detak jantung Yolanda juga berdegub dengan cepat, terlebih saat tangan Andre menekan punggungnya dan membuat mereka kini tak berjarak.


"Andre." panggil Yolanda dengan suaranya yang lirih. "Apa yang kamu lakukan?"


"Aku cuma mau ngetes aja, kamu itu parasit yang berbahaya atau tidak." ucap Andre yang langsung berjalan mendahului Yolanda.


"Si*alan banget sih kamu, Ndreee!" pekik Yolanda sambil mengejar langkah Andre.


Andre hanya terkekeh geli mengingat kejadian barusan. Ia sendiri tidak paham kenap ia bisa menarik Yolanda seperti tadi.


Kini keduanya sudah sampai di meja kantin dan sama sama saling diam dengan melemparkan tatapan yang tajam.


POV Yolanda


*Andre ngeselin banget sih. Bisa-bisanya dia bikin aku gemeteran deket dia. Nih jantung juga kenapa coba? Dipepet dikit aja sama cowok kayak Andre, degubannya udah kayak genderang perang.


Untung aja gak ada pengeras suara, jadi yang denger cuma aku. Kalo sampai Andre denger kan bisa berabe akunya. Malu bangeeet. Mau ditaruh dimana nanti muka aku?

__ADS_1


Tapi kalo dilihat-liat emang Andre sekarang itu beda banget sih. Makin cakep, cool, dan satu lagi yang aku suka dari dia itu wangi tubuhnya yang sekarang ini bikin aku rasanya pingin nempel terus.


Ups! Tunggu! Suka?? Sama dia?? Cowok kayak Andre?? Gak! Gak bisa! Ini sama sekali gak boleh terjadi!


Ayo Yolanda aa! Kamu sadar dong Andre itu siapa? Dia cuma temen kerja kamu. Gak lebih*.


POV Andre


*Kenapa ya akhir-akhir ini deket sama Yolanda itu bikin aku merasa beda. Lebih berwarna aja hidup aku, lebih asyik dan nyaman. Emang sih itu cewek keliatannya nyebelin banget. Tapi gak tau kenapa ngisengin dia itu jadi hobi terbaru aku.


Berkali kali aku ngeliat dia saling itu bikin aku makin gemes, apalagi kalo lagi manyun kayak gini. Rasanya pingin nyicipin bibirnya yang tipis dan suka asal ngomong.


Cewek kayak Yolanda itu not bad lah. Nilainya 7 dari 10. Apalagi kalo dia pake dress, jeleknya langsung luntur berubah jadi princess kampung*.


☘️☘️☘️


"Ngapain ngeliatin kayak gitu? pake senyam senyum lagi!" sarkas Yolanda yang masih menatap Andre lekat-lekat.


"Lucu aja ngeliat kamu. Kamu belum pernah pacaran ya?" tanya Andre. "Aku pepet dikit aja langsung keder begitu."


Blush! Kata-kata Andre kali ini membuat wajah Yolanda langsung merona dan kembali membuat Andre semakin gencar menggoda Yolanda.


"Kata-kata aku kayak bunglon ya, bisa bikin pipi kamu berubah warna." goda Andre.


Dengan kesal Yolanda langsung mencubit lengan Andre. "Maksud kamu apaan Hah??!!!"


Andre makin terkekeh melihat Yolanda yang salah tingkah. Kini tangan Andre semakin berani mengusap pipi Yolanda. "Kayaknya di kantin belum ada menu spesial kayak gini deh."


Andre kemudian mendekatkan kepalanya ke telinga Yolanda. "Kepiting rebus." bisik Andre dan seketika membuat tubuh Yolanda meremang.


Yolanda langsung memukul lengan Andre berkali-kali. "Kamu ngeselin banget ya. Mau kamu tuh apa sih, Ndre?" gerutu Yolanda kesal dan hampir beranjak dari dudukya untuk pergi.


Untungnya pesanan mereka sudah datang hingga Yolanda mengurungkan niatnya karena perutnya sudah sangat lapar.

__ADS_1


"Aku maunya jadi pacar kamu, gimana?" tanya Andre.


❤️❤️❤️


__ADS_2