Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Masalah Baru di Kantor


__ADS_3

Sesampainya di Kantor, Austin sudah terlihat berdiri di pintu mobilnya yang terparkir di seberang pintu lobby. Minerva pun keluar dari mobil dan langsung menghampiri Austin.


"Darimana?" tanya Austin pada Minerva.


"Membeli ini." Minerva menunjukkan ponsel barunya tepat di hadapan Austin.


"Kau membeli ponsel? Tahu begitu aku memaksamu pulang dari tadi." gerutu Austin kesal.


Austin mengambil sesuatu dari dalam mobilnya dan memberikannya pada Minerva. "Lihat, aku juga baru saja membelikanmu ponsel baru."


"Sudahlah, berikan saja itu pada pacarmu." celetuk Minerva santai dan langsung masuk ke dalam kantor untuk membereskan meja kerjanya dan mengambil tasnya.


Sedangkan Austin mengusap wajahnya kasar. "Bisa-bisanya dia berlalu begitu saja mengacuhkan diriku. Oh My God, apa Minerva tidak paham bagaimana aku memperlakukannya?" gumam Austin dalam hati sambil berjalan mengikuti Minerva dari belakang.


Saat Minerva sedang membereskan meja kerjanya, Austin melihat Romy masuk dari pintu belakang ruang produksi dan berjalan dengan terhuyung-huyung. Yang membuat Austin lebih heran lagi, Romy hanya menggunakan kaos dalam dan celana pendek saja.


"Hei, Romy. Apa yang terjadi padamu?" tanya Austin yang langsung menangkap tubuh Romy yang hampir terjatuh.


"Wanita yang disekap oleh Direktur Lilies berhasil melepaskan diri." ucap Romy dan membuat Austin sangat terkejut.


"Bagaimana bisa?!!!" tanya Austin. "Lilies sekarang dalam bahaya. Kita harus segera ke ruangannya untuk mengecek rekaman CCTV." Ucap Austin yang langsung menuju ke ruang kerja Lilies bersama Romy.


"Pakai baju ganti karyawan yang ada di loker. Penampilanmu sangat memalukan." ucap Austin sebelum masuk ke dalam ruangan Lilies.


Austin pun segera masuk ke dalam dan mengecek rekaman CCTV yang menuju ke gudang di belakang ruang produksi. Beberapa jam yang lalu memang terlihat Romy meminta beberapa penjaga gudang untuk beristirahat, setelah itu tidak ada rekaman lagi.


Rekaman selanjutnya hanya terlihat beberapa penjaga kembali datang ke gudang dan membantu Romy yang pingsan dalam keadaan terpukul oleh kayu balok yang tergeletak tepat di belakangnya.


"Ini sangat mencurigakan." gumam Austin. "Dimana para karyawan saat kau pergi ke gudang?" tanya Austin pada Romy yang sudah mengenakan seragam karyawan sambil mengetikkan pesan pada Lilies untuk memberi kabar apa yang terjadi di perusahaannya.


"Seluruh karyawan di bidang produksi sudah pulang sebelum Direktur Lilies pulang. Tak lama setelah itu, Direktur Lilies pulang dan aku juga sempat melihat Minerva yang sudah bersiap untuk meninggalkan kantor." jelas Romy.


"Hanya ada karyawan di bagian pengemasan snack dan aku yakin jika mereka pasti sedang bekerja karena waktu istirahat sudah lewat."


Austin yang mendengarkan cerita Romy pun mulai bertanya-tanya siapa yang sudah menyelamatkan tawanan sepupunya. Terlebih melihat CCTV di perusahaan juga dengan mudahnya diretas dan peretasannya juga dilakukan dengan sangat rapi hingga tidak meninggalkan bekas sedikit pun.

__ADS_1


"Apa yang terjadi di gudang saat kau bersama dengan wanita yang ditawan oleh sepupuku?" tanya Austin.


Romy terdiam sebentar, tidak mungkin ia menjawab bahwa ia telah memaksa Yolanda untuk menikah dengannya.


"Emmm, saat itu aku bertanya kepada Yolanda dimana ia menyimpan bukti-bukti yang ia simpan. Tapi belum sempat Yolanda menjawab, punggungku sudah dipukul oleh seseorang menggunakan kayu balok hingga aku tidak sadarkan diri." Romy memberi penjelasan pada Austin.


Tiba-tiba Lilies datang dan membantah ucapan Romy.


"Bohong!!! Apa yang kau lakukan pada tawananku Romy?!!" gertak Lilies sambil melemparkan baju Yolanda yang di sobek oleh Romy tadi.


"Jelaskan itu semua!" hardik Lilies membuat lidah Romy kelu.


Di belakang Lilies, sudah berdiri Amer yang membawa celana milik Yolanda. "Menurut perkiraan saya, Romy mengenal Yolanda dengan baik. Saya yakin Romy melepaskan tali pengikat tangan Yolanda dan memaksa wanita itu untuk melayaninya. Tetapi Yolanda tidak mau dan memukul punggung Romy sampai ia tidak sadarkan diri." jelas Amer membuat Romy meradang tidak terima.


Romy memang memaksa Yolanda, tapi ia sama sekali tidak melepaskan ikatan di tangan Yolanda.


"Jaga ucapanmu, Amer!!!" pekik Romy tidak terima. "Kau hanya mengarang cerita."


"Kalau begitu jelaskan semua ini atau kau akan ku sekap seperti Yolanda!" Direktur Lilies mulai mengancam Romy.


Kali ini Direktur Lilies terdiam. Romy sudah dari awal perusahaannya berdiri selalu bisa diandalkan dan menjadi orang kepercayaannya. Lilies juga menduga ucapan Romy benar dan jujur karena tidak terlihat ada kebohongan atau mengada - ada.


"Sekarang kerahkan semua anak buah untuk mencari keberadaan Yolanda sebelum terlambat!" perintah Direktur Lilies yang terdengar oleh Minerva.


Minerva yang sedari tadi mencari Austin, kini ia telah berada di pintu ruang kerja Lilies. "Kakak lagi sibuk ya?" tanya Minerva pada Austin.


"Minerva, ada beberapa masalah pelik di sini. Aku akan memesankan taksi untukmu. Kau harus istirahat, dan aku akan menjemputmu besok." ucap Austin yang kemudian memesankan taksi online untuk Minerva.


"Tidak apa-apa kan?" tanya Austin.


"Maafkan aku Minerva, aku benar-benar sedang membutuhkan Austin saat ini." timpal Lilies.


"Oh iya, tidak apa-apa Direktur Lilies. Semoga masalah apapun itu bisa segera selesai." balas Minerva yang kemudian berbalik meninggalkan ruangan Direktur Lilies.


"Maaf Austin, aku kali ini benar-benar merepotkanmu." ucap Lilies setelah Minerva sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


"Kau sudah di ambang kehancuran Lilies. Lebih baik hentikan kerja gilamu dan ganti bahan produksi snack dengan bahan yang aman untuk dikonsumsi." Austin kembali memberi saran pada Lilies setidaknya agar semuanya selamat.


"Aku belum di ambang kehancuran, Austin. Aku yakin Yolanda akan segera ditemukan dan aku akan langsung membunuhnya nanti." sanggah Lilies yang lagi-lagi menentang saran dan nasehat dari Austin.


"Kau benar-benar sangat keras kepala yaa, aku tidak habis fikir. Apa saja isi dalam kepalamu itu hingga kepalamu sangat keras melebihi batu, Lilies?" Austin kali ini sudah sangat geram dengan Lilies.


"Terima kasih Austin kau begitu perhatian denganku dan mengkhawatirkanku. Tapi aku akan terus melaju dengan caraku."


"Kali ini bantu aku untuk mendapatkan Yolanda. Aku benar-benar sangat membutuhkan bantuanmu, Austin." pinta Lilies sungguh-sungguh.


"Aku tidak bisa janji untuk itu. Besok Minerva tidak lagi bekerja denganmu karena dia akan bekerja di Hotelku." Austin mulai beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari ruangan Lilies.


Tapi dengan cepat Lilies menarik tangan Austin dan mencegahnya untuk pergi.


"Bantu aku kali ini saja, besok aku pastikan Minerva tidak bekerja denganku lagi meskipun aku sangat membutuhkan dia." ucap Lilies.


Mau tidak mau Austin pun ikut melacak keberadaan Yolanda saat ini.


...🍒🍒🍒...


Hai Readers, mampir yuk ke Novel karya temen aku.


Karya Siti Fatimah


Judulnya Penjara Cinta Mafia Kejam


...Kenapa hidupku harus menderita seperti ini, jika banyak orang yang bisa merasakan apa arti itu bahagia, kenapa hanya aku orang yang terjebak didalam lembah penderitaan ini sendiri....


...Hidup bersama dengan seorang Mama tiri seperti halnya hidup didalam jeruji besi, sekaligus awal kehancuran bagiku setelah beberapa tahun yang lalu Mama kandungku meninggalkanku untuk selama-lamanya....


...Dan Papa yang memutuskan untuk menikah lagi dengan Monika yang tak lain sekarang dia menjadi Mama tiri-ku sendiri, awalnya aku kira Mama tiri-ku peduli dan sayang kepadaku, tapi nyatanya setelah Papa pergi meninggalkanku dan menyusul Mama di Surga....


...Sifat dan perlakukan dia terhadapku seketika berubah, bahkan dia hanya menganggap-ku layaknya seperti hewan yang tidak ada gunanya dan hanya akan jadi bahan siksaan. Yang selalu ia kurung didalam kamar tanpa beralas yang hanya menyisakan selembar karpet tipis beserta selimutnya. Bahkan sangking jahatnya ia hanya akan mengeluarkan-ku ketika menyerahkan-ku pada laki-laki mesum yang berani membayarnya dengan harga tinggi yaitu 50 juta permalam sangat kejam bukan....


__ADS_1


__ADS_2