Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Apa yang terjadi? (2)


__ADS_3

Lilies yang sudah tidak karuan pun tak bisa menolak permainan nya bersama Amer yang kini mulai menyerang leher Lilies. Amer terus membuat Lilies terus memohon dan merasakan kenikmatan yang Amer berikan kepadanya. Lilies kali ini benar-benar seperti dimamabuk kepayang.


"Lakukan sekarang, Amer. Aku sudah tidak ta han." pinta Lilies. Akhirnya pe nya tu an mereka pun terjadi dan keduanya sama-sama mengeluarkan era ngan mereka hingga keduanya sampai di pun cak permainan.


Cepat-cepat Lilies memakai pakaiannya dan keluar dari kamar Minerva dengan peluh ke nik matan yang baru saja ia rasakan. Lilies segera menuju ke ruang kerja Daddy Arthur secara sembunyi-sembunyi.


Dengan seksama Lilies membuka laporan CCTV di kamar Minerva dan menghapus beberapa menit saat ia masuk dan keluar dari kamar Minerva.


Flashback OFF


...💥💥💥...


Sedangkan Minerva sangat terkejut dengan apa yang Lilies lakukan untuk menjebaknya. Dengan cepat Minerva mengoperasikan sistem scorpio untuk mengembalikan beberapa scene CCTV yang sempat dihapus oleh Lilies. Setelah itu Minerva segera mengguyur tu buhnya yang sempat tersen tuh oleh Amer.


Saat Minerva selesai mandi dan mengganti pakaiannya, ia langsung menemui Mommynya yang masih duduk di kamarnya.


"Apapun yang sebenarnya terjadi, Mommy tidak akan marah sayang. Percayalah." ucap Mommy Moona menenangkan Minerva.


"Bagaimana jika aku benar-benar tidak bersalah Mom?" tanya Minerva dengan suara terbata.


"Mommy tetap akan menegakkan keadilan untuk putri tersayang, Mommy." ucap Mommy Moona memeluk Putrinya.


"Apa kau siap turun ke bawah?" tanya Mommy Moona dan Minerva langsung menganggukkan kepalanya.


Saat Minerva melangkahkan kakinya di tangga, nampak Amer, Lilies, dan juga Daddy Tio menatap ke arah Minerva dengan tajam. Bahkan tatapan Uncle Tio sudah tidak sehangat tatapan nya saat mereka pertama kali bertemu tadi.

__ADS_1


Sedangkan tante Risa tampak baru keluar dari kamar tamu yang ada di samping pantry. Tante Risa juga tampak lebih fresh setelah mandi dan mengganti bajunya dengan baju yang sudah ia bawa dari rumah. Dengan menenteng tasnya, ia kini duduk tidak jauh dari Lilies.


Minerva dan Mommy Moona kini duduk dengan tangan yang saling menggenggam. Tatapan kebencian mulai tersorot dari tatapan Uncle Tio.


"Aku sudah mendengar dari putriku bahwa kau adalah orang yang melaporkan putriku ke kantor polisi dengan tuduhan yang tidak benar." ucap Uncle Tio.


"Moona, dia bukan putri yang baik untukmu. Dia sudah menuduh Lilies, yang sudah kau anggap sebagai putri mu sendiri sejak dulu. Bahkan kini Minerva berusaha merebut Amer dari sisi putriku." ucap Tio mengharapkan pembelaan dari Moona.


Ucapan Tio kali ini membuat Moona mulai bimbang. Di sisi lain kebenaran belum terungkap siapa yang salah meskipun ia melihat Minerva dan Amer berada dalam satu ruangan dengan keadaan yang membuatnya sangat terpukul. Tapi di sisi lainnya lagi, Moona begitu nyaman sejak pertama kali bertemu dengan Minerva. Ia bagikan menemukan cintanya yang sudah lama hilang puluhan tahun lamanya.


Mommy Moona menarik nafasnya pelan, "Kita lihat nanti kebenarannya dari Daddy dan Austin." ucap Moona yang tetap tidak melepaskan genggamannya terhadap Minerva.


'Ck, Sebentar lagi kau pasti akan ditendang dari Keluarga Wycliff Minerva.' gumam Lilies dalam hati.


"Yuk gak papa, toh biar semua kebenarannya terbukti." ucap Lilies yang berdiri lebih dulu dan meninggalkan Amer.


"Kebenaran apa?" tanya Emir yang sudah berdiri di depan pintu.


Sesuai janjinya bahwa ia akan datang malam ini dan tentunya untuk bertemu dengan Minerva dan menjemput Mama Risa.


"Kebenaran bahwa Minerva sudah menggoda Amer untuk menidurinya." jawab Lilies lantang.


"Whatttt?!" pekik Emir sangat terkejut. "Kebohongan apa lagi yang kau buat, Lilies?" tanya Emir yang sudah tidak bisa menahan emosinya. Terlebih saat tadi ia mengetahui bahwa Lilies sudah melancarkan rencana jahatnya pada Minerva.


"Emir!" Panggil Mama Risa mendekat ke arah putranya dan mencoba menenangkannya. "Jangan membuat gaduh di Mansion orang, lebih baik kita melihat kebenarannya dari CCTV yang ada di amar Minerva." ucap Mama Risa yang kemudian merengkuh lengan putranya.

__ADS_1


Kini semuanya duduk di ruang keluarga dan menunggu Austin menyalakan televisi dan memasangkan flashdisk yang sudah ia bawa.


"Jangan salah flashdisk, Nak!" ucap Daddy Arthur mengingatkan Austin.


"Siap Daddy." ucap Austin yang sudah mulai memegang remote.


"Salah flashdisk bagaimana?" tanya Mommy Moona penasaran.


"Takut aja nanti yang disambungin malah flashdisk presentasi kerjaan dia." jawab Daddy Arthur dan Mommy hanya manggut-manggut.


Kini mereka mulai fokus melihat ke layar televisi. Sedangkan Amer mulai panas dingin untuk bersiap menghadapi amukan dari Daddy dan juga Austin karena ia sudah berani menyentuh Minerva.


Berbeda dengan Lilies yang mulai merekah kan senyumannya saat Austin sudah hendak memperlihatkan hal yang akan memenangkan dirinya dan membuat Minerva sangat malu.


"Tunggu dulu!" ucap Amer membuat Austin langsung menunda untuk menayangkannya.


"Apalagi Amer?" tanya Lilies kesal.


"Ku mohon jangan pernah berubah dengan ku setelah apa yang kau lihat nanti, Baby. Sungguh, aku hanya mencintaimu." ucap Amer sungguh-sungguh.


"Akan aku pertimbangkan." jawab Lilies. "Lanjutkan Austin. Sebentar lagi kita akan buktikan siapa yang pantas dan tidak pantas menjadi keluarga Wycliff." ucap Lilies.


Daddy Arthur yang tadinya duduk agak menjauh dari Moona, kini mulai mendekatkan dirinya ke istrinya dan berbisik. "Apapun yang terjadi, ku mohon kau harus kuat. Jangan lemah! Kau harus selalu ingat bagaimana perjuangan mu selama ini untuk menemukan putri cantik kita, sayang." bisik Daddy Arthur di telinga Mommy Moona.


Mommy Moona mengangguk dan ia tampak berusaha untuk menguatkan dirinya. Tetapi sekuat apapun ia menahannya, satu bulir air mata tetap terjatuh membasahi pipinya. Daddy Arthur mengusap air mata istrinya dan duduk di sampingnya sambil memeluknya dengan sangat erat. Sedangkan tangan kiri Daddy Arthur menggenggam tangan istrinya yang masih menggenggam tangan Minerva.

__ADS_1


__ADS_2