Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Perjuangan Minerva


__ADS_3

"Kenapa mendadak sekali. Bahkan hari ini hanya ada kegiatan pengemasan snack saja karena karyawan bagian pembuatan bahan sedang berlibur semua." ucap Lilies yang sama sekali tidak mengira jika Dwayne akan mengecek segala sesuatu tentang produknya secara detail.


"Kalau begitu aku akan mengecek bagian pengemasan terlebih dahulu. Untuk pembuatannya besok akan dicek oleh Andre." ucap Dwayne menunjuk ke arah asistennya.


"Baiklah, aku akan mengantar anda. Tapi sebelumnya aku harus ke toilet sebentar. Silahkan nikmati teh anda, Tuan." ucap Lilies yang langsung bergegas menuju toilet.


Di dalam toilet, Lilies langsung menghubungi asistennya untuk menutup rapat ruang produksi snack dan buat agar tidak terlihat ada kegiatan di dalamnya. Bahkan Lilies juga meminta asistennya untuk segera menutup akses jalan ke ruang produksi agar Dwayne tidak berjalan ke arah tempat produksi.


Sedangkan Romy yang merupakan asisten Lilies langsung memberi komando stafnya untuk segera mengikuti perintah dari Direktur Lilies. Minerva sempat terkejut mendapatkan perintah dadakan dari Romy. Tapi ia hanya diam dan mulai menyalakan sistem scorpio untuk merekam apa yang akan dilakukan para karyawan di sini.


"Tuan Muda Dwayne akan mengecek bagian pengemasan, jadi kita semua harus tutup akses jalan menuju ruangan produksi. Ayo kita harus segera melakukannya sebelum Tuan Muda dan Direktur Lilies datang." perintah Romy dan para karyawan langsung bergegas.


"Aku akan berjaga-jaga di ruang produksi untuk memastikan semuanya aman." ucap Minerva yang langsung disetujui oleh semua rekan kerjanya.


Minerva diberi pakaian khusus dan masker lima lapis sebelum masuk ke dalam ruang produksi. Setelah itu ia langsung diantar oleh salah satu teman kerjanya menuju ruang produksi. Saat masuk ke dalam ruangan, tercium bau menyengat yang hampir membuat Minerva muntah. Padahal masker yang digunakannya sudah berlapis lima.


"Bau apa ini?" tanya Minerva pada salah satu karyawan di ruangan produksi.


Karyawan yang ditanya Minerva tidak menjawab melainkan langsung menunjuk ke arah pintu ruangan yang terletak diujung. Minerva langsung menuju ke arah pintu tersebut untuk melihat apa yang ada di sana.


Betapa terkejutnya Minerva saat melihat puluhan ekor ayam digiling dalam satu tempat penggilingan tanpa dipotong atau pun dibersihkan dahulu sampai ayam tersebut menjadi bubuk remahan yang sangat lembut.


Minerva langsung menutup mulutnya hampir muntah sampai tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang. "Berarti makanan ini mengandung buku ayam, kotoran ayam, dan semuanya yang digiling jadi satu?" tanya Minerva dalam hati sambil menahan dirinya agar tidak muntah.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya salah satu orang karyawan yang berpakaian seperti yang Minerva gunakan.


"Aku hanya diperintah untuk mengawasi ruangan ini agar Tuan Muda Dwayne tidak masuk kemari." jawab Minerva.


"Kau pegawai baru di sini? Sudah baca peraturan tertulis bahwa rahasia perusahaan adalah nyawa setiap karyawan disini?"

__ADS_1


"Tentu saja aku tahu. Bahkan aku juga sangat mengenal Direktur Lilies karena dia adalah sepupu teman dekatku." jelas Minerva terdengar sangat meyakinkan.


Karyawan yang tadi mencurigai Minerva pun akhirnya pergi meninggalkan Minerva dan kembali bekerja. Sedangkan Minerva kini mulai merasakan sesak, ia memegang dadanya dan mulai mengatur nafasnya.


Tidak hanya Minerva, ternyata semua karyawan yang ada di ruangan produksi juga merasa sesak hingga satu per satu dari mereka mulai berjatuhan. Minerva langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari tahu apa yang terjadi.


Ternyata cerobong tempat keluarnya asap produksi ditutup hingga asap yang harusnya dikeluarkan justru balik masuk ke ruang produksi. Minerva langsung meminta salah satu karyawan untuk mematikan mesin produksi.


"Matikan saja mesinnya, hentikan produksi sementara. Kita tidak bisa bertahan jika seperti ini." pinta Minerva.


"Tapi mesin ini tidak boleh dihentikan karena akan sangat merugikan perusahaan." jelas salah satu karyawan yang memang sudah lama bekerja di Lies Food Company.


"Oh My God. Kalo begitu kita harus keluar." ajak Minerva.


Minerva pun berusaha menuju pintu keluar untuk menyelamatkan dirinya dan para karyawan meski dadanya terasa semakin sesak. Sayangnya pintu ruang produksi kode ya sengaja dikunci.


Minerva langsung mengoperasikan sistem scorpio untuk membobol kunci ruang produksi, sedangkan para karyawan yang wanita sudah berjatuhan pingsan.


"Kalian tolong karyawan yang pingsan, aku akan menghubungi Austin dan asisten Direktur." perintah Minerva pada tiga orang karyawan laki-laki.


Sedangkan Minerva tidak menghubungi Austin atau pun Romy karena ia sama sekali tidak punya nomor ponsel mereka. Tetapi ia langsung membobol keamanan kode kunci pintu sampai akhirnya terbukalah pintu ruangan produksi.


Setelah Minerva berhasil membuka pintu, ia pun segera memerintahkan karyawan yang lain keluar dari ruang produksi dan menutup kembali pintu ruang produksi tadi. Kini dua belas karyawan yang ada di ruang produksi berada di halaman belakang pabrik sambil mengatur nafas mereka.


Enam karyawan perempuan yang pingsan pun satu per satu mulai sadarkan diri.


...***...


Sedangkan di sisi lain, Romy mulai teringat bahwa dirinya sudah hampir satu jam menutup cerobong asap. Ia pun buru-buru membukanya kembali dan juga membuka kunci pintu ruang produksi.

__ADS_1


Asap tebal memenuhi ruangan produksi membuat Romy kembali menutup pintu ruang produksi dan bergegas menuju ke ruangannya.


"Aduh, bagaimana ini jika karyawan yang tadi di dalam ruang produksi mati?" tanya Tom dalam hati ketakutan. Ia pun bergegas menghubungi Manager perusahaan untuk memberi kabar tentang hal yang terjadi barusan.


"Haloo Mer, ruang produksi asapnya masuk ke dalam ruangan dan ruangan penuh dengan asap tebal dan hitam. Aku belum mengecek para karyawan disana." ucap Romy ketakutan.


"Mereka sudah berada di halaman belakang Romy." ucap Amer. "Untungnya mereka semua dapat keluar dari ruangan produksi. Kalo ini kita memang harus mematikan mesin untuk meminimalisir kerugian perusahaan."


"Aku setuju, dimana kau sekarang? Segera kita matikan dari pusatnya." ucap Romy yang merasa sudah sangat lega karena para karyawan selamat.


"Aku sedang bersama para karyawan di belakang." jawab Amer.


Romy langsung mematikan panggilannya dan menyusul Amer ke halaman belakang.


Setelah itu mereka berdua langsung mengkondisikan ruang produksi yang mesinnya masih pada menyala. Setelah operasi mesin dimatikan, asap yang memenuhi ruangan pun sedikit demi sedikit mulai berkurang.


Kini Romy dan Amer pun bisa bernafas lega dan kembali bergabung dengan para karyawan bagian produksi.


...🍒🍒🍒...


Mampir juga yuk ke karya temen aku.


Nama Pena : Anisyah S


Judul Novel : Dokter Misterius VS Mavia Kejam


...Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya. Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya??, lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung??...


__ADS_1


__ADS_2